Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Pimpinan Pesantren Darunnajah 2 Cipining “Hilangkan Rasa Malas!”

Jadwal Pengajian Pimpinan Pesantren Darunnajah 2 Cipining bersama para Guru, Mahasiswa dan seluruh Santri.
– Hari Sabtu, khusus guru dan mahasiswa Tahfidzul Al-Qur’an
– Hari Ahad, untuk membimbing OSDC (Organisasi Santri Darunnajah Cipining) dan Koordinator
– Hari Senin, khusus guru-guru putri yang belum menikah
– Hari Selasa, untuk guru-guru putra non tahfidz
– Hari Rabu, untuk guru-guru putra dan putri yang belum menikah
– Hari Kamis, untuk guru-guru yang sudah berkeluarga
– Hari Jum’at di Masjid untuk seluruh santri

Rabu, 04 Juli 2018 di Aula Tahfizh Al-Quran adalah pertemuan pertama peserta pengajian bersama Pimpinan Pesantren setelah liburan sekolah.

Tujuan diadakannya pengajian rutin ini, adalah untuk mendorong setiap individu dalam meningkatkan kualitas diri. Khususnya adalah para guru dan mahasiswa STAIDA. Pimpinan Pesantren Darunnajah 2 Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc selalu mengajarkan keistiqomahan melalui praktek keseharian beliau.

Beliau selalu menghabiskan waktu setiap harinya, bersama para guru dan santri-santrinya. Dalam hal ini, beliau membuat sistem baru yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Pengajian tahun ini, akan mewajibkan seluruh peserta pengajian untuk membuat materi khusus yang akan disampaikan secara lisan, layaknya Singa Podium yang sedang berkhutbah.

Tidak hanya itu, untuk menunjang kesuksesan agenda rutin ini, telah dipilih juga dua orang guru sebagai penanggungjawab umum, yaitu Ustadz Muhammad Rais dan Ustadzah Meriya. Pemilihan ini dilakukan secara voting bersama Pimpinan Pesantren beserta seluruh guru putra dan putri yang belum menikah.

Berikut juga disampaikan nasehat Pimpinan Pesantren kepada seluruh peserta pengajian dalam awal pertemuan.

– Ketika seseorang sudah dipandang negatif, maka orang tersebut tidak akan pernah dipercaya lagi, karena pengalaman yang ada selama ini, orang tersebut sudah sangat malas dalam melakukan banyak hal.

– Kemalasan-kemalasan yang ada didalam diri kita, harus dihilangkan.

– Jangan pernah iri dengan pekerjaan orang lain.
– Setiap yang diberikan amanah pasti berbeda-beda sesuai kemampuan.
– Tidak semua pekerjaan yang orang lain lakukan, bisa kita lakukan juga, begitupun sebaliknya.
– Apa yang kita bisa, maka maksimalkan dan optimalkan dengan sebaik mungkin.
– Tidak semua orang memilki kemampuan yang sama, pasti berbeda.
– Masing-masing Allah berikan kemudahan. Jika ada yang berfikir, “Kok bisa alumni pesantren jadi dokter, padahal jurusan yang ada adalah IPS bukan IPA?”
Mungkin setiap dari kalian tidak sampai pikiran, tetapi ketika Allah telah menghendaki, maka semua akan terlaksana.
– Syukuri semua nikmat yang telah diberikan, maka Allah akan menambah nikmat untuk kalian.
(WARDAN/Mbafer)