Biografi Drs. H. Kamaruzzaman

Biografi Drs. H. Kamaruzzaman

Biografi Drs. H. Kamaruzzaman
Biografi Drs. H. Kamaruzzaman

Drs. Letkol (Pur) H. Kamaruzzaman bin Muslim adalah seorang pendidik, dai, dan tokoh masyarakat yang berdedikasi dalam dunia dakwah dan pendidikan Islam. Ia lahir di Jakarta pada 1 Januari 1936 sebagai anak bungsu dari sembilan bersaudara.

Masa Kecil
Sejak kecil, ia telah menghadapi cobaan berat dengan kehilangan kedua orang tuanya dan diasuh oleh kakaknya, Abdul Ma’ruf, yang akrab dipanggil Baba Ma’ruf.

Kamaruzzaman lahir di daerah Petunduan, yang kini berada di sekitar lokasi Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan Gelora Bung Karno (GBK). Ayahnya, Muslim bin Mahali bin Musanib, berasal dari Tegal Parang, Mampang, sementara keluarganya tinggal di Petunduan.

Pendidikan
Sejak kecil, Kamaruzzaman menunjukkan ketekunan dan semangat belajar yang luar biasa. Ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Rakyat (SR) Palmerah hanya dalam waktu empat tahun karena beberapa kali melompati kelas. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMP Tandensius dan SMA Budi Oetomo. Pendidikan tingginya ditempuh di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Yogyakarta, meskipun sempat mengalami skorsing satu tahun akibat keterlibatannya dalam demonstrasi mahasiswa pada era PKI Nasakom.

Kegiatan Sosial
Selama di Yogyakarta, ia aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa serta kegiatan sosial, termasuk menginisiasi pembangunan Jalan Asia Afrika dari Kampung Gunung hingga Palmerah.

Hubungan Kekeluargaan
Dalam kehidupan pribadinya, Kamaruzzaman memiliki hubungan erat dengan K.H. Abdul Manaf Mukhayar melalui istrinya, Hj. Nurhani, yang merupakan anak dari Abdurrohim, kakak kandung dari K.H. Abdul Manaf Mukhayar. Hubungan ini semakin mempererat kiprahnya dalam dunia pesantren, terutama dalam pendirian Pondok Pesantren Darunnajah. Pendirian pesantren ini berawal dari diskusi dengan K.H. Abdul Manaf Mukhayar setelah terjadi penggusuran madrasahnya, Madrasah Islamiyah, akibat proyek Asian Games. Mereka berupaya membeli tanah di daerah Ulujami untuk membangun pesantren yang saat itu masih bagian dari Kabupaten Tangerang.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Kamaruzzaman bergabung dengan Akademi Militer (Akmil) dan menjalani karier di kepolisian. Di kepolisian, ia bertugas di Divisi Bimbingan Mental (Bintal) hingga pensiun dengan pangkat Letnan Kolonel. Selama bertugas, ia banyak melakukan terobosan seperti menyelenggarakan panggung seni, lomba MTQ, dan lomba dakwah. Ia juga menjabat sebagai Sekretaris MUI DKI Jakarta serta Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (BAMUS Betawi). Sebagai penatar P4 di kepolisian dan anggota BP7, ia turut berperan dalam memberikan pemahaman tentang Pancasila.

YKMI
Selain berkarier di kepolisian, Kamaruzzaman aktif dalam dunia pendidikan dan dakwah. Ia turut mendirikan Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Islam (YKMI) bersama K.H. Abdul Manaf untuk mengelola dana gusuran Madrasah Al-Islamiyah. YKMI sebagai badan hukum yang menaungi Pesantren Darunnajah.

Di Darunnajah, ia berkontribusi sebagai Dekan Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (Sekarang Universitas Darunnajah), anggota Dewan Nazir, serta pengajar. Meskipun tidak tinggal di lingkungan pesantren, ia aktif dalam rapat-rapat strategis dan pembangunan institusi pendidikan.

Wafat
Meninggal dunia pada 2 September 2001 di RS Polri. Jenazahnya disalatkan di Masjid Darunnajah sebagai penghormatan terakhir atas kontribusinya dalam dunia pendidikan dan dakwah.

Moto hidupnya adalah menciptakan manusia yang berlandaskan Iman dan Taqwa (Imtaq) serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), dengan keyakinan bahwa iman dan takwa harus berjalan beriringan dengan ilmu pengetahuan. Ia adalah sosok yang gigih, berpikir visioner, dan penuh semangat dalam membangun pendidikan Islam di Indonesia. Warisan pemikiran dan amal kebaikannya tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Pengabdian di Darunnajah:
1. Sekretaris YKMI (1960 – 1970)
2. Sekretaris Umum YKMI (1970- 1971)
3. Ketua I YKMI (1971-1979)
4. Anggota Badan Pendiri Yayasan Darunnajah (1986-1994)
5. Ketua I Yayasan Darunnajah (1986-1994)
6. Dekan Fak Syari’ah IAID (1986 – )
7. Badan Pendiri Yayasan Darunnajah (1994 -2000)
8. Anggota Dewan Nazir Yayasan Darunnajah (1994 – 2000)
9. Penasehat Yayasan Darunnajah (2000 – 2001)

Pendaftaran Santri Baru