Tulisan berikut ini adalah transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining Bogor Jawa Barat. Dengan tema Keutamaan Shalat Sunnah Witir Dan Petunjuk Pelaksanaannya

Anak-anak sekalian, pada hari Kamis telah disampaikan tentang shalat Witir. Shalat Witir ini selalu dilaksanakan oleh Rasulullah Saw. bukan hanya pada bulan Ramadhan, tapi Rasulullah Saw. juga melakukan shalat Witir pada bulan-bulan yang lain. Sementara kita melakukan shalat Witir hanya di bulan Ramadhan, padahal Rasulullah Saw. tidak hanya pada bulan Ramadhan. Dikatakan bahwa Rasulullah Saw. menyampaikan,

الوتر حق فمن لم يوتر فليس منا

“Witir itu adalah benar adanya. Barangsiapa yang tidak melakukan shalat witir, ia bukan termasuk golongan kami.”

- Advertisement-

Orang yang tidak melakukan shalat witir tidak diakui sebagai umat Nabi Muhammad Saw. Orang yang pada saat shalat witir kabur bukan umat Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad melakukan shalat Witir setiap malam, baik pada bulan Ramadhan maupun bukan bulan Ramadhan. Kita sebagai umatnya mestinya harus mencontoh karena Rasulullah Saw. diutus untuk menjadi contoh bagi kita. Di dalam hidup ini kita minta supaya diberi rizki yang banyak. Banyak orang tua murid yang menyekolahkan anaknya ingin supaya anaknya selesai dan bisa bekerja. Itu artinya ingin mendapatkan rizki; ingin supaya anaknya mendapatkan kedudukan yang baik sehingga hasilnya lumayan. Ini kan ingin mendapatkan rizki. Padahal sudah dikatakan oleh Rasulullah Saw.,

فمن لم يوتر فليس منا

“Orang yang tidak mau menjalankan shalat Witir bukan termasuk umatku.”

Kalau kita tidak diakui sebagai umat Nabi Muhammad, mau ikut siapa? Mau ikut Nabi Adam? Tidak akan diakui. Di samping postur kita kecil-kecil, kita pendek lagi. Umat Nabi Adam as. itu besar-besar. Biasanya jamaah haji pada akhir rentetan ibadah haji sengaja ziarah ke Jeddah karena di sana terdapat makam yang diyakini sebagai makam siti Hawa. Siapa siti Hawa itu? Istri Nabi Adam as. Kota itu kemudian disebut dengan Jeddah, yang berarti nenek. Di situ ada makam siti Hawa yang panjangnya sampai 80 meter. Masjid ini saja kalah. Masjid ini hanya 17 meter. Kamu mau mengaku ikut jadi umat Nabi Adam? Tidak akan diakui. Kamu sudah kecil, pendek lagi. Mau ikut Nabi siapa? Nabi Nuh juga berpostur tinggi besar. Umurnya pun panjang-panjang. Kalau kita tidak melaksanakan shalat Witir, kita diancam tidak termasuk umat Nabi Muhammad Saw. Kemarin dikatakan bahwa Imam Abu Hanifah, salah seorang ulama yang banyak pengikutnya di dunia, mengatakan bahwa shalat Witir itu wajib. Shalat wajib bagi Imam Abu Hanifah yang diikuti oleh sekian banyak umat Islam di dunia ini ada enam; selain yang lima (Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya’) ditambah lagi shalat Witir. Mereka tidak pernah meninggalkan shalat Witir. Pekerjaan kita meninggalkan shalat Witir. Waktu yang kita gunakan untuk shalat Witir lebih sedikit daripada waktu yang tidak kita gunakan untuk shalat Witir dalam waktu satu tahun. Ini sangat penting sekali sampai Rasulullah Saw. mengatakan,

فمن لم يوتر فليس منا

Anak-anak sekalian, kita ingin tetap diakui oleh Nabi Muhammad sebagai umatnya, bahkan kita ingin dicintai oleh Allah Swt. Kalau kita ingin dicintai oleh Allah Swt., kuncinya adalah kita harus mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Allah sudah memberikan petunjuk di dalam al-Quran,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakan, wahai muhammad, ‘Jika kakmu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, Allah akan mencintai kamu semua dan Allah akan mengampuni dosa-dosamu.’”

