Taujihat Guru, Ikhtiar Menjaga Mutu Pelaksanaan Ujian Taujihat Guru, Ikhtiar Menjaga Mutu Pelaksanaan Ujian

Taujihat Guru, Ikhtiar Menjaga Mutu Pelaksanaan Ujian

Sebanyak 124 santri putra dan 199 santri putri kelas 6 TMI bersama 235 guru memenuhi Aula Kampus 1 Pesantren Darunnajah 2 Cipining pada Sabtu (13/6) pagi. Selama tiga jam sejak pukul 07.00 WIB, mereka mengikuti taujihat menjelang ujian tulis. Pesan utama pagi itu menegaskan bahwa makna ujian jauh lebih luas daripada angka di lembar jawaban.

Wakil Direktur TMI Ustaz Zaenal Muttaqin, S.Pd menekankan pentingnya kegiatan ini diulang setiap tahun untuk menyamakan persepsi pelaksanaan ujian. Ia mengutip pesan Pimpinan Pesantren, KH Jamhari, bahwa hal-hal baik dan “sunnah-sunnah pesantren” harus terus dijaga dan diulang. Menurutnya, supervisi Yayasan Darunnajah yang dijalankan KH Hasyim Sya’ban, S.Pd.I dan Ustaz Nasirin, S.Pd.I, dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan dan Pengasuhan (LPMPP), turut mengangkat kualitas pelaksanaan ujian.

Wakil Pengasuh Ustaz Nasikun Sugik, SE. MM., mengajak hadirin merenungkan hakikat ujian. Baginya, ujian adalah sunnatullah yang mendewasakan setiap orang. “Ujian tidak berhenti di ruang kelas. Apa pun yang kita alami sejatinya ujian hidup yang harus dijalani dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pesantren mengenal tiga lapis ujian:

  • Ujian Ta’limi, yaitu ujian keilmuan dan akademik seperti pekerjaan rumah serta ujian akhir semester.
  • Ujian Tarbawi, yaitu penilaian sikap melalui rapor mental yang disusun Departemen Pengasuhan Santri.
  • Ujian Ta’dzimi, yaitu pembentukan pribadi utuh lewat Amaliyah Tadris, Praktek Dakwah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM), hingga menjadi imam salat.

Dua kunci untuk melewati ujian itu adalah ikhlas dan jujur. Keikhlasan tampak dari budaya pesantren yang menanggalkan orientasi ekonomi; panitia dan pengawas ujian bekerja tanpa imbalan. Adapun kejujuran ditujukan kepada para guru, yang diminta menjunjung tinggi keadilan dalam memberi nilai dan menjauhi cara yang tidak etis.

Taujihat Guru, Ikhtiar Menjaga Mutu Pelaksanaan Ujian

Penjamin Mutu Pendidikan Ustaz Musthafa Kamal, M.Pd kemudian membacakan tata tertib dan prinsip penilaian. Lembar jawaban menjadi kendali nilai yang ditetapkan secara objektif sesuai kunci. Hasil santri lalu dipetakan ke dalam lima kategori peringkat, dari Mumtaz untuk nilai tertinggi hingga Dhoif bagi yang belum memenuhi syarat kenaikan kelas. KH Hasyim Sya’ban selaku supervisor Yayasan menambahkan sejumlah catatan evaluasi dari hasil pengawasannya. (Wardan/DR)