Di ceritakan ada seorang laki – laki tua yang berjalan terhuyung huyung di kegelepan shubuh dengan sebuah obor yang menyala di tangan. si kakek tua berniat melaksanakan shalat shubuh berjamaah di sebuah masjid yang berjarak lumayan jauh dari rumahnya. yang menjadi hambatan memang bukan jarak tapi medan jalan yang becek karena hujan tadi malam.
"bruk" akhirnya si kakek jatuh tersungkur karena licin dan serta merta muluh si kakek komat – kamit membaca istighfar shalawat dan tahmid juga tahlil. tiba tiba sesosok tubuh telah berada di sampingnya membantunya berdiri dan memapahnya berjalan bersama menyusuri jalan yang becek menuju masjid.
begitu mereka sampai di persimpangan jalan menuju masjid, laki – laki yang menuntun tadi kemudian melepaskan tangan si kakek dan berbelok arah menjauhi masjid. si kakek heran dan kemudian bertanya : "adek tidak shalat? "
orang itu kemudian berbalik dan menjawab "saya ini syetan mana mungkin saya shalat"
si kakek pun kaget dan kemudian setengah memaksa menolak kemungkinan ada syetan yang berwujud di jaman sekarang, tapi si laki – laki tetap bersikukuh mengaku dirinya syetan.
akhirnya setelah bersitegang beberapa saat si kakek menyerah dan berkata : "baiklah jika begitu katakan kepadaku alasan kenapa kamu menolongku? karena syetan tidak mungkinmenolong orang berbuat kebaikan, menolong orang yang hendak pergi beribadah".
si laki – laki menjawab : "itu karena ketika kamu jatuh, kemudian membaca istighfar dan tahmid dan tahlil Allah telah mengampuni setengah dosa – dosa mu, aku takut jika kamu jatuh kedua kali dan membaca bacaan lagi seperti yang pertama Allah akan mengampuni seluruh dosamu. maka segera aku menolongmu mengantarkanmu kesini agar engkau tidak jatuh kedua kali".
si laki – laki kemudian pergi hilang di gelap shubuh.