Alumni Pesantren yang Menjadi Advokat Bantuan Hukum — Membela yang Tidak Mampu Membayar
Seseorang yang dituduh melakukan kejahatan namun tidak mampu menyewa pengacara berada dalam posisi yang sangat rentan meski ia tidak bersalah. Ia tidak memahami prosedur hukum, tidak tahu hak-haknya, dan tidak mampu menyusun pembelaan. Dalam keadaan seperti itu, kehadiran seorang advokat yang bersedia membela tanpa bayaran bisa menentukan sisa hidupnya.
Bagi keluarga Muslim Jabodetabek kelas menengah-atas yang menghargai dimensi pengabdian dalam pendidikan anak, jalur advokat bantuan hukum menjadi pilihan yang bermakna untuk dipahami. Asumsi yang sering muncul adalah bahwa profesi advokat identik dengan penghasilan besar dari klien korporasi. Padahal ada sejumlah advokat yang memilih mengabdikan sebagian besar waktunya untuk membela mereka yang tidak mampu.
Pesantren alumni sukses Bogor dan jaringan pesantren modern Indonesia sudah mencatat alumni yang aktif dalam bantuan hukum. Beberapa bekerja di lembaga bantuan hukum, sebagian membuka praktik namun menyediakan porsi besar untuk perkara tanpa bayaran, sebagian aktif dalam advokasi kebijakan yang berdampak luas.
Cerita di Balik Pilihan Ini
Cerita di balik pilihan alumni pesantren menempuh jalur ini biasanya berkaitan dengan cara mereka memandang keadilan.
Pendidikan pesantren menanamkan bahwa menegakkan keadilan adalah kewajiban, bukan pilihan. Kajian tentang keadilan dalam Islam sangat tegas. Berlaku adil diwajibkan bahkan terhadap orang yang tidak disukai. Membela yang terzalimi menjadi tanggung jawab yang tidak bisa dialihkan.
Ketika seorang alumni pesantren kemudian memiliki keahlian hukum, kesadaran ini menghadirkan pertanyaan yang tidak bisa dihindari. Bila ia memiliki kemampuan untuk membela orang yang terzalimi, apakah ia boleh diam saja karena orang itu tidak mampu membayar.
Kesadaran lain berkaitan dengan kenyataan sistem peradilan. Dalam banyak perkara, yang menentukan bukan siapa yang benar melainkan siapa yang memiliki pembela yang lebih baik. Orang yang mampu menyewa pengacara terbaik memiliki peluang jauh lebih besar meski posisinya lemah. Orang yang tidak mampu sering kalah meski posisinya kuat.
Ketimpangan ini menjadi persoalan keadilan yang mendasar. Advokat bantuan hukum berdiri untuk mengurangi ketimpangan ini. Kehadiran mereka membuat sistem peradilan lebih dekat pada tujuan yang seharusnya.
Kesadaran berikutnya berkaitan dengan kesiapan hidup sederhana. Alumni pesantren yang selama enam tahun terbiasa hidup dengan fasilitas terbatas biasanya tidak terlalu terikat pada gaya hidup mewah. Mereka bisa hidup dengan penghasilan yang lebih sederhana tanpa merasa kekurangan. Kesiapan ini memungkinkan mereka memilih jalur yang bayarannya lebih kecil.
Beberapa advokat bantuan hukum dari latar pesantren menceritakan bahwa mereka tetap mengambil perkara berbayar untuk membiayai hidup, namun menyisihkan porsi besar waktunya untuk perkara tanpa bayaran. Keseimbangan ini memungkinkan mereka bertahan sekaligus tetap mengabdi.
Perkara yang Ditangani
Perkara pidana untuk tersangka tidak mampu menjadi yang paling mendesak. Orang yang ditahan tanpa pendampingan hukum sangat rentan terhadap pemeriksaan yang tidak semestinya. Kehadiran advokat memastikan hak-haknya dijaga.
Perkara sengketa tanah masyarakat menjadi bidang yang berdampak luas. Banyak masyarakat kecil kehilangan tanah karena tidak memahami prosedur hukum atau berhadapan dengan pihak yang jauh lebih kuat. Pendampingan hukum bisa menyelamatkan sumber penghidupan banyak keluarga.
