
Dumai – Di tengah beragam pilihan kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai, ekstrakurikuler Hadroh mencuri perhatian sebagai kegiatan yang paling diminati oleh para santri. Seni musik islami yang kaya akan nilai spiritual dan kultural ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media dakwah dan pengembangan karakter santri yang efektif.
Pesona Hadroh di Mata Santri
Hadroh, atau yang juga dikenal dengan sebutan Sholawat Banjari, merupakan bentuk seni musik tradisional Islam yang menggunakan alat musik rebana dengan diiringi lantunan sholawat dan syair-syair pujian kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Di Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai, ekstrakurikuler Hadroh telah menjadi magnet tersendiri yang menarik minat puluhan santri, baik putra maupun putri.
Tingginya antusiasme santri terhadap ekstrakurikuler Hadroh bukan tanpa alasan. Kegiatan ini menawarkan perpaduan unik antara seni, spiritualitas, dan kebersamaan. Para santri tidak hanya belajar memainkan alat musik rebana dan menghafal syair-syair sholawat, tetapi juga merasakan kedamaian spiritual dan ikatan emosional yang kuat dengan sesama anggota grup Hadroh.
Setiap sesi latihan Hadroh selalu dinanti-nantikan oleh para santri. Mereka berkumpul dengan penuh semangat, membawa rebana masing-masing, dan berlatih dengan penuh konsentrasi di bawah bimbingan ustadz dan ustadzah serta santri senior yang kompeten. Suasana latihan yang penuh kekeluargaan, diselingi tawa dan motivasi, membuat Hadroh bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa, tetapi menjadi keluarga kedua bagi para santri.
Repertoar yang dipelajari dalam ekstrakurikuler Hadroh sangat beragam, mulai dari sholawat klasik seperti Ya Nabi Salam Alaika, Sholawat Badar, Allahul Kafi, hingga sholawat kontemporer yang lebih populer di kalangan generasi muda. Keberagaman repertoar ini memastikan para santri tidak merasa bosan dan terus termotivasi untuk belajar.

Proses Latihan yang Intensif
Latihan Hadroh dilaksanakan secara rutin dan terjadwal dengan disiplin tinggi. Setiap kelompok memiliki jadwal latihan tetap yang biasanya dilaksanakan pada sore hari setelah kegiatan belajar formal selesai, atau pada waktu-waktu khusus yang telah ditentukan oleh pesantren.
Dalam setiap sesi latihan, para santri tidak hanya berlatih memainkan alat musik, tetapi juga melatih kekompakan tim. Mereka belajar mendengarkan irama satu sama lain, menyesuaikan tempo, dan menciptakan harmoni yang indah. Kekompakan ini sangat penting karena dalam penampilan Hadroh, setiap anggota harus saling mendukung agar menghasilkan pertunjukan yang memukau.
Para santri juga dilatih untuk tampil dengan percaya diri di depan publik. Mereka berlatih ekspresi wajah, gerakan tubuh yang sesuai dengan irama, dan cara berinteraksi dengan penonton. Semua aspek ini dipelajari secara bertahap hingga para santri benar-benar siap untuk tampil dalam berbagai acara, baik internal pesantren maupun acara eksternal di masyarakat.
Ekstrakurikuler Hadroh memberikan dampak positif yang sangat luas dan berkelanjutan:
Bagi Santri
Peningkatan Kecerdasan Musikal dan Seni
Melalui Hadroh, santri mengembangkan kecerdasan musikal mereka. Mereka belajar tentang irama, tempo, harmoni, dan dinamika musik. Kepekaan terhadap nada dan kemampuan mendengar secara aktif terasah dengan baik. Kecerdasan musikal ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan kognitif lainnya, termasuk matematika dan bahasa.
Penguatan Spiritualitas dan Kecintaan kepada Rasulullah
Setiap kali melantunkan sholawat, santri merasakan kedekatan spiritual dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Hati mereka menjadi lebih lembut, jiwa lebih tenang, dan iman semakin kuat. Hadroh menjadi media untuk mengekspresikan cinta kepada Nabi Muhammad SAW secara konkret dan emosional.
