Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
(QS: Ali Imran Ayat: 110)

Berangkat dari program kerja dan rutinitas dalam agenda Dompet Dhuafa. Sebuah lembaga yang bertindak menerima, mengelola dan menyalurkan zakat, infaq, shodaqoh, hibah, wakaf dll, salah satu programnya adalah Da’i Samudera.
Untuk memajukan kaderisasi Da’i, khususnya di lingkungan Pesantren Darunnajah Cipining, Bogor perlu adanya kepedulian ummat yang harus direalisasikan langsung dalam kehidupan bermasyarakat. Pesantren Darunnajah Cipining Bogor berdiri dan untuk semua golongan. Program pembelajaran dakwah dan kemasyarakatan juga telah dilaksanakan dan terus digencarkan oleh seluruh santriwan dan santriwati dari kelas VII MTs/SMP (1 TMI) sampai dengan jenjang kelas XII MA/SMK (6 TMI). Mulai pengajian di lingkungan masyarakat, halal bihalal, Safari Da’wah libur semester gasal, hingga agenda Praktik Da’wah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) yang dilaksanakan khusus oleh kelas 6 TMI (Tarbiyatul Mu’allimien/at Al-Islamiyyah). Salah satu tujuannya adalah agar mereka mampu berda’wah dan bermasyarakat dengan baik sesuai dengan syari’at Islam.
Alhamdulillah pada akhir Desember 2014 bertepatan dengan tanggal 30 Desember 2014 s.d. 04 Januari 2015 salah satu dewan guru Darunnajah Cipining, Ustadz Husnul Mubarok, S.Pd didampingi Ustadz H. Imran Baihaqi, Lc, M.A (salah satu dosen UMJ Ciputat) diberi kesempatan oleh Dompet Dhuafa untuk mengikuti program Da’i Samudera di Kapal KM. Lawit dan KM. Ciremai (PELNI) selama enam hari. Berlabuh dari Pelabuhan Tanjung Priuk, Tanjung Batu, Tanjung Pandan, Kalimantan dan berakhir di Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya).

Selama pelaksanaan program tersebut Alhamdulillah tugas-tugas/amanat dapat dikerjakan dengan baik dan lancar. Diantara tugas-tugas kegiatan tersebut meliputi:
1. Mengadakan kegiatan kajian Islam selama perjalanan
2. Menjadi Imam shalat fardhu selama perjalanan
3. Melaksanakan konseling keagamaan terhadap awak dan penumpang kapal KM. Lawit dan kapal KM. Ciremai (PELNI)
4. Bertanggung jawab kepada Manager LPM Dompet Dhuafa
5. Menyerahkan laporan hasil pelaksanaan program Da’i Samudera kepada Manager LPM Dompet Dhuafa.

Selama perjalanan kami melaksanakan shalat mafrudzah dalam 3 waktu (Dzuhur, Maghrib dan Shubuh), shalat dzuhur-ashar dilaksanakan dalam waktu dzuhur dengan niat jamak taqdiem qashar. Maghrib dan isya dilaksanakan pada waktu maghrib, sholat shubuh seperti biasa. Arah kiblat selalu berpindah arah menyesuaikan dengan posisi laju kapal. Pada pelaksanaan shalat jum’at kami juga diberikan kesempatan untuk menjadi Mu’azin, Khatib sekaligus Imam.
Selain tugas-tugas tersebut, kami juga berupaya untuk bersinergi mengisi kegiatan-kegiatan kajian islam, dzikir bersama sekaligus konseling agama bersama dengan Jama’ah Tabligh dari Indonesia, India, Pakistan dll yang dilakukan dalam Masjid, ruang istirahat, Dek kapal penumpang kelas Ekonomi, Bisnis maupun Executive.
Pada Agenda akhir tahun kami juga diberikan kesempatan untuk bergabung dalam acara Penutupan Tahun 2014 yang diikuti oleh seluruh Staff Kapal KM. Lawit meliputi Nahkoda/Perwira, Bintara, Tamtama, dan ABK (Anak Buah Kapal) beserta seluruh rekan kerja dan karyawan yang berada didalam KM. Lawit. Agenda dimulai tepat pukul 20.00 s.d. 24.00 WIB, tanggal 31 Desember 2014 diawali dengan sambutan-sambutan dari Nahkoda diteruskan pemotongan tumpeng (Nasi Kuning) dan dilanjutkan prasmanan.

Dalam sambutan Mu’allim (Staff Bagian Agama) Agenda tersebut berjalan setiap akhir tahun yang bertujuan untuk memupuk tali silaturrahim antar sesama penumpang kelas 1-2 beserta seluruh staff KM. Lawit sekaligus sedikit muhasabah dan do’a bersama yang diharapkan tahun yang akan datang bisa menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.
Selama perjalanan kami diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk bergabung dan mengajak kepada penumpang, khususnya ummat muslim agar saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan taqwa. Bahkan ketika transite dalam beberapa pelabuhan kami turun sekedar melepas kejenuhan dalam kapal.
Kapal KM. Lawit tiba di pelabuhan Tanjung Merak-Surabaya pada tanggal 03 Januari 2015 pukul 13.00 siang. Di kota tersebut rombongan Da’i berkeliling Kota Surabaya menunggu datangnya Kapal KM. Ciremai yang akan mengantarkan kembali ke Tanjung Priuk Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 18.00.
Selama transit perjalanan di Surabaya rombongan berziarah ke makam Sunan Ampel. Dikarenakan keterlambatan KM. Ciremai yang terkendala ombak tidak stabil maka kami berangkat pada pukul 24.00 dinihari menuju Tanjung Priuk, agenda yg seharusnya berakhir pada tanggal 04 Januari menjadi 5 Januari 2015.
Alhamdulillah selama perjalanan kami diberikan kesehatan serta kekuatan untuk melaksanakan amanat suci tersebut.

Semoga dengan adanya langkah awal dari adanya program Dai Samudera akan menjadikan syi’ar dan kejayaan ummat Islam akan semakin terjaga, syari’at dan pengetahuan tentang Islam semakin luas, serta keberadaan ummat muslim semakin aman sehingga kewajiban amar ma’ruf nahi munkar tetap terlaksana sampai hari ahkir nanti.
Semoga langkah kita semua senantiasa bernilai ibadah sehingga kehidupan kita semakin barokah sehingga keberadaan kita selalu bermanfaat bagi yang lain, sebuah pepatah bijak mengatakan “Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain”. Da’wah kita sebagai ummat muslim tidak sebatas dengan pidato, ceramah agama, ta’lim dll, akan tetapi da’wah yang sebenarnya adalah segala aktifitas kita yang kita lakukan sehari-hari baik dalam bentuk lisan, tingkah laku, belajar formal, mengajar maupun pergaulan langsung dalam kehidupan bermasyarakat yang senantiasa terus memperjuangkan kalimat Allah SWT. [WARDAN/H. Mubarook Noor]