Satu hal yang lucu ialah sebagai manusia tidak ingin dicintai oleh Allah. Hal yang lucu juga ialah ingin dicintai tetapi tidak mau melakukan perintah yang dicintai. Padahal kalau kamu cinta kepada barang saja, – kamu cinta kepada piaraan, misalnya, kelinci, – di mana-mana diingat. Kalau kamu mau pergi saja harus menyediakan makanan dan lain-lain. Kalau kamu mempunyai piaraan tidak pernah dikasih makan, tandanya kamu tidak cinta.

Allah Swt. Maha Kaya, Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Adil. Kalau kita mencintai Allah Swt., Allah Swt. akan balas mencintai kita. Kalau kita mencintai barang, belum tentu barang itu mencintai kita. Tetapi kalau cinta pada Allah, itu jelas. Maka anak-anak harus melakukan shalat Witir. Kapan melakukannya? Setiap malam. Bulan Syawal? Iya. Bulan Dzulqa’dah? Iya. Bulan Dzulhijjah? Iya. Selain pada bulan puasa kita pun tetap melakukan shalat witir supaya diakui sebagai umat Nabi Muhammad Saw. Pada hadits yang lalu Rasulullah menyatakan bahwa kita tetap melakukan shalat witir sekalipun akibatnya kita akan ditinggal oleh kendaraan,

لا تدعوا الوتر ولو طردتكم الخيل

“Jangan engkau tinggalkan shalat witir sekalipun akibatnya ditinggalkan oleh kudanya.”

Pada zaman dahulu orang-orang bepergian dengan mengendari kuda. Sekalipun dengan shalat witir itu kudanya kabur, tidak apa-apa. Sekalipun dengan shalat witir itu kita ketinggalan bis, tidak apa-apa. Sekalipun dengan shalat witir itu kita harus ketinggalan pesawat, tidak apa-apa. Karena Allah akan memberikan ganti lebih daripada itu.

Inilah anak-anak sekalian masalah shalat witir. Kita sudah tahu kapan waktu melaksanakan shalat Witir? Waktunya setelah melakukan shalat Isya’. Kalau kita belum melakukan shalat Isya’, tidak boleh melaksanakan shalat witir. Shalat Isya’ dulu, baru kita lakukan shalat Witir. Bolehkah shalat Witir sebelum melakukan shalat ba’diyah? Boleh saja. Akhir waktu shalat Witir yaitu sejak terbit fajar atau adzan Subuh. Kalau sudah azan Subuh, jangan lakukan shalat witir. Rakaat shalat Witir kita sudah tahu minimal satu rakaat. Mau tiga rakaat? Boleh. Mau lima rakaat? Boleh. Mau tujuh rakaat? Boleh. Sembilan rakaat boleh. Sebelas rakaat juga boleh. Kalau habis Isya’ melakukan shalat tiga belas rakaat; yang dua rakaat shalat ba’diyah, kemudian dilanjutkan dengan shalat Witir hingga menjadi tiga belas rakaat, itu juga boleh saja. Bukan berarti shalat witirnya tiga belas rakaat, tetapi karena ada shalat ba’diyahnya dua rakaat, semuanya menjadi tiga belas rakaat. Bagaimanan cara melakukan shalat Witir itu? Kemarin telah disampaikan bahwa Rasulullah Saw. menyatakan,

صلاة الليل والنهار مثنى مثنى

“Shalat malam dan shalat siang itu dua-dua.”

