Pernahkah kita menyadari betapa dekatnya hubungan antara manusia dengan pohon? Setiap hari kita menghirup oksigen yang dihasilkan oleh pohon untuk bisa bertahan hidup. Pohon juga memberikan banyak manfaat lainnya bagi kehidupan kita. Namun, seringkali kita lupa untuk merawat dan menjaga kelestarian pohon di sekitar kita.
Tulisan ini membahas tentang peran penting pohon bagi kehidupan, pandangan Islam tentang menjaga lingkungan, dan upaya yang bisa kita lakukan untuk melestarikan pohon.
Berikut uraiannya:
Apa peran penting pohon bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya?
Pohon memiliki peran yang sangat vital bagi kelangsungan hidup di bumi. Pohon menghasilkan oksigen yang kita butuhkan untuk bernapas melalui proses fotosintesis. Selain itu, pohon juga menyerap karbon dioksida yang merupakan gas rumah kaca, sehingga membantu mengurangi polusi udara dan mencegah pemanasan global.
Pohon juga memberikan banyak manfaat lainnya, seperti menyediakan makanan, obat-obatan, kayu untuk bangunan dan perabotan, serta menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis hewan. Keberadaan pohon juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah terjadinya bencana alam seperti tanah longsor dan banjir.
Mengapa oksigen sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya?
Oksigen merupakan komponen vital yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup untuk bernapas dan mempertahankan hidupnya. Tanpa oksigen, sel-sel dalam tubuh kita tidak bisa berfungsi dengan baik dan akhirnya menyebabkan kematian.
Oksigen dihasilkan oleh tumbuhan hijau, terutama pohon, melalui proses fotosintesis. Dalam proses ini, pohon menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen ke udara. Itulah sebabnya keberadaan pohon sangat penting untuk menjaga pasokan oksigen di bumi.
Bagaimana cara kita menjaga kelestarian pohon untuk menjaga kehidupan di bumi?
Menjaga kelestarian pohon adalah tanggung jawab kita bersama. Beberapa cara yang bisa kita lakukan antara lain:
- Menanam pohon di lingkungan sekitar kita, baik di pekarangan rumah, sekolah, maupun tempat-tempat umum lainnya.
- Mengurangi penggunaan kertas dan produk-produk yang terbuat dari kayu, atau beralih menggunakan produk yang ramah lingkungan.
- Mendukung program penghijauan dan reboisasi yang dilakukan oleh pemerintah atau lembaga terkait.
- Mengedukasi orang-orang di sekitar kita tentang pentingnya menjaga pohon dan lingkungan.
Dengan melakukan hal-hal sederhana tersebut, kita sudah berkontribusi dalam menjaga kelestarian pohon dan kehidupan di bumi.
Bagaimana Islam mengajarkan untuk merawat bumi sebagai ibu kedua bagi manusia?
Islam menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah dan amal shalih. Menjaga kebersihan, tidak merusak alam, serta menanam dan merawat pohon merupakan wujud keimanan seorang muslim.
Rasulullah ﷺ bersabda:
اِسْتَقِيْمُوْا وَنِعمَا إِنِ اسْتَقَمْتُمْ، وَحافظُوْا عَلَى الْوُضُوْءِ، فَإِنَّ خَيْر عملكم الصلاة، وَتَحَفَّظُوْا مِنَ الْأَرْضِ فَإِنَّها أُمُّكُمْ، وَ إنه لَيْسَ مِنْ احد عَامِل عَلَيْهَا خيرا أَوْ شَرًّا إِلَّا وَهِيَ مُخْبِرَةٌ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: “Istiqamahlah dan kalian akan menjadi baik dengan istiqamah, dan jagalah wudhu, karena sesungguhnya sebaik-baik amal kalian adalah shalat, dan jagalah bumi, karena sesungguhnya ia adalah ibu kalian, dan sesungguhnya, tidak ada satupun yang memperlakukannya [bumi] dengan baik atau buruk, kecuali ia akan diberitahu dan melaporkannya [pada Allah] pada hari kiamat.”
