
Sebanyak 223 santri Pesantren Darunnajah 2 Cipining menapaki jenjang tertinggi kepramukaan, 13–15 Mei 2026. Mereka mengikuti Tapakan Pramuka Garuda, proses menuju tingkatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka. Di balik latihan itu tersimpan satu keyakinan: kepemimpinan sejati lahir dari tanggung jawab.





Pramuka Garuda merupakan penghargaan puncak yang hanya bisa diraih lewat serangkaian uji kecakapan dan keteladanan. Kegiatan tiga hari ini digelar untuk mencetak sosok yang sungguh-sungguh mengamalkan Tri Satya dan Dasa Dharma, dua pilar janji dan kode kehormatan kepanduan.
Penyelenggaraan dipercayakan kepada MABIKORI 03-001 dan 03-002. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab), Kak Agus Ridhallah, hadir langsung untuk mengukuhkan dan melantik para peserta. Kehadirannya menegaskan bahwa proses ini diakui secara resmi oleh organisasi kepramukaan di tingkat cabang.







Tercatat 223 peserta ambil bagian, jumlah yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mereka berasal dari dua golongan, yakni penggalang dan penegak, yang duduk di kelas 3 dan 6 TMI. Tahun ini terasa istimewa karena golongan penegak mulai dilibatkan, setelah sebelumnya kegiatan serupa hanya menjangkau penggalang.
Selama tiga hari, peserta menjalani pembinaan yang memadukan teori dan praktik lapangan. Rangkaian kegiatannya mencakup:
- penyampaian materi kepramukaan;
- praktik keterampilan secara langsung;
- pengembaraan dan perkemahan khusus bagi golongan penegak.





Melalui tahapan itu, panitia berharap peserta tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, dapat diandalkan, sekaligus menjadi teladan bagi adik tingkat, baik di medan latihan maupun dalam keseharian di asrama.
Antusiasme terpancar sepanjang acara; peserta mengikuti setiap sesi dengan aktif dan rasa ingin tahu yang tinggi. Di balik kelancaran itu, panitia mengakui sejumlah tantangan, mulai dari data calon peserta yang belum rampung, waktu persiapan yang singkat, hingga format pelaporan portofolio yang kerap berganti saat diajukan ke kwaran dan kwarcab.





Bagi Pesantren, pengukuhan ini bukan garis akhir, melainkan awal sebuah tanggung jawab. Para Pramuka Garuda yang telah dilantik akan terus didampingi agar nilai yang mereka pelajari benar-benar hidup dalam keseharian, di asrama maupun di tengah masyarakat. Sebab pada akhirnya, lencana Garuda baru bermakna ketika ia tampak nyata dalam sikap dan perbuatan.
