Ruang BLK Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai menjadi saksi antusiasme santri dalam pertemuan perdana ekstrakurikuler jurnalistik. Ustadzah Nurhidayah membuka sesi dengan pertanyaan sederhana namun mendasar: “Siapa yang tahu apa itu jurnalistik?” Berbagai jawaban spontan bermunculan dari para santri yang penasaran dengan dunia tulis-menulis.
Pengenalan dimulai dari pengertian paling dasar tentang ilmu jurnalistik. “Jurnalistik adalah kegiatan mencari, mengumpulkan, dan menyajikan informasi secara sistematis,” jelas Ustadzah Nurhidayah dengan bahasa yang mudah dipahami. Para santri mulai memahami bahwa jurnalistik lebih dari sekadar menulis cerita, tetapi membutuhkan keterampilan khusus dalam menyampaikan informasi.
Materi pertama difokuskan pada pemahaman dasar tentang berita dan informasi. Para santri diajak mengenali perbedaan antara fakta dan opini, serta pentingnya akurasi dalam setiap tulisan. Ustadzah Nurhidayah menekankan bahwa seorang penulis harus selalu mengutamakan kebenaran dan kejujuran dalam menyampaikan informasi.
Dalam konteks pesantren, jurnalistik memiliki peran penting untuk mendokumentasikan kegiatan dan prestasi santri. “Kalian bisa menulis tentang kegiatan tahfidz, lomba pidato, atau program bakti sosial pesantren,” ungkap Ustadzah Nurhidayah. Beliau menjelaskan bahwa lingkungan pesantren menyediakan banyak peristiwa menarik yang layak ditulis dan dibagikan.
Al-Quran memberikan landasan kuat tentang pentingnya menyampakan informasi dengan benar. Surah Al-Hujurat ayat 6 mengajarkan prinsip tabayyun atau verifikasi sebelum menyebarkan berita. Prinsip ini menjadi fondasi etika jurnalistik Islam yang harus dipegang teguh oleh setiap penulis muslim.
Program ini dirancang khusus untuk mengembangkan kemampuan menulis santri tentang kehidupan pesantren. Target utamanya adalah para santri mampu mendokumentasikan kegiatan sehari-hari, prestasi teman-teman, dan program-program unggulan pesantren dalam bentuk tulisan yang berkualitas. Hasilnya nanti akan dipublikasikan di media internal pesantren.
Inisiatif ekstrakurikuler jurnalistik ini membuktikan komitmen Darunnajah dalam mengembangkan bakat menulis santri. Kemampuan menyampaikan informasi dengan baik merupakan bekal penting untuk masa depan para santri. Program ini diharapkan melahirkan generasi yang literat dan mampu berkomunikasi efektif.