Hadits ini mengajarkan kita untuk menjaga bumi seperti kita menjaga ibu kita sendiri. Segala perbuatan baik maupun buruk yang kita lakukan terhadap bumi akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di hari kiamat.
Apa makna hadits Rasulullah SAW tentang menjaga bumi karena ia adalah ibu kita?
Hadits tersebut mengibaratkan bumi sebagai ibu kedua bagi manusia setelah ibu yang melahirkan kita. Bumi telah memberikan kita segala kebutuhan hidup, dari udara, air, makanan, hingga tempat tinggal. Sudah sepatutnya kita memperlakukan bumi dengan penuh kasih sayang, menjaganya dari kerusakan, serta melestarikan sumber daya alamnya.
Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا ، أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا ، فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ ، أَوْ إِنْسَانٌ ، أَوْ بَهِيمَةٌ ، إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
Artinya: “Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya, atau manusia, atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan pahala sedekah karenanya.” (HR. Bukhari no. 2320)
Hadits ini menunjukkan betapa mulianya perbuatan menanam pohon dalam Islam. Setiap manfaat yang didapatkan makhluk hidup dari pohon yang kita tanam akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi kita, meski kita sudah meninggal dunia.
Mengapa kita harus istiqamah dalam menjaga bumi dan lingkungan sekitar?
Istiqamah artinya konsisten dalam melakukan kebaikan. Dalam konteks menjaga lingkungan, kita dituntut untuk terus-menerus melakukan upaya pelestarian alam, tidak hanya sesekali atau sekedar ikut-ikutan.
Allah ﷻ berfirman:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya: “Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud ayat 112)
Istiqamah dalam menjaga lingkungan berarti kita terus melakukan kebaikan untuk bumi dalam kondisi apapun, baik saat semangat maupun lelah, baik saat ramai maupun sepi, karena kita menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah perintah Allah dan bagian dari ibadah kita kepada-Nya.
Apa kaitan antara menjaga lingkungan dengan maqashid syariah dalam Islam?
Maqashid syariah adalah tujuan-tujuan utama yang ingin dicapai oleh syariat Islam, yang meliputi perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Pelestarian lingkungan memiliki kaitan erat dengan perlindungan terhadap jiwa (hifz al-nafs) dan harta (hifz al-mal) dalam maqashid syariah.
Menjaga lingkungan berarti menjaga keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya (hifz al-nafs). Lingkungan yang rusak akan mengancam jiwa-jiwa yang ada di dalamnya. Selain itu, sumber daya alam juga merupakan harta (mal) yang wajib dijaga agar bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan (hifz al-mal).
Syekh Yusuf Al-Qaradhawi menyatakan:
“Pelestarian lingkungan hidup dan alam sekitar masuk dalam Maqashid Syari’ah untuk menjaga jiwa (hifz al-nafs) dan menjaga harta (hifz al-mal), setelah memelihara agama (hifz al-din). Memelihara lingkungan hidup dan alam sekitar merupakan tuntutan untuk melindungi kelima tujuan syari’at tersebut.” (Ri’ayat Al-Bi’ah fi Syari’at Al-Islam, hal. 44)
Dengan demikian, menjaga lingkungan adalah upaya untuk mewujudkan tujuan-tujuan syariat Islam dalam kehidupan kita di dunia ini.
Bagaimana penafsiran ulama terhadap ayat Al-Qur’an yang melarang berbuat kerusakan di bumi?
Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-A’raf ayat 56)
Menurut Abu Hayyan Al-Andalusi dalam kitab tafsirnya Al-Bahr Al-Muhith, ayat ini merupakan larangan untuk berbuat kerusakan di muka bumi dalam segala bentuknya, baik merusak jiwa, harta, kehormatan, akal, agama, maupun hal lainnya.
Sedangkan menurut Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, ayat tersebut melarang manusia untuk berbuat kerusakan di bumi yang telah dibuat baik oleh Allah dengan menebar kemaksiatan, kezaliman, dan permusuhan. Padahal Allah menyuruh hambanya untuk beribadah, taat, dan berdoa kepada-Nya.