Bagaimana kalau mau melakukan shalat Witir? Setelah kita melakukan shalat dua rakaat, kita duduk tasyahud, kemudian salam. Kalau mau ditutup dengan tiga rakaat, kita berdiri lagi satu rakaat kemudian duduk tahiyat/tasyahud, baru salam. Apa yang dibaca? Pada rakaat pertama Rasulullah Saw. membaca surat al-A’la. Pada rakaat kedua Rasulullah Saw. membaca surat al-Kafirun. Setelah salam, berdiri lagi satu rakaat, apa yang dibaca oleh Rasulullah? Pertama, Rasulullah membaca Qulhuwallahu ahad, dilanjutkan dengan membaca Qul‘audzu birabbil falaq, dilanjutkan lagi dengan membaca Qul‘audzu birabbinnas. Kalau tidak membaca yang itu boleh atau tidak? Boleh-boleh saja. Tetapi mengikuti apa yang dibaca oleh Rasulullah Saw. itu lebih baik. Tapi andaikata kita tidak hafal surat al-A’la, kita hanya hafal Qulhuwallahu ahad, boleh-boleh saja. Kalau kita hanya bisa Qulya ayyuhal kafirun dan Qulhuwallahu ahad, tidak apa-apa. Ini tadi kalau shalat tiga rakaat. Bagaimana kalau shalat lima rakaat? Ketika shalatnya lima rakaat, boleh dengan cara setiap dua rakaat salam, kemudian setelah itu berdiri lagi satu rakaat dan salam. Itu lima rakaat. Andaikata kita tidak salam seperti yang tiga rakaat itu, salamnya hanya satu saja, boleh apa tidak? Seperti shalat maghrib, dua rakaat kita baca tasyahud awal, kemudian kita berdiri lagi menambah satu, kemudian membaca tasyahud akhir, kemudian salam, seperti itu boleh. Bagaimana kalau lima rakaat? Setelah kita shalat empat rakaat, kita baca tasyahud awal, kemudian setelah tasyahud awal kita berdiri lagi menambah satu rakaat, kemudian tasyahud lagi baru salam. Seperti itu juga boleh. Yang pertama tadi tiap dua rakaat salam, kemudian baru satu rakaat salam. Lima rakaat ini tiga kali salam. Lima rakaat itu dua kali salam saja boleh? Empat rakaat kemudian tasyahud, setelah itu berdiri menambah satu rakaat, baru salam. Dengan cara seperti itu juga boleh. Anak-anak perlu mengetahui hal ini supaya nanti ketika ikut shalat berjama’ah kemudian imamnya berbeda, anak-anak tidak kebingungan. Kadang-kadang karena sudah biasa, imam tidak memberitahu kita kalau mau shalat lima rakaat dengan satu salam. Pak kyai pernah ikut shalat di Bandung waktu ada undangan dari Bandung. Ternyata cara shalatnya seperti itu. Itu boleh-boleh saja. Yang tidak tahu pasti bingung, “Kok shalatnya lain.” Bagaimana kalau kita shalat tujuh rakaat? Bisa saja tiap dua rakaat salam, baru berdiri lagi satu rakaat kemudian salam. Seperti itu boleh. Mau tujuh rakaat itu sampai akhir enam rakaat, kemudian tasyahud dulu, baru berdiri satu lagi, baru salam juga boleh saja.

Ada perbedaan antara shalat Witir pada bulan Ramadhan dan shalat Witir selain pada bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan pada pertengahan bulan yang kedua kita setelah Witir itu melakukan doa qunut. Setelah ruku’ pada rakaat terakhir kita angkat tangan membaca doa,

اللهم اهدنا فيمن هديت وعافنا فيمن عافيت وتولنا فيمن توليت وبارك لنا فيما أعطيت

Kita baca doa ini pada pertengahan bulan yang kedua. Kalau kamu nanti menjadi imam jangan lupa ada qunutnya. Tetapi ada juga yang qunutnya dari awal. Kemarin dikatakan bahwa di Makkah qunutnya dari awal. Itu boleh saja. Tapi kita orang-orang Indonesia yang kebanyakan mengikuti madzhab Imam Syafi’i memilih qunutnya pada pertengahan, yaitu tanggal 16 Ramadhan, bukan 16 September.

