Peserta kunjungan sosial dan budaya dari Pesantren Darunnajah melanjutkan perjalanan mereka dari Pamukkale menuju Konya pada hari Jum’at, 14 Februari 2025. Di Konya, mereka mengunjungi Mevlana Museum, tempat bersejarah yang menjadi tempat persemayaman Jalaludin Rumi, salah satu tokoh sufi terbesar dalam sejarah Islam.
Di dalam museum ini, para peserta dapat melihat berbagai peninggalan bersejarah seperti kuburan Jalaludin Rumi, pulpen yang digunakan oleh beliau, jubah ayahnya, serta barang-barang lain seperti baju para pelajar yang pernah belajar di sana, dan bahkan Al-Qur’an yang sangat dihormati. Salah satu bagian yang menarik adalah adanya sebuah benda yang dipercaya sebagai jenggot Nabi Muhammad SAW, meskipun keasliannya hanya diketahui oleh Allah SWT. Sebelum memasuki museum, peserta mengambil wudhu karena bertepatan dengan waktu sholat dzuhur, dan melaksanakan sholat di tempat khusus yang ada di ujung bangunan, dekat pintu keluar. Selain itu, pengunjung diwajibkan memakai plastik sepatu yang sudah disiapkan untuk menjaga kebersihan area museum.
Setelah mengunjungi Mevlana Museum, peserta melanjutkan perjalanan ke Sultanhani Caravanserai, sebuah bangunan bersejarah yang terletak di antara provinsi Konya dan Aksaray. Sultanhani Caravanserai merupakan salah satu bangunan tua yang dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan bagi para pedagang dan pelancong pada masa kekaisaran Ottoman. Tempat ini menjadi saksi bisu sejarah perdagangan yang menghubungkan Timur dan Barat pada zaman dahulu.
Kunjungan ini tidak hanya memberikan wawasan tentang sejarah dan kebudayaan Turki, tetapi juga memperkaya pengalaman peserta dalam mengenal lebih dekat warisan budaya Islam yang begitu mendalam. Peserta diharapkan dapat mengambil pelajaran dan inspirasi dari perjalanan ini untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