Pengembangan Kepercayaan Diri dan Public Performance
Tampil di depan publik memerlukan keberanian dan kepercayaan diri. Para santri yang mengikuti Hadroh akan terbiasa tampil dalam berbagai acara, baik di lingkungan pesantren maupun di masyarakat luas. Pengalaman ini membangun mental yang kuat dan kemampuan berkomunikasi secara non-verbal melalui seni.
Pelatihan Keterampilan Motorik dan Koordinasi
Memainkan rebana memerlukan koordinasi antara mata, tangan, dan pendengaran. Para santri melatih motorik halus mereka, ketepatan ritme, dan kemampuan multitasking (memainkan alat sambil menyanyikan sholawat). Keterampilan motorik yang baik ini bermanfaat untuk berbagai aktivitas lain dalam kehidupan.
Pembelajaran Nilai Kerjasama dan Solidaritas
Hadroh adalah seni kolektif yang membutuhkan kekompakan tim. Tidak ada yang bisa tampil sendiri; semua harus saling mendukung. Para santri belajar pentingnya mendengarkan orang lain, menyesuaikan diri dengan tim, dan mengutamakan kepentingan bersama. Nilai-nilai ini sangat penting dalam kehidupan sosial dan profesional.
Pengelolaan Emosi dan Stres
Musik telah terbukti secara ilmiah sebagai terapi yang efektif untuk mengelola stres dan emosi. Lantunan sholawat yang lembut dan irama rebana yang menghentak memberikan efek relaksasi dan ketenangan batin. Para santri yang mengikuti Hadroh cenderung lebih tenang, lebih mampu mengelola tekanan akademik, dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik.
Pelestarian Budaya Islam dan Identitas Keislaman
Dengan mempelajari Hadroh, santri turut melestarikan budaya Islam yang telah diwariskan turun-temurun. Mereka menjadi pewaris tradisi yang kaya dan bertanggung jawab untuk meneruskannya kepada generasi berikutnya. Ini menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas keislaman dan budaya pesantren.
Media Dakwah yang Efektif dan Menarik
Hadroh adalah salah satu media dakwah yang paling efektif karena menyentuh hati melalui keindahan seni. Ketika grup Hadroh pesantren tampil di acara-acara masyarakat, mereka tidak hanya menghibur tetapi juga menyebarkan nilai-nilai Islam. Masyarakat yang mungkin enggan datang ke pengajian konvensional, akan tertarik dengan pertunjukan Hadroh.
Jaringan Kerjasama dan Silaturahmi
Melalui penampilan di berbagai acara, pesantren membangun jaringan luas dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi Islam, hingga lembaga pendidikan lain. Jaringan ini sangat bermanfaat untuk pengembangan pesantren di masa depan. dan tak luput pula hadroh santri al-harokah darunnajah 12 dumai turut serta mengisi dalama acara kemasyarakatan
Harapan dan Visi ke Depan
Pihak pesantren berharap ekstrakurikuler Hadroh dapat terus berkembang dan bahkan menjadi salah satu ciri khas Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai.
Ekstrakurikuler Hadroh di Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai telah membuktikan dirinya sebagai kegiatan yang sangat diminati dan bermanfaat. Lebih dari sekadar kegiatan seni, Hadroh adalah media dakwah, sarana spiritual, dan wadah pengembangan karakter yang komprehensif.
Tingginya minat santri terhadap Hadroh menunjukkan bahwa generasi muda Islam tetap memiliki kecintaan terhadap tradisi dan budaya islami. Dengan bimbingan yang tepat dan dukungan penuh dari pesantren, para santri dapat mengembangkan bakat mereka sambil terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Semoga ekstrakurikuler Hadroh terus berkembang, melahirkan generasi-generasi santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kepekaan seni dan budaya. Semoga setiap lantunan sholawat yang dikumandangkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, dan menjadi wasilah untuk meraih kecintaan dan syafaat Rasulullah SAW di hari akhir.
