Rasulullah Muhammad SAW bersabda yang mafhumnya umat Islam laksana satu tubuh, jika ada salah satu bagian tubuh yang sakit, maka anggota tubuh lainnya ikut merasakannya dengan demam dan tidak bisa tidur.

Dalam Hadits lainnya, Rasulullah juga mengingatkan bahwa bukan termasuk golongan umat Islam (laisa minnaa) jika ada muslim yang tidak peduli (abai) terhadap urusan muslim lainnya.

Berempati adalah memposisikan diri kita pada posisi orang lain (yang sedang berduka), serta ikut merasakannya.

Senin, 21 November 2022, Indonesia kembali berduka, ibu pertiwi menangis. Sekira pukul 13.20 wib Cianjur yang berada di Propinsi Jawa Barat diguncang gempa dahsyat berkekuatan 5,6 richter. Ratusan orang meninggal dunia. Ribuan bangunan roboh, luluh lantak rata dengan tanah. Beberapa wilayah seketika menjadi kampung/desa mati. Ribuan orang mengungsi, termasuk anak-anak dan manula. Kondisi yang sangat menyesalkan dada.

Civitas Pondok Pesantren Darunnajah pusat dan cabang, meski sedang fokus menjalankan Ujian Semester Gasal, tetap berupaya peduli dengan pembagian tugas: sebagian tetap fokus menjalankan amanah pendidikan santri dan mahasantri di pesantren dan sebagiannya ikut terjun langsung membawa dan membagikan donasi serta aneka macam bantuan kepada saudara/i korban gempa di Cianjur yang memang sangat memerlukan bantuan.

Komponen Darunnajah yang terjun langsung ke kawasan bencana terdiri dari asatidzah (dewan guru), mahasantri dan alumni yang tergabung dalam kelompok Sahpala (Santri Darunnajah Pecinta Alam).
Berikut ini laporan Andi Wahyudi (mahasantri Universitas Darunnajah Kampus 2, semester 7): Pagi sekitar pukul 04.39 wib (Sabtu, 26 November 2022) tim dari Darunnajah 2 Cipining telah sampai di pemukiman warga Kabupaten Cianjur yang tepatnya pada Kecamatan Cugenang, Desa Padaluyu rt 03 rw 07, Kampung Barujamas, dari data yang kami dapatkan jumlah penduduk sekitar 96 Kk, dan 318 Jiwa.

Berdasarkan wawancara sekilas yang dilakukan terdapat informasi bahwasanya gempa ini merupakan yang pertama kali dan ini menjadi catatan baru dalam sejarah di kabupaten Cianjur Jawa Barat. Menurut warga setempat di kampung Barujamas gempa terjadi sekitar 3 detik, akan tetapi ketua RT kampung Barujamas mengatakan gempa terjadi sekitar berdurasi 6 detik.
Bukan hanya itu dari liputan yang kami dapatkan di Desa Padaluyu tidak ada korban jiwa yang meninggal, akan tetapi terdapat penduduk yang mengalami luka-luka ringan.

Kegiatan relawan/volunteer Darunnajah 2 Cipining, antara lain:
1.Pendirian Posko Relawan Mahasiswa,
2.Kajian Pagi masyarakat sekitar bekerjasama dari Kompolatpol,
3. Pendirian Posko kesehatan,
4. Pelayanan kesehatan untuk masyarakat,
5. Penyaluran Bantuan untuk masyarakat, dan
6. Membantu meyalurkan makanan.

Donasi bantuan masih sangat diperlukan. Kedatangan relawan secara beragantian /shiff juga sangat dinantikan. Terlebih tersiar informasi, sebagaian warga tidak hanya gempa yang menjadi cobaan, namun juga mendapat ujian keimanan (baca: ancaman pemurtadan). Saatnya, kita lebih peduli, baik langsung maupun tidak langsung. (Wardan).