Dumai, 18 Desember 2025 – Suasana khidmat dan penuh konsentrasi menyelimuti Aula Besar Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai sejak tanggal 18 hingga 28 Desember 2025. Selama sepuluh hari tersebut, sebanyak 13 orang santri kelas 6 Tarbiyatul Mu’allimin Mu’allimat Al-Islamiyah (TMI) dengan penuh kesungguhan mengikuti Ujian Nihai Tahap 1. Ujian yang menjadi penentu kelulusan sekaligus gerbang menuju jenjang pendidikan lebih tinggi di pesantren ini berlangsung dalam atmosfer yang kondusif, disiplin, dan sarat dengan semangat menuntut ilmu.

Ujian Nihai (Final) merupakan puncak evaluasi bagi santri TMI yang telah menempuh pembelajaran intensif selama enam tahun. Tahap pertama yang dilaksanakan kali ini mencakup sejumlah mata pelajaran inti, mulai dari Al-Qur’an dan Hadits, Bahasa Arab (Nahwu, Shorof, Balaghah), Fiqh, Ushul Fiqh, Akidah Akhlak, hingga Sejarah Islam. Pelaksanaan ujian yang ketat ini dirancang untuk menguji kompetensi dan kedalaman pemahaman santri sebelum mereka melanjutkan ke tahap berikutnya dan akhirnya diwisuda.
Kegiatan menuntut ilmu dan proses evaluasinya memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Man salaka thariiqan yaltamis fihi ‘ilman sahhalallahu lahu thariiqan ilal jannah.”
Artinya: “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Selain itu, dalam konteks kesungguhan dan ujian sebagai bagian dari kehidupan, Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-‘Ankabut ayat 2-3:
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ. وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
“Ahasiban-naasu an yutrakuu an yaquuluu aamannaa wa hum laa yuftanuun. Wa laqad fatainnal-ladziina min qablihim fala-ya’lamannallahu-lladziina shadaquu wa la-ya’lamannal-kaadzibiin.”

Artinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
Ayat ini mengingatkan bahwa ujian, dalam bentuk apa pun termasuk ujian akademik, adalah sunnatullah untuk membedakan dan memurnikan kesungguhan. Ketigabelas santri yang sedang berjuang ini pada hakikatnya sedang menjalani proses pengujian keimanan dan ketekunan mereka dalam menuntut ilmu.
Peran Pesantren dalam Membangun Atmosfer Ujian yang Berkualitas
Pelaksanaan Ujian Nihai Tahap 1 di Aula Besar bukan tanpa alasan. Lokasi yang luas, tenang, dan representatif dipilih untuk menciptakan keseriusan dan menghindari gangguan. Penataan tempat duduk yang berjarak, sirkulasi udara yang baik, serta penerangan yang memadai menjadi pertimbangan panitia untuk mendukung performa terbaik para santri.
Harapan Pasca Ujian Nihai Tahap 1
Usai menjalani tahap pertama ini, para santri akan diberikan waktu untuk mereview hasil sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nihai Tahap 2.
Ketigabelas santri tersebut adalah generasi pilihan yang diharapkan akan menjadi kader ulama dan pemimpin umat.
Keberhasilan penyelenggaraan ujian ini tidak lepas dari sinergi seluruh pihak pesantren. Dari tim logistik, keamanan, kesehatan, hingga dapur umum, semua bekerja dengan prinsip ta’awun (tolong-menolong) dalam kebaikan.
Ujian Nihai Tahap 1 di Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai telah menjadi sebuah ritual akademik yang sarat makna. Lebih dari sekadar tes, ia adalah proses pensucian niat, penguatan integritas, dan pembuktian kesiapan. Dalam diamnya aula, terpancar gelora perjuangan menuntut ilmu yang diwariskan sejak zaman Nabi. Hadits tentang keutamaan menuntut ilmu menjadi nyata dalam diri setiap santri yang dengan keringat dan doa menjawab setiap soal.
Semoga perjuangan 13 santri kelas 6 TMI ini diberi kelancaran, kemudahan, dan keberkahan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Melalui mereka, diharapkan akan lahir generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan komitmen yang kuat dalam membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan agama. Aamiin.
جميعًا نحو التميز والتفوق في خدمة الدين




