Ahad, 25 Agustus 2025, Pesantren Darunnajah 2 Cipining kembali menyelenggarakan acara tahunan Kuliah Umum Khutbatul Arsy, yang diikuti oleh seluruh santri putra dan putri, guru, termasuk Pimpinan Darunnajah KH. Dr. Sofwan Manaf, M.Si., KH. Hadiyanto Arief, SH., M.Bs., dan Pimpinan Pesantren Darul Muttaqien KH. Mad Rodja Sukarta. Acara ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai pesantren, memotivasi santri dan guru, serta memperkuat semangat pengabdi

an dan belajar di pesantren.
Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan sambutan dari pimpinan Darunnajah 2 Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Setelah itu, tiga pemateri utama menyampaikan kuliah umum. Suasana menjadi interaktif ketika sesi tanya jawab berlangsung. beberapa santri berani maju ke depan untuk menjawab pertanyaan dengan berani dan percaya diri.
Dalam kuliah umum Khutbatul Arsy, Kyai Jamhari menyampaikan pentingnya bersyukur atas nikmat Allah, terutama keberadaan pesantren, serta mendorong santri dan guru untuk aktif dalam kegiatan pesantren, mengikuti kebaikan, menjauhi keburukan, berpartisipasi dalam musyawarah, menjaga persatuan, dan tetap optimis terhadap perkembangan diri maupun orang lain.
KH. Mad Rodja Sukarta menegaskan bahwa setiap individu adalah pemimpin, harus amanah, tangguh, dan totalitas dalam pengabdian. Ia juga menekankan pentingnya bersyukur, menjaga pesantren, menuntut ilmu, serta membangun keseimbangan hidup antara belajar, ibadah, dan bersosialisasi.
KH. Sofwan Manaf banyak menjelaskan terkait sejarah Pesantren Darunnajah. Ia kagum dengan salah seorang santri yang berani maju ke panggung dan mampu menjawab dengan benar tentang sejarah tanah Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Presiden Universitas Darunnajah tersebut juga mengingatkan urgensi peningkatan mutu pendidikan. Dalam sesi itu, ia juga mensimulasikan teknis pengajaran Bahasa Arab yang benar dan efektif.
Sementara itu, KH. Hadiyanto Arief mengingatkan bahwa pendidikan pesantren membentuk santri yang merdeka, berpikir kritis, memahami nilai-nilai Islam, serta aktif menggali dan mengamalkan potensi diri. Beliau berpesan kepada semua guru dan santri agar bisa menanamkan nilai keikhlasan dalam setiap perbuatan, pentingnya karakter mandiri, dan semangat untuk selalu menebar kebaikan bagi diri sendiri, orang lain, dan masyarakat.
Acara kuliah umum berlangsung hingga pukul 12.00 WIB dengan suasana hangat dan khidmat. Melalui Khutbatul Arsy, santri dan guru diharapkan semakin memahami nilai-nilai pesantren, lebih semangat dalam berbuat, dan bisa mengaplikasikan ilmu serta akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Kuliah umum ini bukan sekadar acara tahunan, tetapi momen penting untuk menumbuhkan karakter positif, semangat belajar, dan pengabdian kepada Allah SWT.