Anak-anak sekalian, doa qunut ini memang bermacam-macam. Antara lain seperti yang kita baca tadi. Tetapi anak-anak juga jangan kaget. Santri Darunnajah Cipining ini ustadz harapkan menjadi santri yang berwawasan luas, menjadi perekat umat. Ketika melihat ada orang lain berbeda dengan kita, jangan kemudian kita marah-marah, kita menjelekkan orang. Nanti dulu! Bisa saja berbeda. Setiap imam mempunyai alasan. Terhadap masalah-masalah yang berbeda ini kita tidak perlu emosional, justru kita pelajari itu dasarnya apa? Dalam agama ada. Di dalam bacaan qunut ada juga yang berbeda. Misalnya, di dalam doa qunut itu ada yang membiasakan dengan lafadh,

اللهم إنا نستعينك ونستهديك ونستغفرك ونؤمن بك ونتوكل عليك ونثني عليك الخير كله، نشكرك ولا نكفرك ونخلع ونترك من يفجرك . اللهم إياك نعبد ولك نصلي ونسجد وإليك نسعى ونحفد ، نرجو رحمتك ونخشى عذابك ، إن عذابك بالكفار ملحق . وصلى الله على محمد النبي الأمي وعلى آله وصحبه وسلم

Ada juga yang seperti itu. Maka ketika imam membaca seperti itu, sebagai makmum jangan resah. Karena itu doa, bacalah, “Amin.” Dulu ada dua orang wali murid dari Jakarta yang bertengkar gara-gara yang satu mempertahankan tarawih 8 rakaat, 11 rakaat + Witir, sedangkan yang satunya lagi tetap 20 rakaat. Kita tidak boleh ikut-ikutan yang seperti ini. Kenapa? Yang 8 rakaat punya alasan. Yang 20 rakaat juga punya alasan. Demikian pula di dalam doa qunut, kita tidak boleh mencela. Saat ustadz di Makkah kalau di Masjidil Haram shalat Subuh tidak pakai qunut, ya ustadz ikut tidak pakai qunut. Sedangkan shalat Witir sejak awal Ramadhan pakai qunut, ya ustadz ikut pakai qunut sekalipun di sini tidak pakai qunut. Jadi itu boleh-boleh saja. Sabda Rasul Saw.,

إنما جعل الإمام ليؤتم به

“Imam itu diadakan untuk diikuti.”

Di dalam shalat kita harus mengikuti imam. Jangan berbeda dengan imam, kalau kita makmum. Kecuali kalau kita shalat sendiri, silahkan. Doa qunut ini memang bermacam-macam. Ada yang seperti itu. Dan waktu tempat qunutnya juga ada yang berbeda. Ada yang qunutnya setelah membaca surat; setelah membaca surat tidak langsung takbir, tetapi dilanjutkan dengan membaca doa qunut sebelum ruku’. Ada yang seperti itu. Jadi kalau ada yang seperti itu, kamu ikut saja. Tetapi kebanyakan kita qunutnya setelah membaca, “Sami’allahu liman hamidah, rabbana lakalhamd.” Ustadz jelaskan ini karena ustadz sangat berharap santri-santri Darunnajah menjadi perekat umat, bukan pemecah belah umat. Dengan kita mengetahui ada orang lain yang seperti itu, kita tidak akan resah. Kita bisa katakan, “Ya, saya pernah mendengar.”, “Saya pernah mengaji dulu pak kyai pernah menyampaikan seperti itu.”, “Saya pernah membaca di kitab seperti itu.”, “Ada buku yang pernah saya baca seperti itu.” Jadi tidak seperti orang kampung yang pertama kali pergi ke kota. Ketika ia sampai di kota dan melihat kereta yang tiba-tiba berjalan, ia berteriak, “Tunggu, tunggu, tunggu,” ya tidak bisa menunggu kalau kereta sudah berjalan. Jadi bingung sendiri. Kalau ilmu kita luas, insya Allah hidup itu enak.

