Sering kita temui kejadian seperti ini di dunia sekolah, semisal ada si A dan ada si B. si A sangat tekun dan rajin dalam belajar namun tetap saja ia mendapatkan nilai yang rendah sedangkan sebaliknya si si B tetap akan mendapatkan nilai tinggi walau belajar dengan santai dan ogah-ogahan. maka dari itu ujian Bukanlah hari penghakiman ,bukan waktu dimana bisa menentukan siapa yang bodoh dan siapa yang pintar , siapa yang akan gagal dan siapa yang akan sukses .Seperti kisah seorang ilmuwan .Siapa yang tak kenal dengan Thomas Alva Edison ?si penemu bohlam lampu yang dulu pernah di Drop Out (DO) dari sekolahnya, karena sebuah alasan ,sekolah sudah tak sanggup memberikan pendidikan pada Thomas Alva Edison karena otaknya yang terpaut lambat dalam memahami pelajaran. singkat cerita, ibunya membacakan surat pengeluaran tersebut kepada Thomas Alva Edison. ” kami mengembalikan pendidikan Thomas Alfa Edison sepenuhnya kepada Ibu ,karena Thomas terlalu pintar, maka kami merasa sudah tidak layak untuk mendidiknya lagi .”sang Ibu terpaksa berbohong,untuk coba menguatkan hati Thomas dengan kata-kata tersebut .karena tak ingin melihat anaknya menyerah dan patah semangat .sehingga thomas merasa bahwa dirinya adalah lelaki yang sangat cerdas. 24 jam penuh Thomas belajar bersama ibunya terus menerus dan tanpa henti .sampai akhirnya ia mencoba membuat sebuah bohlam lampu tentu tidak hanya dengan, sekali percobaan tapi Thomas Alva Edison mencoba sampai 1000 kali .Sampai Akhirnya dia berhasil menciptakan lampu yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari .siapa sangka seorang Thomas Alva Edison yang pernah dikeluarkan dari sekolah bisa menciptakan sesuatu yang bisa mengubah dunia menjadi terang .orang yang sering mendapatkan nilai tinggi dengan usaha yang minim belum tentu akan menjadi orang yang sukses pada kehidupan bermasyarakat dan karirnya. karena pada hakekatnya kesuksesan hanya akan didapatkan oleh orang yang tekun ,ulet ,dan bisa terus bangkit dari kegagalan. karena yang menentukan kesuksesan adalah 99% usaha dan hanya 1% sajalah bakat yang dibutuhkan.
