Menu

Tips Mempelajari Bahasa Arab ala Syaikh Dr. Hasan bin Abdul Hamid Bukhari

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Fadhilatusy Syaikh Dr. Hasan bin Abdul Hamid Bukhari, Imam Tarawih Masjidil Haram, Pengajar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Dekan Institut Pengajaran Bahasa Arab untuk Penutur Asing Universitas Umm al-Qura, Makkah al-Mukarramah, kembali mengunjungi Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta.

Dan beliau berkesempatan menyampaikan tausiyah kepada seluruh santri Darunnajah, setelah shalat isya, Rabu, 15 Januari 2020/21 Jumada al-Ula 1441 H. Pada tausiyah singkat 15 menit berbahasa Arab tanpa terjemah.

Pada awal tausiyah beliau menyampaikan sebuah perkataan Imam asy-Syafi’i rahimahullah:

من تعلم القرآن الكريم عظمت قيمته، ومن كتب الحديث قويت حجته، ومن تعلم العربية رق طبعه، ومن تعلم الحساب جزل رأيه، ومن لم يصن نفسه لم ينفعه علمه

Barangsiapa mempelajari al-Qur’an, maka akan naik derajatnya

Barangsiapa menulis al-Hadits, maka akan kuat argumentasinya

Barangsiapa mempelajari Bahasa Arab, maka akan lembut perasaannya

Barangsiapa memperhatikan ilmu Matematika, akan luas pemikirannya

Barangsiapa tidak menjaga hawa hafsunya, takkan manfaat ilmunya

 

Tujuan mempelajari bahasa Arab, karena bahasa Arab merupakan bahasa agama Islam, bahasa al-Qur’an, bahasa al-Hadits, dan seorang muslim tidak akan dapat memahami al-Qur’an dan al-Hadits kecuali ia memahami bahasa Arab.

Mempelajari bahasa bukan hanya dalam satu tingkatan, akan tetapi melalui beberapa tingkatan, seperti bahasa Arab berawal dari huruf hijaiyyah Alif Ba Ta dan seterusnya.

Mempelajari bahasa Arab bukan saja kita mempelajarinya dalam kelas, bukan hanya mempelajarinya 40 menit, atau 60 menit, atau satu pekan, akan tetapi bahasa itu senantiasa harus hidup di dalam hidup kita, dimanapun kita berada, di dalam kelas, di luar kelas, di kamar, di pasar, di jalan, jika kamu ingin bisa berbicara bahasa Arab seperti orang Arab, maka ada rahasianya.

Syaikh Dr. Hasan bin Abdul Hamid Bukhari pernah menemui seorang pemuda dari Nigeria, ia tidak pernah keluar dari provinsinya di Nigeria, bahkan belum pernah ke ibu kota Nigeria, akan tetapi pemuda tersebut berhasil menyelesaikan studi S3 (Doktoral), di salah satu Universitas di selatan, Nigeria.

Ketika ia berbicara benar-benar seperti orang Arab, kefasihannya, hafalan syair-syair Arabnya, padahal ia belum pernah ke luar Nigeria. Ketika ditanya oleh Syaikh Dr. Hasan darimana ia mempelajari bahasa Arab? Ia menjawab, ia belajar bahasa Arab bukan di sekolah ataupun di Universitas, akan tetapi ia mempelajari bahasa Arab selama 24 jam, dan ia mencintai bahasa Arab, sehingga banyak membaca dan mendengar dalam bahasa Arab seakan-akan bahasa Arab senantiasa ada dalam kehidupan saya.

Syaikh Dr. Hasan bin Abdul Hamid Bukhari juga bercerita pernah bertemu dengan salah satu Profesor bidang Bahasa Arab, Nahwu dan Sharaf, dari salah satu negara Islam (tidak spesifik menyebutkan nama negaranya), akan tetapi ia tidak bisa berbicara dalam bahasa Arab dengan lancar, karena ia belajar di kelas hanya lewat buku dan pelajarantanpa mempraktikkan bahasa Arab tersebut.

Adapula Non Muslim di Rusia, Korea, Jepang, Inggris, Perancis, Amerika dan Kanada yang lancar berbicara dalam bahasa Arab, itu karena kecintaan mereka dalam bahasa Arab yang  menjadikan mereka ikut serta dalam berbagai perlombaan bahasa Arab. Yang bisa menjadikan kita bisa berbahasa Arab adalah diri kita sendiri dan rasa cita kita kepada bahasa Arab.

Syaikh Dr. Hasan bin Abdul Hamid Bukhari, yang juga merupakan Associate Professor bidang Ushul Fiqh di Universitas Umm al-Qur’a Makkah al-Mukarramah ini, dalam akhir tausiyahnya mendo’akan para santri Pondok Pesantren Darunnajah di masa yang akan datang untuk menjadi Juara Pertama dalam setiap perlombaan berbahasa Arab, seperti pidato bahasa Arab dan lain sebagainya.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Serunya Diskusi Bidayatul Mujtahid Bersama Syaikh Dr. Shawki

Untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya, Sekolah TInggi Agama Islam (STAI) Darunnajah mengadakan diskusi mingguan “Kajian Bidayatul Mujtahid”. Kegiatan yang berlangsung setiap hari Selasa ini menghadirkan pembicara