Tahfidz Camp Perdana Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Tahfidz Camp Perdana Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai

Tahfidz Camp Perdana Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai

Dumai, 21 Mei 2025 – Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai Resmi Buka Camp Tahfidz Al-Qur’an di Dumai Islamic Center

Dumai – Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai secara resmi membuka Camp Tahfidz Al-Qur’an yang dilaksanakan di Masjid Dumai Islamic Center (DIC). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu, 21 Mei hingga Jumat, 23 Mei 2025. Acara ini dihadiri oleh 11 Santri Putri , Direktur Pengasuhan, Serta Ustadzah pembimbing tahfiz camp.

Camp Tahfidz ini merupakan bagian dari upaya pesantren dalam membina dan mencetak generasi Qurani yang tangguh dan mandiri. Generasi yang tidak hanya fasih membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembukaan Camp Tahfidz dengan Khidmat

Acara pembukaan dimulai kata sambutan yang di sampaikan oleh direktur pengasuhan yaitu Al-Ustad Muhammad Shodiq. Pondok Pesantren Al-Harokah, diikuti sambutan dari Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dan dihafal, tetapi harus dipahami, dihayati, dan diamalkan. Kelak, di hari kiamat, Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi mereka yang mencintainya,” ujarnya dengan penuh semangat.

Beliau juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, mengingat tantangan zaman yang semakin kompleks. “Di era digital ini, godaan untuk lalai dari mengingat Allah sangat besar. Maka, dengan menghafal Al-Qur’an, kita membentengi diri dari pengaruh negatif,” tambahnya.

Tujuan dan Manfaat Camp Tahfidz

Kegiatan ini digagas oleh divisi pengasuhan santri sebagai wadah pengembangan spiritual dan intelektual. Selain fokus pada hafalan (tahfidz),

hafalan). “Kami tidak hanya mengejar kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas. Santri harus benar-benar menguasai tajwid, makhraj, dan maknanya,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk melatih kedisiplinan dan kemandirian santri. Mereka dibiasakan bangun sebelum subuh, mengikuti jadwal yang ketat, serta hidup dalam lingkungan yang kondusif untuk ibadah dalam mengahafal Al-Quran

Rangkaian Kegiatan Selama Camp

Selama tiga hari, para peserta akan menjalani jadwal yang padat namun penuh berkah. Berikut adalah gambaran aktivitas harian mereka:

  1. Pukul 04.00 – 05.30: Qiyamul Lail dan Tahajud
  2. Pukul 05.30 – 06.30: Shalat Subuh Berjamaah & Muraja’ah Hafalan
  3. Pukul 06.30 – 07.30: Sarapan dan Persiapan Menghafal
  4. Pukul 07.30 – 10.00: Sesi Tahfidz Intensif
  5. Pukul 10.00 – 12.00: Murajaah Hafalan
  6. Pukul 12.00 – 13.30: Shalat Dzuhur & Istirahat
  7. Pukul 13.30 – 15.30: Sima’an (Setoran Hafalan)
  8. Pukul 15.30 – 17.00: Melanjutkan Hafalan Baru
  9. Pukul 17.00 – 18.30: Shalat Ashar & Evaluasi Harian
  10. Pukul 18.30 – 19.30: Makan Malam
  11. Pukul 19.30 – 21.00: Motivasi Islami & Iktikaf dan Menghafal

Harapan untuk Masa Depan

Pihak pesantren berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi menjadi awal dari program-program serupa di masa depan. “Kami berencana membuat camp tahfidz reguler setiap semester, bahkan mungkin membuka kelas khusus tahfidz untuk masyarakat umum,” ungkap Ustadz Muhammad shodiq

Camp Tahfidz Al-Qur’an ini menjadi bukti nyata komitmen Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai dalam mencetak generasi Qurani. Dengan semangat “Bersama Al-Qur’an, Menuju Generasi Terbaik”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan para penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya hafal di lisan, tetapi juga meresap di hati dan teraplikasi dalam kehidupan.

“Semoga Allah memberkahi setiap langkah kita dalam menjaga kemuliaan Al-Qur’an,” tutup Ustadz Ahmad Fauzi dalam doa penutup.