STOP…!!! Kekerasan pada Anak

DNKindergarten, 22/05

Jika dulu memukul dianggap sebagai bagian dari disiplin. Penelitian terkini membuktikan, perlakuan kasar orang tua terhadap anak seperti memukul atau menampar saat fase tumbuh kembang,  terutama pada anak berusia tiga tahun, akan memicu prilaku agresif. Hukuman dalam bentuk kekerasan fisik masih sering terjadi. Untuk mencegahnya diperlukan aturan yang tegas dan kesadaran bersama antara guru, orang tua, peserta didik. “Bentuknya seperti disuruh berdiri, push up, pemukulan baik dengan alat atau tidak,

Sebagai orangtua tentunya anda harus mengetahui segala tingkah dan perilaku anak anda. Nah, apabila biasanya anak anda terlihat ceria, namun beberapa hari ini terlihat murung dan menjadi pendiam bisa jadi anak anda megalami perlakuan yang tidak menyenangkan. Untuk itu anda perlu mengetahui beberapa tandanya.

Terdapat lima tanda umum ketika seorang anak mengalami kekerasan. Jika tanda-tanda ini terlihat, jangan langsung memaksa anak untuk menceritakannya pada Anda. Cari tahu solusinya di bawah ini agar Anda bisa segera mengambil tindakan.

1. Malas sekolah

Jika tiba-tiba buah hati tidak semangat bercerita tentang kegiatannya di sekolah bisa jadi tanda kalau dia mengalami kekerasan. Ia juga cenderung sensitif saat Anda menanyakannya. Dalam kondisi demikian jangan memperburuk suasana dengan memaksanya. Cobalah lebih sabar atau cari informasi dari teman-temannya.

2. Sulit tidur dan tidak nafsu makan

Banyak korban kekerasan baik fisik maupun psikologis kehilangan nafsu makan dan sulit tidur. Perhatikanlah kebiasaan tidur dan makannya. Jika semakin tidak teratur segera cari cara untuk membuatnya lebih tenang. Karena jika dibiarkan akan berdampak buruk pada kondisi kesehatannya.

3. Luka

Anak-anak memang sering bermain dan terjatuh hingga luka. Jika Anda melihat ada luka di tubuhnya dan ia tidak bisa menjelaskan secara detail penyebabnya, bisa jadi ia mengalami kekerasan.

4. Barang yang rusak atau hilang

Perhatikan barang-barangnya yang suka dibawa ke sekolah. Tas atau baju yang rusak mungkin saja menandakan ia melawan saat mengalami kekerasan. Lalu, jika banyak barang-barangnya yang hilang kemungkinan diambil oleh orang yang menyakitinya.

5. Sering merasa sakit dan meminta istirahat di rumah

Anak yang menjadi korban kekerasan juga sering beralasan sakit dan ingin istirahat di rumah. Hal ini karena ia trauma ke sekolah. Jika anak memang tidak sakit dan ia menjadikannya alasan, sebaiknya bicarakan pada gurunya dan cari informasi.

sumber : Vivanews.com

(sita,[email protected])