Empat Guru Darunnajah Antusias Ikuti Pelatihan Imam & Khatib Di Dewan Dakwah - 5 Empat Guru Darunnajah Antusias Ikuti Pelatihan Imam & Khatib Di Dewan Dakwah - 5

Empat Guru Darunnajah Antusias Ikuti Pelatihan Imam & Khatib Di Dewan Dakwah

Revitalisasi dan optimalisasi berbagai program pesantren terus diupayakan. Termasuk kegiatan harian dan pekanan, misalnya terkait imamah (memimpin sholat berjama’ah) dan khithabah (khutbah Jum’at).

Ustadz Abdul Hakim Firanda membaca Surat dibimbing nara sumber

Ihtiar tersebut, antara lain tampak dengan akan diselenggarakannya Tadrib Imamah wal Khitabah (Pelatihan Menjadi Imam & Khatib) bagi guru dan santriwan senior kelas 5 TMI (XI MA/SMK) pada Selasa, 24 Sya’ban 1445 H/ 5 Maret 2024 di aula Al Ghazali.

Sebelum pelatihan intern tersebut diselenggarakan, Pesantren Darunnajah 2 Cipining telah mengutus empat guru sebagai peserta Training Imam & Khatib oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), pada Ahad, 3 Maret 2024. Walhasil, pola yang lazim di pesantren adalah ToT (Training of Trainers).

Peserta Darunnajah bersama nara sumber

Empat peserta tersebut adalah Ustadz Achmad Hanief Jiddan, S.Pd. (Wakil Direktur Departmen SDM & Kepala Asrama), Ustadz Insan Jamil Nurrabbani (Kepala Divisi Ibadah), Ustadz Abdul Hakim Firanda (Kepala Divisi Baca Tulis Al Qur’an) dan Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I., M.Pd. (Penjamin Mutu Pendidikan). Mereka dengan antusias mengikuti pelatihan dari pukul 08.00- 17.00 wib.

Berlokasi di Menara Dakwah lantai delapan gedung DDII Jakarta, training penting ini menghadirkan nara sumber berkompeten sekaligus pakar serta praktiksi di bidangnya masing-masing. Dr. Ahmad Annuri, M.A., selaku keynote speaker, berhasil membangkitkan motivasi keikhlasan dan semangat menambah ilmu pengetahuan bagi imam dan khatib. Doktor alumni UIKA Bogor tersebut, berbagi kisahnya sebagai delegasi Indonesia mengahdiri pertemuan para pakar Qira’ah di Istambul Turki. Juga, pengalaman empiris berdakwah di berbagai pelosok negeri. Termasuk kisahnya yang ‘very inspiring’ sebagai pembicara Tabligh Akbar di Bengkalis. Ia juga mengingatkan pentingnya keberlangsungan dakwah islamiyah, agar tidak terjadi lagi orang Muslim yang murtadz. Dalam hal ini, dinukil kisah nyata kampung ‘Berkat Ilahi’ yang merupakan hasil penamaan dari Bung Hatta.

Bersama Dr. Ahmad Annuri, M.A.

Sesi Leadership for Khatib oleh Dr. Muhammad Hanif, M.Pd.I., sangat berkesan di hati para peserta pelatihan. Ia memaparkan sekaligus mensimulasikan terkait 3V: pertama, Visual seorang khatib yang dinilai dari postur, gestur, serta pakaian. Kedua, Vocal yang meliputi artikulasi, voice, intonasi, jeda dan poin. Ketiga, Verbal yang digambarkan dengan detail terkait Why (apa niat atau tujuan penyampaian materi khutbah), What (apa tema pembahasannya), How (bagaimana pelaksanannya), What if (apa resiko dan konsekuensi logis jika dikerjakan atau tidak dikerjakan perkara tersebut), dan terkahir Conclusion (kesimpulan dari penyampaian berupa ajakan, larangan dan lainnya). Dengan kiat tersebut, meski waktunya relatif singkat namun khutbah tetap terkategori Panca At: Singkat, Padat, Memikat, Diingat, Bermanfaat.

Bakda Dzuhur dan makan siang, peserta pelatihan yang berjumlah lebih dari 60 orang tersebut, dilatih untuk menjadi imam sholat yang baik dan standar oleh Ustadz Aswan Haidi, M.Pd.I. Antara lain, dipraktekan langsung bagaimana optimalisasi imam dalam meluruskan shaf sholat. Juga, diajarkan dan praktek langsung membaca Surat Al Fatihan dan Surat At Tin dengan Maqam Ar Rast, Al Kurdi dan Al Jiharkah. Hal ini sangat perlu dan penting diperhatikan oleh para imam sehingga membantu pengondisian kekhusyu’an sholat jama’ah. Jangan jadi imam ‘yang menyiksa’ makmun karena standarisasi bacaan yang belum terpenuhi, misalnya. Tidak tertinggal, para peserta dilatih olah pernafasan perut agar dalam membaca Al Qur’an lebih nyaman dan menambah kekhusyu’an.

Ustadz Muhlisin sampaikan testimoni usai pelatihan

Sesi terakhir Bakda Ashar merupakan sesi penampilan dan penilaian. Teknisnya, seluruh peserta yang datang dari Jabodetabek ini, sejak pagi sudah dibagi ke dalam empat kelompok. Setiap kelompok mengutus satu orang Khatib dan satu orang Imam. Bersama anggota kelompok masing-masing, mereka adakan simulasi ceramah atau Kuliah Ramadhan (Kurma) dan diteruskan dengan sholat Tarawih. Selesai penampilan dari empat kelompok, para nara sumber langsung menyampaikan hasil pengamatan dan penilaiannya, baik yan berupa poin positif (kelebihan) maupun negatif (kekurangan) dari setiap penampilan. Dari delapan peserta yang tampil, dua utusan Pesantren Darunnajah 2 Cipining terpilih menjadi Imam terbaik atas nama Ustadz Abdul Hakim Firanda mewakili kelompok 4 dan Khatib terbaik atas nama Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom mewakili kelompok 3.

Meski cukup marathon namun pelatihan ini berjalan dengan full fighting spirit karena dikondisikan oleh host yang energik, ciamik dan unik. Yel-yel ‘Training Imam & Khatib, Semangat Bisa, Luar Biasa,Allaahu Akbar’! berkali-kali memenuhi ruangan jelang pergantian dan atau permulaan sesi.

Perfotoan peserta bersama trainner dan panitia penyelenggara

Pertemuan juga dimaksudkan menjalin kerjasama yang lebih efektif positif konstruktif Dewan Dakwah dengan masjid-masjid, pesantren dan lembaga Islam lainnya. Terutama dalam mendukung dan menyokong program Dakwah Pedalaman. Para peserta sempat dibuat takjub ketika menyimak laporan dan menyaksikan video perjalanan dakwah di daerah-daerah terpencil nan jauh dari keramaian dan peradaban. Terlebih lagi, ketika menyimak dengan seksama puluhan orang bersama-sama melafadzkan Syahadatain pertanda mereka masuk Islam. Sungguh membahagiakan sekaligus mengharukan. Oleh karenanya, tugas dakwah merupakan tugas mulia kita semua. Keterlibatan setiap muslim sebagai sesama saudara, sangat dinantikan sebagai wujud kerjasama. Semoga!. (Wardan/Mr.MiM).