Urgensi Membangun Dialog dan Komunikasi Antarperadaban

peradaban Islam lahir dari Aqidah Islamiyah. Sampai kapanpun peradaban Islam akan menjadi kualitas masyarakat yang menjunjung tinggi kebenaran dan keagungan. Oleh karenanya, kewajiban berdakwah dimiliki bagi seluruh ummat. Dakwah berdimensi pada fundamentalisme peradaban yang telah diawali oleh ummat masa kegemilangan Islam zaman Rasulullah dan para sahabat.

Ustadz Muhammad Mufti, S.Pd.I
Ustadz Muhammad Mufti, S.Pd.I

Maka menjadi sebuah tanggung jawab bagi ummat ‘modern’ guna memenangkan persaingan dakwah atas misionaris Kristen/Katholik dan yang lain. Kemudian, menjadi tantangan pula soal problema bangsa-bangsa, terutama ummat Islam di negara-negara terbelakang. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam semua permasalahan ini adalah akhlak da’i yang menjadi agent of ‘Rahmatan lil ‘alamin’.

Menghadapi urgensi serta kemajemukan agenda peradaban Islam ini, Rabithah al-‘Alam al-Islamy, Kantor Jakarta Indonesia menyelenggarakan sebuah kegiatan berupa Pelatihan (ToT) Kompetensi Dialog dan Komunikasi Antarperadaban (الدورة التدريبيبة في مهارات الحوار و التواصل الحضاري) pada 25-27 Sya’ban 1433/15-17 Juli 2012 lalu.

Kegiatan yang dipusatkan di Hotel dan Villa Aries Biru/Jatimas Hijau, Cisarua Bogor ini diikuti oleh 40 orang dari berbagai pesantren, lembaga pendidikan, dan ormas Islam; berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Lampung, ditambah panitia + 10 orang. Dalam kegiatan ini, pondok pesantren Darunnajah Cipining juga mengirimkan salah satu utusannya bernama Ustadz Muhammad Mufti, S.Pd.I.

Dalam kesempatan itu, kegiatan dibuka oleh Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Musthafa Ibrahim Al-Mubarak. Upacara pembukaan turut pula dihadiri oleh Atase Agama Kedubes Saudi Arabia (Syaikh Abdurrahman An-Nughaimsyi); Direktur Urusan Da’wah dan Pendidikan Rabithah al-‘Alam al-Islamy Kantor Pusat Makkah al-Mukarramah (Dr. Fawwaz Abdul Aziz As-Sulamy); dan Direktur Rabithah Jakarta (Syaikh Fahd Muhammad Sanad Al-Harby).

Guna mendapatkan hasil sesuai target, desain pelatihan dibuat variatif dari ceramah, simulasi, diskusi, project design, presentasi, dan games. Beberapa guru besar yang menjadi tutor di antaranya adalah:

1.  Dr. Naji Ibrahim Al-‘Arfaj (doktor bidang applied linguistic dari Michigan State University, USA); Ketua Jurusan/Prodi Bahasa Inggris Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud Cabang Ahsa’; Direktur Inter-Cultural Communication Center; dan dai internasional.

2.  Dr. Khalid Ibrahim Al-Dossary (doktor bidang business administration dari Malaysian Open University); Pengawas/supervisor Divisi Professional Learning, Saudi Arabian Petroleum Company [Saudi Aramco]; trainer bersertifikat internasional; dan dai internasional.

Alhamdulillah, kegiatan berlangsung dengan baik. Pada moment ini, peserta utusan dari Darunnajah Cipining (Ustadz Muhammad Mufti) berhasil menorehkan beberapa prestasi seperti:

1. Terpilih sebagai ketua kelompok pada project design (dalam kegiatan ini peserta dibagi menjadi 8 kelompok);

2.  Bertindak sebagai presenter pada presentasi hasil project design;

3.  Terpilih sebagai peserta terbaik kedua.

4.  Terpilih sebagai perwakilan peserta untuk menyampaikan sambutan dan kesan-pesan pada upacara penutupan.

Sebagai penyempurnaan kegiatan, pelatihan ditutup oleh Direktur Urusan Dakwah dan Pendidikan Rabithah Kantor Pusat. Upacara penutupan dihadiri pula oleh kedua trainer dan segenap panitia pelaksana (Red-WARDAN)