Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Sukses Gelar Safari Dakwah Perdana, Tebar Inspirasi dan Semangat Qurani di Masyarakat Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Sukses Gelar Safari Dakwah Perdana, Tebar Inspirasi dan Semangat Qurani di Masyarakat

Warna-Warni Kegiatan Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai pada Saat Safari Dakwah Perdana

Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Sukses Gelar Safari Dakwah Perdana, Tebar Inspirasi dan Semangat Qurani di Masyarakat
Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Sukses Gelar Safari Dakwah Perdana, Tebar Inspirasi dan Semangat Qurani di Masyarakat

Sebuah kanvas kontribusi nyata bagi masyarakat diwarnai dengan beragam kegiatan oleh para santri Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai dalam Safari Dakwah Perdana mereka. Lebih dari sekadar teori di kelas, rangkaian kegiatan yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 6 Desember 2025 ini merupakan penerapan langsung ilmu yang telah dipelajari, dibingkai dalam semangat pengabdian dan kecintaan pada agama.

Warna pertama yang mencolok adalah warna hijau pertumbuhan ilmu. Di masjid-masjid yang menjadi tujuan, para santri membuka “Sanggar Qur’ani” dadakan. Dengan penuh kesabaran, mereka membimbing anak-anak, remaja, mengenal huruf hijaiyah, melafalkannya dengan benar, dan membaca Al-Qur’an secara tartil. Suara saling menyimak dan membenarkan mengalun penuh khidmat, menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran.

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
“…dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).” (QS. Al-Muzammil: 4)

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari)

Warna kedua adalah warna putih kebersihan dan kepedulian. Sebelum dan sesudah mengajar, kelompok santri secara bergotong-royong membersihkan seluruh area masjid. Mereka menyapu, mengepel, membersihkan mimbar, merapikan lembaran-lembaran mushaf, dan memastikan tempat wudhu tetap rapi. Aksi nyata ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan bentuk pemuliaan terhadap rumah Allah, sekaligus implementasi nyata dari kesadaran bahwa kebersihan adalah cermin iman.

Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Sukses Gelar Safari Dakwah Perdana, Tebar Inspirasi dan Semangat Qurani di Masyarakat
Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Sukses Gelar Safari Dakwah Perdana, Tebar Inspirasi dan Semangat Qurani di Masyarakat

Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
“Bersuci (menjaga kebersihan) adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim)

Warna ketiga yang meriah adalah warna pelangi keceriaan dan kreativitas. Melalui perlombaan yang dirancang khusus untuk anak-anak usia dini, suasana dakwah berubah menjadi festival kegembiraan yang edukatif. Lomba menggambar dengan tema alam ciptaan Allah mengajak anak-anak mengobservasi dan mensyukuri keindahan sekitar. Sementara lomba adzan dan sambung ayat surah pendek menjadi ajang unjuk kebolehan sekaligus pembelajaran praktis tentang ibadah dan hafalan. Tawa, sorak-sorai, dan semangat kompetisi yang sehat mewarnai pelataran masjid, menarik minat lebih banyak keluarga.

Kegiatan ini menginsipirasi kecintaan pada masjid, sebagaimana pesan Nabi ﷺ kepada anak-anak:

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ
“Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun…” (HR. Abu Dawud). Pengenalan adzan dan ayat Al-Qur’an adalah pintu masuk untuk memerintahkan shalat.

Warna keempat adalah warna emas solidaritas dan kepemimpinan. Dalam safari dakwah ini, terlihat dinamika kelompok yang solid antara santri putra dan putri, masing-masing dengan pembimbingnya. Mereka berdiskusi, membagi tugas, saling mendukung, dan bersama-sama memecahkan tantangan di lapangan. Proses pendampingan oleh para pembimbing menjadi warna tersendiri, di mana transfer ilmu tidak hanya terjadi pada masyarakat, tetapi juga dalam bentuk keteladanan manajemen dakwah, kesabaran dalam menghadapi peserta didik yang beragam, serta tanggung jawab terhadap tim.

Ini mencerminkan prinsip ta’awun (tolong-menolong) dalam kebaikan:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
“…dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Maidah: 2)

Warna terakhir yang tak kalah penting adalah warna bening refleksi dan penyempurnaan. Setelah seharian beraktivitas, setiap kelompok melakukan evaluasi internal. Mereka merefleksikan apa yang sudah berjalan baik dan apa yang perlu ditingkatkan. Proses ini mewarnai safari dakwah dengan nuansa pembelajaran yang terus-menerus, menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk menjadi lebih baik dari hari sebelumnya.

Sebagaimana spirit dalam Al-Qur’an:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Secara keseluruhan, Safari Dakwah Perdana ini telah menjadi mosaik indah yang terdiri dari berbagai warna kegiatan. Setiap warna—hijau ilmu, putih kebersihan, pelangi keceriaan, emas solidaritas, dan bening refleksi—saling melengkapi, menciptakan gambaran utuh tentang dakwah yang rahmatan lil ‘alamin. Kegiatan ini membuktikan bahwa dakwah bukanlah sesuatu yang kaku dan monoton, tetapi dapat disampaikan dengan cara-cara yang kreatif, menyentuh, dan penuh warna, sehingga merangkul semua lapisan usia dan membekas di hati masyarakat.