Menu

Guru Darunnajah Menjadi Khatib Jum’at dan Imam Dadakan di Tengah-tengah Bencana

Sukajaya

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Perjalanan kaki mengantarkan bantuan logistik untuk warga kampung Lebak Sanap Desa Cisarua Kecamatan Sukajaya akan menjadi pengalaman berharga tiada terlupa sepanjang masa.

Disamping kondisi jalan dan cuaca yang membuat hati dag dig dug karena di sisi atasnya  tampak jelas bukit yang longsor setinggi 20 – 25 meter dan di sisi bawahnya jurang yang cukup dalam dan curam. (Keterangan lengkap silahkan baca tulisan: Korban Bencana Memanggil Kita!).

Guru Darunnajah Menjadi Khatib Jum'at dan Imam Dadakan di Tengah-tengah Bencana
Guru Darunnajah Menjadi Khatib Jum’at dan Imam Dadakan di Tengah-tengah Bencana

Ternyata juga ada sisi lain yang cukup membuat kami tim relawan Darunnajah mengelus dada yakni terkait kesiapan ibadah sholat Jum’at.

Kami tiba di kampung tersebut sekira pukul 11.40 wib dan ternyata pak Amir selaku pemandu jalan dari Ciberani ke Lebak Sanap yang notabene juga sebagai tokoh masyarakat Lebak Sanap menginfokan bahwa ustadz-ustadz setempat sedang keluar mencari bantuan untuk korban musibah walhasil petugas Mu’adzin, Khatib dan Imam diserahkan kepada tim relawan Darunnajah.

Nah, sebagai relawan yang paling ‘banyak usia’ maka serta-merta saya didaulat untuk menjadi Khatib. Saya tidak langsung mengiyakan tetapi minta dicek lagi barangkali dari tuan rumah ada yang siap karena kami sebagai tetamu.

Sampai jelang Adzan pertama tidak ada kejelasan sehingga ustadz Husnul Moebarok El-Noor langsung bertindak jadi Mu’adzin pertama disusul ustadz Mukmin Hidayat sebagai Mu’adzin kedua.

Pakaian saya basah semua dan tidak bawa gantinya. Akhirnya dengan sarung dan baju koko sangat kecil ukurannya alis ngepres body yang dipinjamin oleh pemuda setempat saya jadi khatib tanpa peci dan juga tanpa mimbar.

Khutbah singkat namun insyaAllah padat tentang keutamaan Taqwa: persaudaraan hakiki kekal sampai surga, bekal terbaik menuju akherat dan solusi dari setiap masalah/musibah selesai disampaikan. Dalam Khutbah kedua dominan diisi doa munajat kepada Allah SWT Tuhan Penguasa Alam.

Seusai Khutbah kedua, saya masuk ke shoff Sholat bersama para jama’ah dan ternyata setelah Iqomah dikumandangkan tidak ada yang maju siap jadi Imam. Untuk kedua kalinya harus maju lagi menjadi Imam sholat Jum’at.

Sukajaya
Sukajaya

Suasana hati tiada tertahan ketika sampai bacaan lita’ârafû….untuk saling kenal-mengenal…ya hari itu kami merasakan betul indahnya ukhuwwah imaniyah. (WARDAN/Mr. MIM & Mbafer)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Serunya Diskusi Bidayatul Mujtahid Bersama Syaikh Dr. Shawki

Untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya, Sekolah TInggi Agama Islam (STAI) Darunnajah mengadakan diskusi mingguan “Kajian Bidayatul Mujtahid”. Kegiatan yang berlangsung setiap hari Selasa ini menghadirkan pembicara