Pondok pesantren di Indonesia, seperti Pesantren Darunnajah, memiliki nilai-nilai keberkahan yang menjadi jiwa manajemen dan penggerak utama dalam pendidikan dan pengembangan santri.
Darunnajah yang telah berusia 82 tahun, menekankan pentingnya keberkahan sebagai landasan dalam menjalankan pengelolaan pesantren, terutama letaknya di kota metropolitan yang penuh tantangan dan peluang.
Pesantren Darunnajah juga pesantren di Indonesia pada umumnya, mengajarkan bahwa keberkahan bukan hanya tentang kekayaan materi, tetapi juga kekayaan jiwa dan mindset.
Keberkahan ini tercermin dalam panca jiwa pesantren yang meliputi keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan. Keikhlasan menjadi inti dari semua kegiatan di pesantren, di mana semua pihak, mulai dari kiai, guru, hingga santri, bekerja dengan niat tulus tanpa pamrih.
Para kiai senantiasa menekankan bahwa keberkahan harus menjadi jiwa dalam manajemen pesantren.
Pesantren harus mampu mengelola sumber daya yang ada dengan bijak, memastikan bahwa kekayaan yang dimiliki tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi dikembangkan untuk kemaslahatan umat yang lebih luas.
Semangat memberi yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW menjadi teladan dalam pengelolaan pesantren, di mana setiap tindakan dan keputusan diambil dengan mempertimbangkan manfaat jangka panjang bagi umat.
Pesantren Darunnajah juga dikenal dengan kemandirian ekonominya. Sistem ini memungkinkan pesantren untuk tidak bergantung pada pihak luar dan memberikan contoh nyata tentang bagaimana lembaga pendidikan Islam dapat mandiri secara finansial.
Kemandirian ini dicapai melalui berbagai usaha ekonomi yang dikelola oleh pesantren, yang hasilnya digunakan untuk mendukung operasional dan pengembangan pesantren itu sendiri.
Di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan, pesantren seperti Darunnajah menghadapi tantangan untuk tetap relevan dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Pesantren harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar yang menjadi ciri khasnya.
Pesantren harus untuk terus berinovasi dan mengembangkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sambil tetap menjaga nilai-nilai keberkahan yang menjadi jiwa pesantren.
Nilai-nilai keberkahan yang diajarkan oleh para kiai di Pesantren harus menjadi inspirasi untuk mengelola lembaga dengan lebih baik.
Keberkahan sebagai jiwa manajemen bukan hanya sekadar teori, tetapi harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan pesantren, mulai dari pengajaran, pengelolaan sumber daya, hingga interaksi dengan masyarakat luas.
Dengan demikian, pesantren dapat terus menjadi sumber kebaikan dan pencerahan bagi umat di tengah tantangan zaman.
Ditulis oleh Muhammad Irfanudin Kuniawan
===
Info Universitas Darunnajah (UDN), silahkan join Whatsapp Group berikut ini:
https://chat.whatsapp.com/CFDlLbVUIuEIffouJ89pHN