Karanganyar — Gagasan penguatan tata kelola pondok pesantren berbasis mutu, profesionalisme, dan keberlanjutan mengemuka dalam kegiatan Bedah Buku Manajemen Pondok Pesantren yang menjadi salah satu agenda sentral Silaturahim Nasional Pesantren Muadalah Muallimin dan Musyawarah Nasional Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), Jumat–Sabtu (23–24/1), di Pesantren MTA Karanganyar, Jawa Tengah.
Buku yang dibedah merupakan karya Dr. Kh. Sofwan Manaf M.Si, bersama para dosen di antaranya Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag., Ph.D., yang dalam forum tersebut memaparkan pesantren sebagai lembaga pendidikan sekaligus organisasi sosial-keilmuan yang membutuhkan sistem manajemen terencana, akuntabel, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Menurutnya, profesionalisme pengelolaan pesantren bukanlah bentuk komersialisasi pendidikan, melainkan ikhtiar menjaga amanah keilmuan dan keberlanjutan lembaga.
Diskusi bedah buku ini diperkuat oleh Workshop Manajemen Pesantren yang menghadirkan Dr. Yulizar Djamaluddin Sanrego, M.Ec., dengan pembahasan pada aspek tata kelola kelembagaan, penguatan kepemimpinan, serta strategi manajemen keuangan dan sumber daya manusia pesantren. Workshop ini menjadi ruang dialog antara gagasan konseptual dalam buku dengan praktik nyata pengelolaan pesantren di lapangan.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan Seminar Nasional Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren. Seminar ini dimoderatori KH. Izzat Fahd, M.Pd., dengan keynote speech oleh Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag.. Sejumlah pemateri turut menyampaikan pandangan, antara lain Dr. H. Khasib Amrullah, M.Ud. yang membahas konsep dan standar mutu internal pendidikan Muadalah Muallimin, serta Dr. Muhammad Syamsul Arifin, M.Pd. yang mengulas implementasi sistem penjaminan mutu eksternal dan mekanisme asesmen.
Pada sesi berikutnya yang mengangkat tema nilai, filosofi, dan sistem pendidikan Muallimin, KH. Hasan Abdullah Sahal tampil sebagai keynote speaker. Sementara itu, Dr. KH. Ahmad Suharto, M.Pd. memaparkan strategi integrasi kurikulum Muadalah Muallimin, dan KH. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs. membahas profil serta daya saing lulusan di tengah era disrupsi.
Kegiatan ini turut dihadiri dan diikuti oleh para pimpinan pesantren, akademisi, serta tokoh pendidikan Islam dari berbagai daerah. Hadir di antaranya KH. Nur Kholid Syaifullah, Lc., M.Hum. selaku pimpinan tuan rumah, KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. (Sekretaris Jenderal FPAG), KH. Lukman Haris Dimyathi (Sekretaris Jenderal FKPM), Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., serta Drs. KH. Noor Syahid, M.Pd. dan Dr. KH. L. Zulkifli Muhadli, S.H., M.M. dalam agenda musyawarah nasional.
Dengan menempatkan bedah buku Manajemen Pondok Pesantren sebagai poros diskusi, rangkaian forum ini memperlihatkan satu benang merah: pesantren Indonesia sedang bergerak menuju penguatan manajemen institusional yang tetap berakar pada nilai, tradisi, dan misi kaderisasi umat. Buku tersebut tidak hanya dibaca sebagai referensi akademik, melainkan sebagai peta jalan bagi pesantren untuk meneguhkan peran strategisnya di tengah tuntutan mutu, akuntabilitas, dan keberlanjutan pendidikan Islam.




