Berlayar Ditengah Samudera untuk Berdakwah dan Memperkuat Ukhuwah Islamiyah

Kapal Dai Samudera

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
Kapal Dai Samudera
Kapal Dai Samudera

Dompet Dhuafa melalui Cordofa (Corps Dai Dompet Dhuafa) kembali memberangkatkan Dai Samudra, yaitu Ustadz Mulyadi dan Ustadz Prasda pada tanggal 24 November 2018. Tidak seperti pelayaran-pelayaran sebelumnya yang tujuan akhirnya adalah Pelabuhan Banda Neira, tujuan akhir pelayaran kali ini adalah Mataram, Lombok.

Adapun tujuan dari dipilihnya Lombok sebagai pelabuhan akhir adalah untuk kolaborasi program dengan Dai Relawan yang sedang berjalan di Lombok. Cordofa melihat bahwa Lombok hari ini masih perlu mendapatkan penguatan dari sisi spiritual, maka dengan dikirimnya Dai Samudra ke Lombok, akan lebih bisa dirasakan manfaatnya oleh para penyintas di sana.

Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 4 hari 5 malam untuk sampai ke Pelabuhan Ampenan Mataram. Dai berangkat dari Tanjung Priok tanggal 25 pukul 01.00 WIB. Perjalanan selama 4 hari diisi dai dengan silaturahim ke kapten kapal 8. muallim musholla, tausiyah ba’da shalat serta diskusi bersamajamaah.

Ada lebih dari 150 jamaah yang turut hadir shalat jamaah setiap kali shalat dilaksanakan. Beberapa kali di seIa-sela istirahat ba’da shalat, ada juga jamaah yang berkonsultasi. Selain tabligh ke jamaah, dai juga berdiskusi dengan penumpang kapal pada umumnya di luar musholla.

DAI Samudera
DAI Samudera

Perjalanan Jakarta-Surabaya yang menggunakan KM Dorolonda dilanjutkan dengan KM Egon dari Surabaya hingga Mataram. Perjalanan akhirnya sampai di Ampenan tanggal 29 November 2018 pukul 12.00 WITA. Dai kemudian bergabung dengan Ustadz Surya Aripin (Dai Relawan Dompet Dhuafa) yang sudah Iebih dulu berada di Lombok sejak 18

Kedua utusan Pesantren Darunnajah 2 Cipining mengikuti kegiatan tersebut selama 3 minggu di di daerah Tanah song, Desa Jenggala, Kec. Tanjung, Lombok Utara.

“Dan Alhamdulillah tanggapan dari masyarakat di sini sangat luar biasa, senag sekali dengan kedatangan kami, serta sangat membantu para masyarakat dalam hal memperkuat Ukhuwah Islamiyah” Begitulah ungkap Ustadz Prasda Eka Dharma.

Inilah yang diharapkan oleh Pesantren Darunnajah 2 Cipning. Salah satunya adalah mencetak generasi yang Mubaligh yaitu generasi yang mampu menyampaikan syiar islam keseluruh penjuru dunia. Seklaigus mengamalkan ilmu ditengah-tengah masyarakat.(WARDAN/Mbafer)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
TK Darunnajah Jakarta

Pentingnya Ilmu

Ilmu adalah cahaya yang menyinari disaat gelap menerpa. begitu pentingnya ilmu sampai ungkapan sahabat yang mengatakan ” JIka kamu menginginkan kebahagian dunia tuntulah ilmu, jika