Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Sukses Gelar Safari Dakwah Perdana, Tebar Inspirasi dan Semangat Qurani di Masyarakat Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Sukses Gelar Safari Dakwah Perdana, Tebar Inspirasi dan Semangat Qurani di Masyarakat

6 Kelompok, 4 Hari, 1 Misi: Safari Dakwah Perdana Santri Putra-Putri al-harokah darunnajah 12 Dumai

Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Sukses Gelar Safari Dakwah Perdana, Tebar Inspirasi dan Semangat Qurani di Masyarakat
Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Sukses Gelar Safari Dakwah Perdana, Tebar Inspirasi dan Semangat Qurani di Masyarakat

Dumai, 3-6 Desember 2025

Langkah-langkah penuh semangat dan hati yang tulus menghiasi empat hari penuh makna di awal Desember ini. Para santri Pondok Pesantren al-Harokah Darunnajah 12 Dumai tidak lagi hanya berkutat dengan buku di dalam kelas. Mereka melangkah keluar, mengarungi pengalaman nyata pertama mereka dalam mengemban amanah dakwah. Sebuah misi tunggal, “menebar manfaat dan menyentuh hati,” dijalankan oleh enam kelompok santri, putra dan putri, dalam Safari Dakwah Perdana yang berlangsung dari 3 hingga 6 Desember 2025.

Enam kelompok itu, formasi seimbang dengan tiga kelompok putra dan tiga kelompok putri, bagaikan enam panah yang dilepaskan dari busur yang sama ke sasaran yang berbeda, namun dengan satu tujuan. Setiap kelompok ditemani dengan penuh perhatian oleh ustadz dan ustazah pembimbing, yang menjadi penunjuk jalan, penyemangat, dan penenang di setiap momen. Mereka bukan hanya pengawas, melainkan guru kehidupan yang mengajarkan bagaimana ilmu yang bertumpuk di pesantren harus diturunkan dengan lembut dan bijak ke tengah masyarakat.

Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Sukses Gelar Safari Dakwah Perdana, Tebar Inspirasi dan Semangat Qurani di Masyarakat
Santri Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Sukses Gelar Safari Dakwah Perdana, Tebar Inspirasi dan Semangat Qurani di Masyarakat

Mengajar dan Membersihkan: Dua Sisi Ibadah yang Menyatukan

Di masjid-masjid yang menjadi tujuan, aktivitas utama dimulai. Para santri dengan sabar mengajari anak-anak dan warga sekitar mengaji. Suara huruf-huruf hijaiyah yang dilafalkan dengan perlahan tapi penuh keyakinan menjadi melodi indah yang memecah kesunyian. Di sini, ilmu yang mereka terima di pesantren mengalir deras, disesuaikan dengan kadar pemahaman setiap orang yang diajar. Mereka mengamalkan firman Allah SWT:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2)

Bersamaan dengan itu, tangan-tangan lainnya sibuk membersihkan rumah Allah. Menyapu lantai, membersihkan kaca, merapikan sajadah dan Al-Qur’an. Ini adalah pelajaran nyata tentang kehormatan terhadap tempat ibadah. Aksi fisik ini adalah bentuk nyata dari cinta. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ

“Iman itu mempunyai lebih dari tujuh puluh atau lebih dari enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘Laa ilaaha illallah’ (Tidak ada Tuhan selain Allah), dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang keimanan.” (HR. Muslim)

Menyingkirkan kotoran di masjid adalah bagian dari iman, bagian dari misi utama mereka: membersihkan dan menerangi.

Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini dengan Keceriaan

Misi dakwah ini tidak melulu serius. Untuk menyentuh hati generasi paling muda, para santri mengadakan serangkaian perlombaan ceria bagi anak-anak usia dini. Ada lomba menggambar dengan tema islami yang membebaskan imajinasi mereka. Yang lebih menggembirakan adalah lomba adzan dan sambung ayat surah-surah pendek (Juz ‘Amma). Suara lantunan adzan yang masih terdengar polos tapi bersemangat dari mulut-mulut mungil itu adalah musik terindah. Mereka sedang diajak untuk mencintai syiar Islam dan menghafal Al-Qur’an dengan cara yang menyenangkan. Ini adalah praktik dari anjuran Rasulullah SAW:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan ‘Alif Laam Miim’ itu satu huruf, tetapi ‘Alif’ satu huruf, ‘Laam’ satu huruf, dan ‘Miim’ satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Melalui lomba ini, benih-benih cinta pada Al-Qur’an ditanamkan. Para santri bukan hanya menguji, tetapi lebih kepada mendorong dan memotivasi, persis seperti peran yang selama ini dilakukan oleh ustadz dan ustazah mereka.

Sebuah Perjalanan Transformasi

Empat hari itu mungkin singkat secara waktu, tetapi dampaknya dalam membentuk karakter santri sungguh luar biasa. Mereka belajar tentang komunikasi, kesabaran, kerendahan hati, dan tanggung jawab. Mereka menyadari bahwa dakwah bukanlah tentang sok tahu, melainkan tentang berbagi dengan penuh kasih. Mereka mengalami langsung makna dari ayat:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125)

Para ustadz dan ustazah melihat langsung perubahan itu. Dari yang mungkin awalnya malu-malu, menjadi percaya diri menyapa. Dari yang hanya hafal teori, menjadi paham bagaimana menerapkannya di lapangan yang sesungguhnya.

Safari Dakwah Perdana ini telah berakhir dengan capaian yang membanggakan. Namun, ini bukanlah garis finis. Ini justru adalah garis start. Start bagi para santri al-Harokah Darunnajah 12 Dumai untuk terus membawa misi yang sama: menjadi pelita di masyarakat, menyebarkan kebaikan dengan tangan dan hati, serta membuktikan bahwa pemuda pesantren adalah aset umat yang penuh energi positif. Enam kelompok itu telah pulang, tetapi semangat, pelajaran, dan cahaya yang mereka tebarkan di masjid-masjid Dumai, Insya Allah, akan terus menyala dan menginspirasi.