Keilmuan dan Keimanan, Kunci Mencapai Kebenaran

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (Al-An’am: 59)

Ayat ini menjelaskan keilmuan Allah SWT. yang begitu luas. Dia mengetahui semua yang di darat dan laut. Yang besar maupun yang kecil. Yang sederhana maupun yang komplek.

Di samudra yang luas berupa gulungan ombak hingga menjadi tsunami, ataupun peristiwa kecil yang terjadi di daratan berupa jatuhnya selembar daun dari tangkai sebuah pohon.

Segala sesuatu yang kering ataupun yang basah, baik di tempat terang maupun kegelapan malam. Sungguh luas ilmu Allah SWT. Semua peritiwa yang ada dunia ini, tercatat rapi dan rinci di dalam kitab-Nya (Lauh Mahfuz).

Kata mafatih (مَفَاتِح) adalah jamak dari miftah (مِفتَح) yang berakar dari kata fataha (فَتَحَ). Adapun kata miftah (مِفتَاح) jamaknya menjadi mafatih (مَفَاتِيح).

Miftah (مِفتَح) adalah sesuatu yang membuka segala yang tertutup diantaranya seperti gembok. Alat ini akan terbuka dengan adanya kunci.

Kunci berperan membuka kebaikan dan menutup kemaksiatan. Sehingga berbahagialah bagi mereka yang Allah swt. anugerahkan media dibukanya pintu kebaikan dan ditutup pintu keburukan.

Kunci-kunci menuju yang ghaib (mafatih al-ghaib) hanya milik Allah swt. Tidak ada satupun makhluk yang mengetahuinya.

Dia akan memberitahukan mereka yang diridhai karena memiliki tingkat spiritualitas dan kedekatan kepada-Nya.

Berapa banyak informasi ghaib yang diberikan kepada para Rasul dan Nabi yang diteruskan kepada umat, akan tetapi mereka tidak beriman.

Rekaman sejarah manusia menyebutkan, berbagai kaum seperti umat Nabi Luth, kaum Tsamud, kaum Ad dan lain-lain dimusnahkan karena mengingkari hal-hal ghaib.

Semestinya diyakini namun ditolak begitu saja dan berkonsekuensi berhentinya kehidupan.

Beberapa hal ghaib yang tidak diketahui oleh manusia. Antara lain;

“Hari Kiamat, kepastian turun hujan, kondisi ruh seorang bayi yang berada di rahim perut ibunya, rizki, dan kematian. Semua ini adalah rahasia Allah swt. Ayat di atas menegaskan posisi batasan ilmu yang dimiliki oleh manusia dan penolakan terhadap prasangka yang dilakukan oleh para dukun, tukang peramal, dan paranormal. Bisa jadi, mereka memiliki asumsi dan perkiraan nasib seseorang melalui informasi ghaib yang bertentangan dengan Syari’ah, didapatkan dari Jin hasil mencuri berita-berita langit” (Al-Hijr 17-18).

Dalam dunia Sains Modern, prediksi sesuatu yang menjelaskan hal yang akan terjadi sah-sah saja untuk dilakukan.

Melalui dasar hitungan matematis bahwa setelah sekian hari atau bulan akan terjadi sebuah peristiwa.

Namun, prediksi adalah perkiraan yang tidak bisa memastikan apapun. Segalanya dapat berubah dalam hitungan detik. Disinilah rahasia Allah SWT.

Apapun yang kita lakukan tidak bisa dimutlakkan lepas dari kontrol skenario Tuhan. Manusia wajib berusaha dengan daya dan upaya menuju yang terbaik dari sebuah takdir.

Usaha maksimal sebagai bentuk kesungguhan, harus dilakukan untuk menuju pintu tawakkal. Ini sebuah proses dan tentu menjadi aspek yang dinilai oleh Tuhan.

Hasil akhir dari itu semua dikembalikan kepada Allah SWT. yang maha mengetahui segala rangkaian suatu peristiwa.

Untuk itu, adanya rahasia kehidupan ini kita diuji untuk menjalaninya dengan keimanan dan kesungguhan. Iman dengan takdir-Nya dan sungguh-sungguh melakukan amal salih yang diridhai-Nya.

Semoga kita mampu meraih itu semua. Ammin

Ditulis Oleh Much Hasan Darojat, Ph.D. Kepala Biro Pengasuhan Santri Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta dan Dosen Sekolah Tinggi Islam Darunnajah 

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Kegiatan Fathul Mu’jam Santri Kelas 5 TMI

Cidokom Post – Tepat Minggu (20/09), Santriwan dan Santriwati Kelas 5 TMI Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 Cidokom melaksanakan kegiatan belajar yang bernama Fathul Mu’jam.