Seratus lima puluh enam santri putri Pesantren Darunnajah 2 Cipining berhasil meraih Tapakan Garuda penggalang putri melalui acara tiga hari yang menguji mental, fisik, dan spiritual. Kegiatan ini menandai kembalinya tradisi kepramukaan pesantren dengan antusiasme tinggi. Selain melatih keterampilan kepramukaan, acara juga membentuk karakter kepemimpinan dan kemandirian.
Persiapan berlangsung berbulan-bulan dengan koordinasi intensif antara pengurus pramuka dan pembina. Area kampus 1 dipilih sebagai lokasi strategis. Antusiasme peserta terlihat sejak upacara pembukaan yang digelar khidmat.
Hari pertama dimulai kedatangan tim penguji kwartir ranting cigudeg untuk evaluasi portofolio. Proses verifikasi dokumen dan pencapaian menjadi tahap krusial. Peserta juga mendapat briefing komprehensif mengenai tahapan ujian.
Pengetesan kepramukaan sesungguhnya berlangsung hari kedua. Peserta diuji pengetahuan dasar, keterampilan praktis, hingga kemampuan memimpin. Materi mencakup simpul tali, pertolongan pertama, navigasi, dan pengetahuan alam.

Wide game di hari ketiga menjadi puncak keseruan. Peserta mengelilingi tanah wakaf sambil menyelesaikan tantangan di setiap pos. Permainan menguji kemampuan problem solving, kerja sama tim, dan daya tahan fisik.
Penampilan seni atau pensi setiap regu menjadi momen dinanti. Kreativitas tersalurkan melalui tarian tradisional, drama, hingga atraksi keterampilan. Puncak pensi adalah penampilan gabungan seluruh regu bersama kakak pengurus.
“Program penting ini melatih keterampilan kepramukaan, juga membentuk karakter kepemimpinan dan kemandirian santri,” ungkap Usth. Annisa Nur Latifah, pembina pramuka putri. Menurutnya, Tapakan Garuda menjadi wadah mengasah potensi sekaligus mempererat persaudaraan.
Seratus lima puluh enam peserta dilantik resmi setelah melewati ujian ketat. Kembalinya Tapakan Garuda membawa angin segar bagi kepramukaan pesantren. Integrasi nilai kepramukaan dengan pendidikan pesantren menciptakan formula ideal pengembangan kepribadian santri yang diharapkan menginspirasi pesantren lain mengaktifkan kegiatan serupa.
