Biografi K.H. Mahrus Amin Biografi K.H. Mahrus Amin

Biografi K.H. Mahrus Amin

Drs. K.H. Mahrus Amin adalah seorang ulama dan pendidik terkemuka di Indonesia yang dikenal sebagai pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah di Jakarta serta penggagas Gerakan Seribu Pesantren Nusantara.

Kehidupan Awal dan Pendidikan
Lahir pada 14 Februari 1940 di Desa Kalibuntu, Ciledug, Cirebon, Jawa Barat, Mahrus Amin merupakan putra dari pasangan Casim Jasim Ahmad Amin dan Hj. Jamilah binti H. Muharom. Ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Rakyat Islam Losari, Brebes, lulus pada tahun 1954. Setelah itu, beliau melanjutkan studi di Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor selama enam tahun (1954–1961). Pendidikan tingginya ditempuh di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Ilmu Dakwah, IAIN Jakarta (sekarang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dari tahun 1962 hingga 1972.

Karier dan Kontribusi
Setelah menyelesaikan pendidikannya, K.H. Mahrus Amin mendirikan Pondok Pesantren Darunnajah di Jakarta. Pesantren ini berkembang pesat dan menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di Indonesia. Selain itu, beliau juga mendirikan Pondok Pesantren Madinatunnajah. K.H. Mahrus Amin dikenal sebagai penggagas Gerakan Seribu Pesantren Nusantara, sebuah inisiatif untuk mendirikan pesantren di seluruh Indonesia guna pemerataan dakwah Islam.

Karya Tulis
Beberapa karya tulis beliau antara lain:
a. Khuthbatul ‘Arsy Pekan Perkenalan Pesantren Darunnajah
b. Dakwah melalui Pondok Pesantren “Pengalaman Merintis dan Membangun Darunnnajah Jakarta”, tahun 2008
c. Buku Pedoman Sabelana Santri Bela Negara
d. Pembinaan Kader Bangsa dan Umat Melalui Pendidikan Gerakan Pramuka Santri, 2010
e. K.H. Mahrus Amin Bapak Koperasi Pondok Pesantren Darunnajah Group
f. Kyai Entrepreneur, Social Entrepreneurship berbasis Nilai-nilai Agama,

Wafat
K.H. Mahrus Amin wafat pada 7 Agustus 2021 di Jakarta dalam usia 81 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia.

Pengabdian:
a. Guru Darunnajah Petukangan (1961- 1974)
b. Sekretaris II YKMI (1964-1970)
c. Bendahara I YKMI (1971-1979)
d. Pimpinan Pesantren Darunnajah (1974- wafat: 2021)
e. Anggota Badan Pendiri Yayasan Darunnajah (1986-1993)
f. Badan Pendiri Yayasan Darunnajah (1994-
g. Anggota Dewan Nazir (1994-wafat: 2021)
h. Penasehat Yayasan Darunnajah (1994-2008)
i. Pimpinan Pesantren Darunnajah (1994-wafat: 2021)

Penghargaan:
1. Lencana Tunas Kencana dari Menteri Agama RI, Maftuh Basuni, 14 Agustus 2007, merupakan penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka bagi orang dewasa.

2. Lencana Melati dan Dharma Bakti dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai tokoh kepanduan Asia-Pasifik, 14 Agustus 2008, merupakan tanda jasa yang diberikan sebagai penghargaan kepada anggota dewasa di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka yang dianggap memiliki jasa dan pengabdian yang luar biasa bagi kepentingan Gerakan Pramuka.

3. Penghargaan Ikhlas Bhakti dari Menteri, Agama RI, Suryadharma Ali, atas jasa dalam penguatan kelembagaan peningkatan mutu tata kelola dan peningkatan kualitas SDM di Pondok Pesantren, 2 Januari 2011, merupakan penghargaan bergengsi dari Kwartir Nasional yang diberikan kepada insan Pramuka yang dinilai telah mendarmabaktikan pikiran, perbuatan, pengabdian dan kemajuan bagi Gerakan Pramuka dalam kurun waktu lima belas tahun.

4. Penganugerahan Bintang Semangat Rimba Perak dari Persekutuan Pengakap Malaysia oleh Seri Paduka Baginda yang di-Pertuan Agong Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin di Istana Melawati Putrajaya Malaysia, diberikan kepada tokoh-tokoh yang telah berbakti kepada pergerakan pengakap (Pramuka), 15 Maret 2011.

Peninggalan dan Warisan
Sebagai seorang ulama dan pendidik, K.H. Mahrus Amin meninggalkan warisan berupa lembaga pendidikan yang terus berkembang dan berkontribusi dalam mencetak generasi Muslim yang berilmu dan berakhlak. Gerakan Seribu Pesantren Nusantara yang digagasnya juga menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan Islam di berbagai daerah di Indonesia.