Termotivasi Tiada Henti

Hampir semua kita atau bahkan semua kita, terutama para pria, pernah datang ke Tukang Cukur atau istilah kerennya adalah barbershop.

Untuk apa kita datang ke tukang cukur?, ya tentu saja ingin potong rambut baik sebagian, separuh atau semuanya alias plontos.

Namun ada hal yang menggelitik untuk ditanyakan sebenarnya kepada para tukang cukur: apakah mereka juga memotong rambut mereka sendiri?, jawabannya bahwa sepandai-pandainya tukang cukur pasti memerlukan tukang cukur lainnya untuk merapikan dan atau memotong rambutnya.

Nah, demikian pula dalam menjalani roda kehidupan yang senantiasa berputar ini. Terkadang di atas dan dalam kesempatan lain di bawah.

Memang betul bahwa motivasi yang paling penting dan efektif adalah dari diri sendiri (inner motivation) yang merupakan hasil dari pembiasaan mendayagunakan segala potensi yang dimiliki: ruh, psikis, fisik, emosi dan sebagainya.

Ibarat mobil yang mesinya masih baru dengan full bahan bakar dikendarai sopir handal, tentu akan melesat cepat dan optimal.

Tetapi ketika suatu saat karena kondisi tertentu mobil tersebut mogok maka harus didorong dan atau ditarik agar kembali berjalan walaupun secara perlahan.

Demikian halnya ketika inner motivation seseorang stagnan maka ia memerlukan outer motivation dari selainnya.

Mengikuti training motivasi, membaca buku succes story, mengadakan brain stroming, curhat dengan mentor dan semisalnya merupakan contoh nyata diperlukannya outer motivation.

Dengan terus mengupayakan inner motivation dan outer motivation maka kita akan menjadi pribadi yang terus termotivasi tiada henti. Insya Allah.

#KhutbatulArsyGuru
#DarunnajahSuksesBarakah

(wardan/mr. mim).