Perkara ketenagakerjaan menangani pekerja yang diperlakukan tidak adil. Pekerja yang dipecat sepihak atau tidak dibayar haknya sering tidak memiliki daya untuk melawan. Advokat yang mendampingi bisa memulihkan hak mereka.
Perkara keluarga menangani persoalan seperti perceraian, nafkah anak, atau kekerasan dalam rumah tangga. Perempuan yang menjadi korban sering tidak memiliki akses ke bantuan hukum. Pendampingan menjadi sangat menentukan.
Perkara perlindungan konsumen menangani orang yang dirugikan oleh pelaku usaha. Kerugian yang dialami satu orang mungkin kecil namun bila terjadi pada ribuan orang menjadi persoalan besar.
Perkara lingkungan menangani masyarakat yang terdampak pencemaran atau perusakan lingkungan. Bidang ini menuntut ketekunan karena berhadapan dengan pihak yang sangat kuat.
Advokasi kebijakan menangani perubahan aturan yang tidak adil. Berbeda dari membela satu orang, advokasi kebijakan bisa berdampak pada jutaan orang sekaligus.
Realitas yang Perlu Dipahami
Perlu disampaikan dengan jujur bahwa jalur ini memiliki tantangan yang berat dan tidak semua orang sanggup menjalaninya.
Penghasilan jauh lebih kecil dibanding advokat yang melayani klien korporasi. Ini kenyataan yang harus diterima. Beberapa advokat bantuan hukum bekerja di lembaga yang bergantung pada dana hibah dengan gaji yang sangat sederhana.
Beban emosional cukup berat. Berhadapan dengan penderitaan orang setiap hari bisa melelahkan secara batin. Ada perkara yang kalah meski kliennya benar. Menerima kekalahan seperti itu tidak mudah.
Perlawanan dari pihak yang kuat kadang nyata. Advokat yang membela masyarakat melawan pihak berkuasa bisa menghadapi tekanan, intimidasi, atau kriminalisasi. Beberapa advokat bantuan hukum di Indonesia pernah mengalami hal ini.
Beban kerja sangat tinggi karena jumlah advokat bantuan hukum jauh lebih sedikit dari kebutuhan. Satu orang bisa menangani puluhan perkara sekaligus.
Namun banyak yang bertahan dan bahkan menemukan makna yang mendalam. Alasannya biasanya sederhana. Mereka melihat langsung bahwa kehadiran mereka benar-benar mengubah nasib seseorang. Seorang yang tidak bersalah dibebaskan. Sebuah keluarga mempertahankan tanahnya. Seorang pekerja mendapat haknya.
Kematangan spiritual menjadi bekal yang sangat membantu. Riyadhoh yang terbangun selama mondok memberi cara untuk memulihkan diri setelah menghadapi kekalahan. Kesadaran bahwa hasil bukan urusan manusia sementara usaha adalah kewajiban memberi ketenangan menghadapi perkara yang kalah.
Bagi keluarga Muslim Jabodetabek kelas menengah-atas yang menghargai dimensi pengabdian, jenjang pesantren modern membentuk cara pandang tentang keadilan yang tidak dibentuk oleh perhitungan ekonomi. Bukan berarti setiap alumni harus memilih jalan ini, namun kesiapan untuk memilihnya menjadi kualitas yang berharga.
Pilihan menjadi advokat bantuan hukum seperti yang dibahas di sini memang bukan jalan yang mudah. Yang membuat sebagian orang sanggup menjalaninya adalah cara pandang tentang keadilan sebagai kewajiban, bukan sebagai pilihan. Pesantren Darunnajah 2 Cipining berusaha menanamkan cara pandang tersebut bagi anak yang dititipkan di sana. Tentu setiap keluarga juga punya cara sendiri untuk menanamkan nilai keadilan pada anak.
Bila Ingin Berbincang Lebih Jauh
Bila Bapak atau Ibu ingin berbincang lebih jauh, bisa langsung menghubungi WhatsApp di wa.me/62812111180. Pertanyaan apapun akan dijawab dengan tenang dari pengalaman keseharian, bukan dari brosur. Kunjungan langsung juga terbuka setiap hari tanpa perlu janji terlebih dahulu, dan biasanya pengamatan sendiri memberi gambaran yang lebih utuh dari apa yang bisa dijelaskan dalam tulisan.