Belakangan umat Islam disorot tentang teroris. Anak-anak sekalian, orang Islam yang mendalami Islam tidak ada yang menjadi teroris. Apalagi menghancurkan orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan Islam, menghancurkan musuh-musuh Islam. Tetapi karena pengetahuannya yang mungkin masih sangat sedikit, bisa seperti itu. Kalau Islam tidak dilawan, ia tidak akan berbuat usil pada orang lain. Islam itu rahmatan lil’alamin (rahmat bagi seluruh alam). Saya baca di situs di Internet, sekarang orang Perancis gembira sekali dengan datangnya bulan puasa. Supermarket-supermarket yang menawarkan makanan-makanan halal diserbu oleh umat Islam. Semuanya habis sehingga banyak yang menawarkan dengan label-label halal. Islam itu rahmatan lil’alamin. Dengan adanya orang-orang Islam yang melakukan puasa semua orang non-muslim pun mendapatkan rahmat. Di indonesia dengan adanya sekian banyak umat Islam yang melakukan puasa, orang kafir yang agamanya Budha seperti orang China, yang agamanya hindu seperti orang Bali, dan lain sebagainya, di bulan puasa ini toko-toko mereka laris semua, apalagi jualan pakaian dan sebagainya. Yang punya kendaraan juga, yang belum tentu orang Islam itu, juga laris semuanya. Umat Islam itu rahmatan lil’alamin. Maka kita jangan sampai justru meresahkan orang lain. Kalau orang lain itu mengancam kita, kita memang harus siap-siap. Jika orang lain melawan kita, kita juga harus melawan. Dan andaikata kita mati pun, kita akan dimasukkan ke dalam surga oleh Allah karena kita mati syahid. Itu kalau mereka memang melawan kita. Mereka tidak apa-apa, kita yang berbuat usil, ingin mati syahid, itu tidak akan ketemu, apalagi bunuh diri. Tiba-tiba kita datang ke supermarket milik Amerika, kemudian mengebom di sana, apa salahnya? Dia hanya menjual barang-barang yang juga kita perlukan. Orang-orang Islam yang benar-benar Islam atau santri itu jarang menjadi teroris. Justru kita manfaatkan semua itu karena Allah Swt. Rasulullah Saw. saja pernah menyatakan,

اطلبوا العلم ولو بالصين

“Carilah ilmu sekalipun di negeri china.”

Apakah Rasulullah Saw. tidak tahu bahwa orang China itu musyrikin? Tentu beliau tahu. Orang China itu menyembah berhala, orang musyrikin. Tapi kenapa Rasulullah menyuruh belajar sekalipun di China? Ya, boleh-boleh saja kita belajar ilmu-ilmu teknologi, ilmu-ilmu pengobatan. Hanya saja ketika pengobatan itu ada kaitannya dengan jin, setan, atau syirik, kita tidak boleh mengambilnya. Islam seperti itu. Jangan menjadi orang Islam fanatik; kepada orang yang bukan Islam benci saja. Jangan begitu! Mereka juga umat Allah, makhluk Allah. Kita tidak boleh benci, kecuali adanya mereka mengancam kita, atau mereka ingin membunuh kita. Pernah terjadi gereja dirobohkan. Tidak ada perintah seperti itu. Pada zaman Nabi Muhammad ada gereja juga. Apa dikiranya tidak ada tempat ibadah agama lain? Ada. Di Madinah juga ada orang Yahudi, apalagi di Makkah. Di sana banyak orang musyrik. Tetapi Rasulullah tidak merobohkan tempat ibadah orang Yahudi, kecuali mereka mengganggu kita, mengganggu orang Islam. Kalau mereka mengganggu, kita harus membela diri. Maka bagi santri jangan ada pikiran ingin memusnahkan selain Islam. Itu tidak diperintahkan dalam agama. Sekarang ini pesantren sedang diobok-obok sebagai sarang teroris, katanya. Teroris apa? Inilah anak-anak sekalian, ikutilah ajaran Rasul Saw. jika kita ingin diakui sebagai umat Rasul Saw., maka apa yang dilakukan oleh Rasul Saw. kita ikuti. Rasulullah Saw. di bulan puasa seperti ini berperang. Perang apa? Perang Badar. Pada perang Badar orang Islam jumlahnya berapa? 300 orang. Orang kafirnya berapa? 1000 orang. Perang ini juga terpaksa karena diganggu terus. Jumlahnya juga tidak imbang; 300 orang melawan 1000 orang, bukan 1000 orang melawan 300 orang. Jadi ini terjadi dalam kondisi yang terpaksa. Jangan seperti kondisi sekarang, di bulan puasa malah demo, mahasiswa Islam lagi. Dalam agama tidak ada seperti itu. Gara-gara mau pelantikan ketua DPR, ada salah satu yang tidak baik, demo. Bulan puasa adalah bulan sabar, bulan kasih sayang, bulan solidaritas, bulan saling hormat menghormati. Ini bulan puasa. Ikutilah Nabi Muhammad. Inilah anak-anak sekalian. Maka dalam hal shalat juga anak-anak, kalau masuk masjid masih belum shalat, shalat dulu. Ini shalatnya karena terpaksa. Disuruh shalat sunah saja tidak mau, padahal ingin diakui sebagai umat Nabi Muhammad. Sekiranya semua ini ketika masuk masjid shalat sunah. Kemarin sudah disampaikan sekurang-kurangnya empat rakaat. Andaikata mau shalat tahiyat masjid, mau shalat sunah wudhu, bisa saja sampai delapan rakaat. Tidak akan ada suara-suara yang berisik. Tetapi yang masuk masjid adalah orang-orang yang tidak pernah shalat sunah, masjidnya jadi berisik, tidak pantas disebut sebagai masjid pesantren. Kalau tidak biasa melakukan shalat sunah, masjidnya jadi berisik. Maka besok petugas ini harus profesional. Ketua harus mengatur. Sebelum anak-anak datang, petugas harus sudah siap di sini. Yang belum shalat, dengan santunnya kita ingatkan, “Shalat dulu.” Islam tidak akan jalan, kalau kita tidak mencoba mengingatkan seperti itu. Hanya dipidatoni saja tidak cukup, harus dibiasakan. Masing-masing juga harus mengingatkan temannya yang datang ke masjid.

