Fadhilatusy Syaikh Dr. Hasan bin Abdul Hamid Bukhari (Imam Tarawih Masjidil Haram)

Fadhilatusy Syaikh Dr. Hasan bin Abdul Hamid Bukhari (Imam Tarawih Masjidil Haram)

Jum’at, 18 Oktober 2019/19 Shafar 1441, Fadhilatusy Syaikh Dr. Hasan bin Abdul Hamid Bukhari, Imam Tarawih Masjidil Haram, serta Dekan Institut Pengajaran Bahasa Arab untuk Penutur Asing Universitas Umm al-Qura, Makkah al-Mukarramah berkesempatan menjadi Imam dan Khatib Salat Jum’at di Masjid Jami’ Darunnajah Jakarta.

Dalam khutbahnya, Syaikh Dr. Hasan Bukhari, yang juga Pengajar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyampaikan keutamaan menuntut ilmu, diantaranya adalah “Allah SWT akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat” (al-Quran surat al-Mujadalah ayat 11). Begitu juga banyak hadits Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan keutamaan-keutamaan para penutut ilmu, “Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya kepadanya urusan agama” (Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Dalam sabda Nabi Muhammad SAW., lainnya “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (Hadits Riwayat Imam Muslim), serta dalam sabda Nabi Muhammad SAW lainnya “Keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang-bintang” (Hadits Riwayat Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibnu Hibban).

Dalam menuntut ilmu, seorang penuntut ilmu senantiasa harus memiliki niat yang ikhlas karena Allah SWT, bukan karena tujuan dunia, tujuan jabatan atau karena agar disebut-sebut oleh orang lain. Sebagaimana penjelasan Nabi Muhammad SAW atas ancaman yang melakukan hal tersebut dalam hadits 3 orang yang mendapatkan pembalasan di akhirat, orang yang mati ketika berperang, orang yang bersedekah, serta orang yang belajar agama dan mengajarkannya, dan membaca al-Quran bukan karena Allah SWT.

Dalam akhir khutbahnya, Syaikh Dr. Hasan Bukhari mengajak para jamaah salat jumat untuk senantiasa membersihkan jiwa dan hati dari keringnya jiwa dan kerasnya hati dengan cara tazkiyatunnufus, memperbaiki akhlak dan adab dengan cara meningkatkan ibadah hati, mencintai Allah SWT, memiliki rasa takut kepada-Nya, mengagungkan-Nya, berperasangka baik kepada-Nya, jujur kepada-Nya, tawakkal kepada-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya agar ilmu yang dipelajari dapat masuk, bermanfaat bagi dirinya dan orang-orang disekitarnya.

Baca Juga “Imam Tarawih Masjidil Haram Sampaikan Tausiyah Untuk Santri Darunnajah