Pesantren Darunnajah 2 Cipining menyelenggarakan Apresiasi Khidmah Resilience
Generation pada Sabtu, 14 Juni 2025 di Auditorium Kampus 1. Acara ini merupakan
bentuk penghargaan atas dedikasi 189 alumni angkatan Resilience Generation yang
telah merampungkan masa pengabdian selama satu tahun, tahun pelajaran 2024-2025.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) ini
berupaya menggali kedalaman pengalaman dalam pembentukan karakter dan
spiritualitas.
Menurut penyelenggara, program ini bertujuan memupuk rasa loyalitas dan
menumbuhkan tanggung jawab di kalangan alumni. Sebanyak 189 alumni Resilience
Generation (55 ikhwan dan 134 akhwat) telah membuktikan komitmen mereka terhadap
tarbiyah pengabdian. Data statistik ini menegaskan kesiapan mereka sebagai acuan bagi
para santri yang akan datang untuk mengamalkan ilmunya kelak.
Masa khidmah memberikan bekal penting bagi alumni untuk terjun ke dunia luar.
Mereka mendapatkan pengalaman kepemimpinan dan manajemen, para alumni juga
memperoleh kemampuan komunikasi sosial yang sangat berguna. Keistimewaan
angkatan Resilience Generation adalah penerbitan buku “Resilience Mengabdi,”
kumpulan cerita pengalaman yang dibuat terpisah untuk alumni putra dan putri.
Ust. Nasikhun Sugik, S.E., M.M., Wakil Pengasuh Pesantren, menekankan bahwa
pengabdian adalah puncak proses pembelajaran. Sebagaimana pepatah dalam dunia
tarbiyah, “Sebaik baik belajar adalah mengajar,” hal ini menjadi titik penting bagi alumni.
Hadir juga Ust. Ridha Makky, M.Pd., dan Dr. Musthafa Zahir, Lc., M.A., turut menegaskan
nilai filosofis acara.
Pengalaman ini diharapkan menjadi teladan yang kuat, membawa nilai-nilai pesantren
ke lingkungan baru, seperti yang diwakilkan oleh Faiq Hanan Samson, alumni
pengabdian dari daerah terjauh, Maluku. Rencana tindak lanjut menekankan bahwa
pengabdian adalah sebuah kesinambungan. “Apresiasi Khidmah bukan titik akhir, tapi
titik tolak. Dari pengabdian di pesantren menuju pengabdian untuk umat.”
Acara Apresiasi Khidmah menandai selesainya satu fase perjuangan dan dimulainya
pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat. Diharapkan alumni dapat terus
mengembangkan potensi diri dan menerapkan ilmu yang telah didapat, serta
berkontribusi aktif dalam bidang pendidikan dan sosial di lingkungannya. Pengabdian
adalah investasi karakter seumur hidup yang patut terus dijalankan.
Dewan guru yang juga hadir menyimak di aula kampus satu tersebut, tampak bersyukur
dan bangga dengan keberhasilan para alumni mengaplikasikan ilmu mereka. Juga para
santri sebagai adik kelas para alumni, sungguh mendapat informasi sarat motivasi dan
inspirasi terkait urgensi program mengabdi.