Ayat ini mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang senantiasa menjaga dan memperbaiki bumi, bukan malah merusaknya demi kepentingan pribadi. Bumi yang lestari akan memberikan kebaikan, sementara kerusakan di bumi hanya akan mendatangkan bencana.

Bagaimana peran manusia sebagai khalifah dalam menjaga keseimbangan alam?
Allah ﷻ telah menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi, seperti firman-Nya:
إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
Artinya: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” (QS. Al-Baqarah ayat 30)
Sebagai khalifah, manusia memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan memakmurkan bumi dengan sebaik-baiknya. Manusia harus menjaga keseimbangan alam, tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, serta mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Namun, seringkali manusia lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah. Manusia justru menjadi penyebab utama kerusakan di bumi, seperti disebutkan dalam firman Allah:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum ayat 41)
Oleh karena itu, manusia harus kembali menyadari perannya sebagai khalifah dan memperbaiki cara mengelola alam. Manusia harus bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam, menjaga kelestarian lingkungan, serta berupaya memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi.
Apa saja contoh perbuatan yang dapat menimbulkan kerusakan di bumi?
Beberapa contoh perbuatan manusia yang dapat menyebabkan kerusakan di bumi antara lain:
- Penebangan hutan secara liar yang mengakibatkan berkurangnya pohon, erosi tanah, serta bencana banjir dan longsor.
- Pembuangan sampah dan limbah sembarangan yang mencemari tanah, air, dan udara.
- Eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, seperti penambangan yang merusak ekosistem.
- Penggunaan bahan bakar fosil dan zat kimia berbahaya yang menyebabkan polusi dan pemanasan global.
- Perburuan liar dan perdagangan satwa langka yang mengancam kepunahan spesies tertentu.
Perbuatan-perbuatan tersebut menunjukkan ketidakpedulian manusia terhadap kelestarian alam. Padahal, kerusakan alam pada akhirnya akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia sendiri, seperti bencana alam, krisis air bersih, dan menurunnya kualitas udara.
Apa saja dampak buruk yang timbul jika manusia melakukan kerusakan di bumi?
Kerusakan yang dilakukan manusia terhadap bumi akan menimbulkan berbagai dampak negatif, di antaranya:
- Terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan.
- Pencemaran air, tanah, dan udara yang membahayakan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya.
- Berkurangnya keanekaragaman hayati akibat rusaknya ekosistem dan punahnya spesies tertentu.
- Perubahan iklim dan pemanasan global yang mengancam keberlangsungan hidup di bumi.
- Krisis sumber daya alam seperti air bersih, makanan, dan energi akibat eksploitasi yang berlebihan.
Dampak-dampak tersebut menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan adalah ancaman serius bagi kehidupan manusia. Jika dibiarkan, kerusakan tersebut akan semakin parah dan mengancam masa depan generasi mendatang.
Nabi Muhammad ﷺ telah mengingatkan umatnya tentang dampak buruk merusak lingkungan dalam sabdanya:
اتَّقُوا اللَّهَ فِي الْأَرْضِ ، فَإِنَّهَا أُمُّكُمْ ، وَاعْلَمُوا أَنَّ عِمَارَتَهَا مِنْ طَاعَةِ اللَّهِ ، وَإِنْ تَرَكْتُمُوهَا عَلَى غَيْرِ حَالِهَا سَلَبَكُمُ اللَّهُ النِّعْمَةَ وَجَعَلَكُمْ عِبْرَةً لِمَنْ بَعْدَكُمْ
Artinya: “Bertakwalah kalian kepada Allah dalam (menjaga) bumi, karena sesungguhnya ia adalah ibumu. Ketahuilah bahwa memakmurkannya adalah bagian dari ketaatan kepada Allah. Jika kalian meninggalkannya dalam keadaan tidak sebagaimana mestinya, Allah akan mencabut nikmat dari kalian dan menjadikan kalian sebagai pelajaran bagi orang-orang setelah kalian.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan Al-Albani)
Hadits ini menegaskan bahwa merawat bumi adalah bentuk ketaatan kepada Allah. Sebaliknya, merusak bumi berarti mendurhakai Allah dan akan mendatangkan akibat buruk bagi manusia.
