Perdamaian adalah dambaan setiap insan. Dalam kedamaian, manusia bisa hidup dengan tenang, nyaman, dan penuh keberkahan. Namun dalam realitanya, konflik dan perselisihan acap kali mewarnai kehidupan. Padahal Allah SWT telah mengingatkan dalam firman-Nya:
وَأُمِرْتُ لِأَعْدِلَ بَيْنَكُمْ ۖ اللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ ۖ لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ ۖ لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ۖ اللَّهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ
Artinya: “Dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu, tidak perlu ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya tempat kembali.” (QS. Asy-Syura: 15)
Tulisan ini membahas tentang pentingnya menjaga perdamaian, upaya-upaya mewujudkannya, serta keutamaannya dalam Islam.
Berikut uraiannya:
Apa arti pentingnya menjaga perdamaian dalam kehidupan?
Perdamaian adalah kunci ketenangan dan kebahagiaan hidup. Dalam suasana damai, manusia bisa berinteraksi dengan baik, saling menghormati, dan bersinergi untuk kebaikan bersama. Sebaliknya, konflik dan permusuhan hanya akan membawa kepada kesengsaraan. Allah SWT berfirman:
Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin berkata, “Kedamaian adalah pokok dari kebahagiaan di dunia dan di akhirat.”
Bagaimana perdamaian berdampak pada kesejahteraan masyarakat?
Perdamaian adalah prasyarat tercapainya kesejahteraan. Dalam iklim damai, pembangunan bisa dijalankan, ekonomi bergerak, pendidikan berjalan, dan kesehatan terjaga. Rasulullah SAW bersabda:
أَلاَ أُنَبِّئُكُم بِأَفضَلَ مِن دَرجَةِ الصِّيامِ وَالصَّلاَةِ وَالصَّدَقَةِ؟ قالوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: صَلاَحُ ذَاتِ البِينِ، فإنَّ فَسَادَ ذَاتِ البَينِ هِيَ الحَالِقَةُ
Artinya: “Maukah aku beritahukan kepadamu perkara yang lebih utama daripada puasa, shalat dan sedekah? Para sahabat menjawab, “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Yaitu mendamaikan perselisihan di antara kamu, karena rusaknya perdamaian di antara kamu adalah pemangkas (kebaikan).” (HR. Abu Dawud no. 4919, Tirmidzi no. 2509. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani).
Apa saja upaya yang bisa dilakukan untuk mewujudkan perdamaian?
Upaya mewujudkan perdamaian bisa dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya:
1. Memupuk sikap toleransi, saling menghormati, dan memahami perbedaan.
2. Mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perselisihan.
3. Menjaga persatuan, menghindari perpecahan, dan tidak mudah terprovokasi.
4. Berlaku adil dan menjunjung kebenaran dalam setiap situasi.

Bagaimana peran agama dalam menjaga perdamaian?
Agama mengajarkan nilai-nilai mulia seperti cinta kasih, persaudaraan, dan penghormatan atas martabat manusia. Islam secara khusus sangat menekankan pentingnya menjaga perdamaian. Allah SWT berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara.” (QS. Ali Imran: 103)
Apa keutamaan mendamaikan perselisihan dalam Islam?
Islam sangat menganjurkan untuk mendamaikan perselisihan dan menghindari konflik. Rasulullah SAW menegaskan keutamaannya dalam sebuah hadits:
كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ، يَعْدِلُ بَيْنَ الاِثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَيُعِينُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَيَحْمِلُ عَلَيْهَا أَوْ يَرْفَعُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ يَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ، وَيُمِيطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ
Artinya: “Setiap persendian manusia wajib atasnya sedekah pada setiap hari di mana matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang adalah sedekah. Membantu seseorang dalam mengendarai hewan tunggangannya lalu mengangkatnya di atasnya atau mengangkatkan barang-barangnya di atasnya, adalah sedekah. Kalimat yang baik adalah sedekah. Setiap langkah yang dilangkahkan menuju shalat adalah sedekah. Dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari no. 2989 dan Muslim no. 1009).
Bagaimana sikap Rasulullah dalam menjaga perdamaian?
Rasulullah SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Beliau mengajarkan Islam dengan penuh kelembutan dan hikmah. Meski mendapatkan banyak tantangan, beliau tetap mengedepankan kesabaran dan perdamaian.
Dalam Perjanjian Hudaibiyah misalnya, beliau menerima syarat-syarat yang memberatkan demi menjaga perdamaian. Hasilnya, banyak orang yang tertarik dengan ajaran Islam dan masuk ke dalam Islam.
Apa hikmah di balik anjuran bermusyawarah dalam Islam?
Musyawarah adalah cara yang bijak untuk menyelesaikan persoalan tanpa menimbulkan kegaduhan. Prinsip musyawarah ditekankan dalam Islam, sebagaimana firman Allah:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya: “Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS. Ali Imran: 159)
Apa manfaat saling memaafkan dalam menjaga kerukunan?
Saling memaafkan adalah kunci menghilangkan dendam dan mempererat persaudaraan. Allah SWT menganjurkan hamba-Nya untuk saling memaafkan:
وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya: “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nur: 22)
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ، دَعَاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللهُ مِنَ الْحُورِ الْعِيْنِ
Artinya: “Barangsiapa menahan amarahnya padahal ia mampu melampiaskannya, maka Allah ‘azza wa jalla akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari kiamat, hingga Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai.” (HR. Abu Dawud no. 4777, Tirmidzi no. 2021. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani).
Apa keutamaan sabar dalam menghadapi perselisihan?
Sabar adalah kunci dalam menghadapi setiap persoalan, termasuk perselisihan. Dengan kesabaran, pikiran menjadi jernih dan hati menjadi lapang, sehingga solusi bisa ditemukan. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Rasulullah SAW bersabda:
مَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
Artinya: “Tidaklah seseorang diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas (keutamaannya) daripada kesabaran.” (HR. Bukhari no. 1469 dan Muslim no. 1053)
Bagaimana bersyukur atas nikmat kedamaian?
Kedamaian adalah nikmat yang sangat berharga. Kita patut bersyukur atas anugrah ini dengan menjaga dan merawatnya. Rasa syukur bisa diwujudkan dengan menggunakan kedamaian untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti beribadah dengan khusyu, membangun negeri, menuntut ilmu, dan membantu sesama.
Kesimpulan
Kedamaian adalah fondasi bagi kesejahteraan dan kemaslahatan bersama. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga perdamaian dengan berbagai cara, seperti mengedepankan musyawarah, mendamaikan perselisihan, saling memaafkan, berdialog dengan santun, bersabar, dan menahan amarah.
Kita semua memiliki peran dan tanggung jawab untuk mewujudkan dan merawat perdamaian. Dengan menjaga kedamaian, kita bisa mewujudkan kehidupan yang penuh kebaikan dan keberkahan.
Penutup
Marilah kita terus istiqomah dalam mengamalkan ajaran Islam, khususnya dalam menjaga perdamaian. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan pertolongan-Nya agar kita bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Dan semoga kedamaian senantiasa terwujud di muka bumi ini. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Yuk, Jadi Agen Perdamaian!
Setelah memahami keutamaan menjaga perdamaian, sudah saatnya kita mengambil peran aktif sebagai agen-agen perdamaian dalam kehidupan sehari-hari, di keluarga, lingkungan, hingga masyarakat luas. Sekecil apapun upaya kita dalam mewujudkan kedamaian, akan membawa dampak positif bagi diri sendiri dan sesama. Karena setiap kebaikan pasti akan berbuah kebaikan pula. So, let’s spread peace everywhere!