Seperti biasa, usai sholat subuh berjama’ah (Jum’at, 10 Mei 2019) Masjid Jami Kampus 1 kembali menggema dengan lantunan shalawat yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Pesantren Darunnajah 2 Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc.

Masjis Jami Kampus 1

Masjis Jami Kampus 1

Pertemuan umum yang dilakukan bersama seluruh santri tersebut, memang sudah dilakukan sejak Pesantren didirikan.

Dalam pertemuan kali ini, pembahasan yang disampaikan adalah mengenai ibadah yang harus dilakukan pada bulan Ramadhan dan kesungguhan dalam menghadapi ujian walaupun ketika dalam keadaan puasa.

Pimpinan Pesantren Darunnajah 2 Cipining

Pimpinan Pesantren Darunnajah 2 Cipining

Berikut adalah isi nasehat tersebut.

Alhamdulillah, pada bulan Ramadhan ini kita bisa melaksanakan ibadah puasa dan ibadah lainnya

Jika manusia tahu akan banyaknya keutamaan dan balasan yang akan diberikan oleh Allah SWT, maka mereka pasti akan dengan cepat berebut pahala, tetapi karena Allah merahasiakan maka manusia santai-santai saja.

Beginilah Allah SWT menegaskan kepada para hambanya “Puasa hanya untukku, dan hanya aku yang akan memberikan pahala untukmu”

Semua ibadah yang dilakukan didalam bulan puasa akan dibalas sebanyak 10 kali lipat bahkan lebih.

Termasuk puasa, hanya Allah saja yang akan memberikan pahala, bahkan malaikat saja tidak mengetahuinya.

Maka hendaknya ketika puasa, disampaing puasa dengan rasa ikhlas, tetapi juga harus benar-benar karena Allah dan hanya berharap kepada_Nya.

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Siapa pun yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan pahala akan mengampuni dosa-dosa masa lalunya”.

Dengan puasa kita akan diampuni, maka tidak akan ada kesulitan disetiap hidup kita.

Kehidupan ini, sering kita melihat sesuatu yang aneh, seperti halnya, banyak yang sarjana tetapi ilmunya tidak bermanfaat.

Para santri harus ingat, bahwa ilmu itu ada yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Ada juga, ketika sekolah belajar membuat pesawat, tetapi ketika sudah lulus dia tidak bisa membuat pesawat, bahkan tidak ada perusahaan yang menerima dia untuk membuat pesawat.

Tepat sekali, ketika puasa ini kita juga bertepatan dengan waktu ujian. Hadapi ujian dengan sungguh-sungguh dan jangan lupa perbanyak do’a agar Allah memudahkan ujian kalian.

Membaca buku adalah salah satu kunci sukses

خير جليس في الزمان كتاب

“Sebaik-baiknya teman duduk adalah buku”

Usaha juga harus ditingkatkan. Bagaimana caranya?

Bisa dengan membawa kertas kecil yang berisikan hadist atau ayat tafsir atau rangkuman materi.

Kemudian ditulis juga titik-tikik sebagai penggalan hadits agar kalian terlatih untuk bisa meneruskan dan melengkapi hadits atau tafsir tersebut. Jadi, tidak perlu harus membawa buku yang tebal kemana-mana, cukup kertas kecil dengan format tersebut.

Jangan lupa ketika malam hari, kalian harus bangun untuk melaksanakan Qiyamul Lalil dan berdo’a.

Maka manfaatkan bulan Ramadhan ini, karena kita tidak tahu seberapa besarkah pahala yang akan kita dapatkan.

Perlu kalian ketahui, pada bulan Ramadhan juga ada sebuah malam yang sangat istimewa

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ 

  1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
  2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
  3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
  4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
  5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

(Q.S. Al-Qadr: 1-5)

Allah memerintahkan ketika siang kita harus berpuasa dan malam kita harus beribadah bahkan ada juga kewajiban untuk sahur. Orang yang sahur pasti akan bangun di sepertiga malam.

Hanya saja setiap orang mau atau tidak memanfaatkan waktu tersebut untuk Qiyamul Lail?

Tetapi, sebagian orang ketika sahur mereka malah tidur, jalan-jalan maka dipastikan orang tersebut tidak mandapatkan apa-apa.

Sementara diantara kita, anak-anak muda ramai-ramai keluar untuk menuju suatu tempat alasannya untuk olahraga. Nah yang seperti pasti tidak akan dapat apa-apa.

Bagaimana ketika menunggu waktu berbuka? Maka perbanyaklah untuk berdo’a.

Bagi yang membiasakan ibadah puasa dan ibadah malam hari, maka dia akan mendapatkan malam Lailatul Qadr.

Kapan waktunya?

Pada zaman Rasulullah, malam Lailatul Qadr datang pada setiap tanggal ganjil. Tetapi kit sering dibingungkan dengan tanggal yang ganjil. Karena ada yang puasanya cepat dan ada yang lambat.

Sebabnya apa?

Karena mereka melaksanakannya dengan cara yang berbedda-beda.

Solusinya?

Sekurang-kurangnya para tanggal 10 hari terakhir. Karena pada bulan Ramadhan telah ada pembagaian hari, yaitu 10 hari pertama, 10 hari kedua dan 10 hari ketiga atau terakhir. Pada 10 hari terakhir tersebutlah Rasulullah mengencangkan ibadahnya.

Ini merupakan ibadah tahunan yang hanya ada 1 tahun sekali. Jika  kita harus mendapatkan malam Lalilatul Qadr   maka perbanyaklah berdo’a dan ibadah.

Do’a akan membuat kita tenang.

Sebagai penutup, penulis dan Pesantren Darunnajah 2 Cipining mengucapkan “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1440/2019”

Semoga tulisan ini menjadi inspirasi dan bermanfaat untuk anda para pembaca yang budiman. (WARDAN/Mbafer)