بلغوا عني ولو آية

Ada yang datang ke masjid langsung duduk, ingatkan, “Hai shalat dulu.” Kalau demikian, kamu akan mendapat pahala. Ini supaya Islam itu betul-betul bisa kita jalankan. Akibatnya kalau kita semuanya sudah beriman, semuanya sudah bertakwa, Allah akan memberikan keberkahan-keberkahan kepada kita, dari langit, dari bumi, dari mana-mana. Tapi kalau orangnya malas shalat, jangankan shalat sunah, shalat fardhu saja banyak ditinggalkan, orang seperti itu berakibat hidupnya susah, ingin maju susah. Maka dari kecil biasakan shalat, insya Allah dengan semakin banyak shalat, Allah akan berikan kita petunjuk kepada jalan yang lurus, Allah akan menyayangi kita, Allah akan menurunkan rahmat-Nya kepada kita. Bila kita ingin mendapatkan rizki banyak, ingin badan sehat, ingin ilmu kita banyak, maka tidak ada jalan lain kecuali kita dekatkan diri kita sedekat-dekatnya kepada allah, karena sumber segalanya ada di tangan Allah. Kamu mau minta apa saja, ada.

Baiklah sekian saja untuk pengajian siang hari ini. Insya Allah, kita lanjutkan pada hari berikutnya.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وعلى آله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tulisan ini adalah transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining Bogor Jawa Barat. Dengan tema Keutamaan Shalat Sunnah Witir Dan Petunjuk Pelaksanaannya

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menyelenggarakan pendidikan Pesantren Modern untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMP, SMA, SMK sampai Perguruan Tinggi. Pesantren ini memadukan kurikulum Pondok Modern Gontor, Nasional dan Salaf. Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa untuk santri berprestasi dan santri tahfidz Al-Qur'an. Kegiatan santri antara lain: Shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an (tahfidz), percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, silat, jurnalistik, drum band, dll. Kampus Darunnajah Cipining berada di atas lahan seluas 170 hektare, di Cigudeg Bogor Jawa Barat. Dengan pemandangan alamnya yang sangat indah pesantren ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mini market, asrama, koperasi, guest house (penginapan), lapangan olahraga, sekolah, perkantoran, laboratorium, komputer, internet, dll.