Bagaimana pandangan Islam tentang pelestarian hutan dan penghijauan?
Islam sangat mendukung upaya pelestarian hutan dan penghijauan. Menanam pohon dipandang sebagai amalan yang mulia dan bernilai pahala di sisi Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً ، وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً ، وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةً ، وَمَا أَكَلَتْ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةً ، وَلاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ
Artinya: “Tidaklah seorang muslim menanam pohon, kecuali apa yang dimakan dari tanaman itu menjadi sedekah baginya, apa yang dicuri dari tanaman tersebut menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan oleh binatang buas menjadi sedekah baginya, apa yang dimakan oleh burung menjadi sedekah baginya, dan tidaklah seseorang mengambil dari tanaman tersebut, melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Muslim no. 1553)
Hadits ini menunjukkan besarnya pahala menanam pohon dalam Islam. Setiap manfaat yang dihasilkan dari pohon yang kita tanam, baik dikonsumsi manusia, hewan, maupun makhluk hidup lainnya, akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi kita.
Selain itu, pelestarian hutan juga berperan penting dalam mencegah bencana alam, seperti dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ:
مَا قُطِعَتْ شَجَرَةٌ إِلاَّ بِإِذْنِ اللَّهِ ، وَمَا قُطِعَتْ شَجَرَةٌ ظُلْمًا إِلاَّ حَاسَبَ اللَّهُ مَنْ قَطَعَهَا
Artinya: “Tidaklah pohon ditebang kecuali dengan izin Allah, dan tidaklah pohon ditebang secara zalim kecuali Allah akan menghisab orang yang menebangnya.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 479, dishahihkan Al-Albani)
Hadits ini mengingatkan kita untuk tidak sembarangan menebang pohon. Penebangan pohon harus dilakukan dengan alasan yang dibenarkan dan seizin pihak yang berwenang. Penebangan liar tentu tidak dibenarkan dalam Islam dan akan mendapat hukuman dari Allah.
Dengan demikian, pelestarian hutan dan penghijauan merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Kita harus menjaga hutan agar tetap lestari dan melakukan penanaman pohon untuk mencegah bencana alam serta menjaga keseimbangan ekosistem.
Bagaimana upaya yang bisa kita lakukan untuk melestarikan pohon dan hutan?
Ada banyak cara yang bisa kita lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian pohon dan hutan, di antaranya:
- Menanam pohon di lingkungan sekitar kita, seperti di pekarangan rumah, sekolah, atau lahan kosong.
- Mendukung program penghijauan dan reboisasi yang digalakkan oleh pemerintah atau lembaga lingkungan.
- Mengedukasi diri dan orang lain tentang pentingnya menjaga pohon dan hutan.
- Mengurangi penggunaan kertas dan produk berbahan kayu, atau beralih ke produk yang ramah lingkungan.
- Melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan aktivitas penebangan liar atau perusakan hutan.
- Mendukung kebijakan pemerintah yang pro terhadap pelestarian hutan dan lingkungan.
Upaya-upaya tersebut bisa kita lakukan dalam skala kecil maupun besar, secara individu maupun bersama-sama. Yang terpenting adalah adanya kesadaran dan komitmen untuk terus menjaga kelestarian pohon dan hutan demi kelangsungan hidup di bumi.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk menanam pohon hingga akhir zaman. Beliau bersabda:
إِنْ قَامَتْ عَلَى أَحَدِكُمْ الْقِيَامَةُ وَفِي يَدِهِ فَسْلَةٌ فَلْيَغْرِسْهَا
Artinya: “Jika hari kiamat telah datang dan di tangan salah seorang dari kalian ada bibit pohon, maka tanamlah.” (HR. Ahmad, sanadnya dishahihkan oleh Al-Albani)
Hadits ini mengajarkan kepada kita untuk tidak pernah berhenti berbuat baik dan menanam kebaikan, meskipun kiamat sudah di depan mata. Menanam pohon adalah salah satu bentuk kebaikan yang pahalanya akan terus mengalir bahkan hingga hari kiamat tiba.
