Suasana khidmat menyelimuti Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai saat santri kelas 6 Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyyah (TMI) menjalani Ujian Nihāi Tahap II selama 17-27 Mei 2025. Evaluasi komprehensif ini menjadi puncak perjalanan akademik enam tahun, menguji kemampuan tahfidz, pemahaman ilmu , dan penguasaan bahasa Arab.
Momentum ini bukan sekadar pengujian hafalan, melainkan refleksi mendalam tentang bagaimana ilmu agama dapat mengakar dalam jiwa dan mengubah karakter. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Mujadilah ayat 11: “يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ” (Yarfa’illahu alladhina amanu minkum walladhina utul ‘ilma darajat) – “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.”
Ujian Nihāi ini bertujuan mengukur sejauh mana santri dapat mengintegrasikan ilmu dengan akhlak mulia. Pendekatan evaluasi ini mencerminkan filosofi pendidikan pesantren yang mengutamakan pembentukan karakter insan kamil melalui penguasaan ilmu agama yang mendalam dan aplikatif.
Ujian Nihāi Tahap II ini menandai transisi penting menuju jenjang pendidikan tinggi. Para santri yang lulus akan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri, dengan bekal ilmu yang kuat.
Keberhasilan ujian ini merefleksikan komitmen Darunnajah dalam mencetak generasi ulama dan umara yang siap menghadapi tantangan zaman. Hadits Rasulullah SAW mengingatkan: “طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ” (Talabul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli muslim) – “Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim.”
Ujian ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk membuktikan kemampuan dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan masa depan. Proses evaluasi yang komprehensif ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.
Ujian Nihāi Tahap II ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal babak baru para santri dalam mengabdikan ilmu untuk kemaslahatan umat. Semoga generasi muda ini terus mengembangkan potensi dan berkontribusi membangun peradaban Islam yang gemilang di era modern.
