[Celoteh Santri] Maju Terus Jamiyyahku

[Celoteh Santri] Maju Terus Jamiyyahku
Oleh: Akbar Nurwahyu
Santriwan 2 TMI
Di Darunnajah tanpa Jamiyyah, mungkin Darunnajah itu seperti pondok tanpa penghuninya. Mengapa? Karena Jamiyyah-lah yang dapat menghidupkan pondok menjadi pondok terkenal di jantung ibukota. Coba bayangkan, di Darunnajah tanpa Jamiyyah, Siapa yang mengumandangkan adzan setiap waktunya, siapa yang membaca ayat suci Al-Quran setiap menjelang waktu shalat, siapa yang dapat menghafal al-quran jika nantinya diperlukan untuk imam shalat Tarawih, siapa yang mengisi majelis Ta`lim selain ustadz, dan juga siapa yang dapat suaranya indah ketika shalawatan? Jawab siapa? Ustadz? Yah tidak mungkin. Ustadz aja masih banyak yang sibuk dengan pekerjaannya, contohnya: Mengurus nilai-nilai latihan dan ulangan harian para santriwan dan masih banyak lagi kesibukan-kesibukan yang dipunyai para ustadz.

Di Darunnajah ini mempunyai jamiyyah yang tiap jamiyyah mempunyai bakatnya sendiri. Pertama, Jamiyyah Tilawah Qur`an. Jamiyyah ini sekarang sudah beranjak umur kurang lebih 24 tahun lamanya berdiri. Jamiyyah ini berisikan orang-orang yang suaranya indah nan suara Bilal Bin Rabah, dan juga orang-orang yang dapat adzan dengan suara bagus, sholawatan, dan juga nasyid. Kedua, Jamiyyah Tahfidz Qur`an. Jamiyyah ini sudah berdiri lamanya, dan sekarang umurnya kurang lebih 20 tahun. Jamiyyah ini menampung orang-orang yang mampu menghafalkan Al-Quran, dan juga membahas dan mempelajari seluk-beluk mengapa surat ini diturunkan. Ketiga, Jamiyyah Mubalighin atau dikenal dengan JM. Umurnya sekarang lebih muda daripada jamiyyah yang lainnya yaitu 15 tahun. Jamiyyah ini menyumbangkan orang-orang yang dapat ceramah apa saja di depan masyarakat dan juga mempahami ceramah yang apa ia sampaikan.

Dan sekarang ini para ustadz yang mengajar Di Darunnajah sudah membawahkan jamiyyah daripada ekskul yang lainnya. Dan sekarang ini yang paling banyak diminati para wali murid yaitu Marching Band. Padahal marcing band itu Cuma bikin berisik Dn aja, tapi di luar memang dipandang para masyarakat. Makanya sekarang jamiyyah lagi maraknya bikin lebih bangkit dan lebih dipandang oleh ustadz dan juga walimurid. Dan katanya sekarang Jamiyyah Mubalighin sedang membuat mading atau majalah dinding. Dan mading tersebut akan dipasang didepan jendela kamar JM. Dan lebih bangganya, para anggota jamiyyah diwajibkan membuat kaos 3 Jamiyyah. “Ayo para anggota jamiyyah ubahlah kemunduran ini menjadi kebangkitkan yang dramtis dan juga para mudabbir”,begitu katanya. Semoga umur jamiyyah dipanjangkan lagi dan lebih maju daripada tahun yang lalu. Amien…