Kesimpulan
Pohon memiliki peran yang sangat vital bagi kelangsungan hidup di bumi. Pohon menghasilkan oksigen, menyerap karbon dioksida, mencegah bencana alam, serta memberikan banyak manfaat lainnya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga kelestarian pohon dan hutan sebagai bagian dari ibadah dan amal saleh. Menanam pohon dipandang sebagai amalan yang bernilai pahala besar di sisi Allah. Sebaliknya, melakukan perusakan terhadap pohon dan hutan merupakan perbuatan yang dilarang dan berdosa.
Manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan melestarikan alam dengan sebaik-baiknya. Kita harus bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam, menjaga keseimbangan ekosistem, serta melakukan upaya pelestarian pohon dan hutan.
Dengan menjaga kelestarian pohon dan hutan, kita tidak hanya menyelamatkan bumi, tetapi juga menjaga kelangsungan hidup kita dan generasi mendatang. Menjaga pohon dan hutan adalah investasi kebaikan yang manfaatnya akan terus dirasakan hingga hari akhir nanti.
Penutup
Menjaga kelestarian pohon dan hutan adalah tugas mulia yang Allah amanahkan kepada manusia sebagai khalifah di bumi. Kita harus terus bersemangat dan istiqamah dalam melakukan upaya pelestarian alam, sekecil apapun kontribusi yang bisa kita berikan.
Marilah kita bersama-sama membangun kesadaran tentang pentingnya merawat pohon dan hutan di sekitar kita. Mulailah dari hal sederhana seperti menanam pohon di pekarangan rumah, mengedukasi keluarga dan teman tentang manfaat pohon, serta mendukung program penghijauan di lingkungan kita.
Semoga dengan upaya yang konsisten dan dukungan dari semua pihak, kita bisa mewujudkan bumi yang lebih hijau, asri, dan lestari. Bumi yang memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh makhluk yang ada di dalamnya. Mari jaga pohon dan hutan kita, karena merekalah ibu kedua bagi kehidupan kita.
Ayo Tanam Pohon, Selamatkan Bumi Kita!
Sebagai penutup, mari kita renungkan kembali pentingnya pohon dan hutan bagi kelangsungan hidup kita dan planet ini. Betapa Allah telah menciptakan pohon dengan begitu sempurna dan memberikan begitu banyak manfaat bagi makhluk-Nya.
Menanam pohon adalah investasi jangka panjang yang tidak akan merugikan. Setiap pohon yang kita tanam akan memberikan oksigen, mengurangi polusi, mencegah bencana, serta menjaga keseimbangan alam. Pahala menanam pohon pun akan terus mengalir meski kita sudah tiada.
Karena itu, marilah kita bergerak dari sekarang untuk menanam dan merawat pohon di sekitar kita. Ajak keluarga, teman, dan masyarakat untuk peduli terhadap pelestarian pohon dan hutan. Dukung kebijakan dan program pemerintah yang berorientasi pada kelestarian lingkungan.
Jika bukan kita yang memulai, lantas siapa lagi? Jika bukan sekarang, kapan lagi? Menanam pohon adalah aksi nyata yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi. Semakin banyak pohon yang kita tanam, semakin besar manfaat yang akan kita tuai.
Ingatlah selalu pesan Rasulullah ﷺ untuk menanam pohon hingga akhir zaman. Jangan pernah lelah untuk berbuat kebaikan dan menanam untuk masa depan. Meski kita tidak sempat menikmati buahnya, generasi mendatang akan merasakan manfaatnya.
Maka, tunggu apa lagi? Ayo kita tanam pohon dan selamatkan bumi kita! Jadilah bagian dari solusi, bukan polusi. Jadilah agen perubahan untuk masa depan yang lebih hijau dan lestari.
Wallahu a’lam bisshawab.