Belajar Dari Keteguhan Pohon

 

Pernahkan dengan seksama memperhatikan meja, kursi, mimbar, pintu, jendela dan benda-benda lain yang terbuat dari kayu?.

Bisa jadi sangat sedikit yang mau dan mampu mengambil i’tibar / pelajaran dari proses panjang dari pembuatan benda-benda tersebut. Umumnya orang hanya mengagumi serta menikmati fasilitas yang sudah jadi.

Padahal jauh sebelum menjadi benda-benda berkualitas itu, ia adalah sebatang pohon yang hidup di ladang atau hutan.

Kemudian ketika sudah sampai umur layak untuk ditebang maka pohon tersebut akan ditebang dengan gergaji ataupun senzo. Coba bayangkan bagaimana sakit dan lukanya terpotong gergaji itu!.

Dan betapa sakitnya ketika ia harus jatuh roboh ke tanah. Sudah selesaikah penderitaan ya?, belum. Ia harus terus dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.

Berikutnya harus di gergaji lagi, dipaku bahkan terkadang dipanaskan dengan open agar lebih kuat berkualitas dan barulah menjadi benda-benda bernilai mahal dan berguna.

Ya…..sekiranya pohon itu menolak untuk ditebang karena tidak mau merasakan sakitnya gergaji, tidak relas roboh ke tanah yang begitu menyakitkan dan seterusnya….apa kiranya yang akan dialaminya kemudian?.

Justru ia pada waktunya akan tumbang juga dimakan usia dan gerogotan anai-anai. Akhirnya iapun akan layu dan lapuk karena guyuran air hujan dan teriknya panas sang surya.

********************************** Jadi, segala kepedihan dan kesusahan serta kepayahan lagi berbagai permasalahan yang sedang kita alami tak ubahnya laksana proses penggergajian, pemotongan, kemajuan bahkan pengovenan diri. Insya Allah kelak pada saatnya kita akan menjadi manusia yang mempunyai added value / nilai tambah. Semoga!. (WARDAN/Mr. MiM).