Sebanyak 15 peserta dari Pesantren Darunnajah mengikuti kegiatan Social Cultural Visit to Turkiye dengan penuh antusias. Rombongan ini dipimpin oleh Ustadzah Sabrina Tri Nur Cahyo, yang membimbing peserta dalam mengeksplorasi sejarah dan budaya Islam di Turkiye.
Pada Selasa, 11 Februari 2025, selama satu hari penuh, peserta mengunjungi beberapa destinasi bersejarah dan menikmati keindahan Istanbul.
Destinasi pertama adalah kawasan Hippodrome, sebuah alun-alun bersejarah yang terletak di antara Hagia Sophia dan Blue Mosque. Dahulu, tempat ini merupakan arena pacuan kuda pada era Bizantium dan menjadi pusat kegiatan sosial serta politik Kekaisaran Romawi Timur. Saat ini, Hippodrome menjadi kawasan wisata yang menyimpan banyak peninggalan sejarah.
Selanjutnya, peserta menuju Hagia Sophia, bangunan ikonik yang awalnya merupakan gereja, kemudian berubah menjadi masjid, lalu museum, dan kini kembali difungsikan sebagai masjid. Peserta berkesempatan masuk ke dalam bangunan megah ini saat waktu shalat Ashar, merasakan suasana religius di tempat yang memiliki perpaduan seni arsitektur Bizantium dan Islam ini.
Perjalanan berlanjut ke Blue Mosque, atau Masjid Sultan Ahmed, yang terkenal dengan lebih dari 20 ribu ubin biru khas Iznik yang menghiasi interiornya. Masjid ini dibangun setelah penaklukan Konstantinopel dan memiliki empat pilar besar yang menopang kubahnya yang megah. Peserta melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar di masjid ini, sembari mengagumi keindahan arsitekturnya.
Salah satu pengalaman yang paling dinantikan adalah menaiki Bosphorus Private Cruise, kapal pesiar yang membawa peserta menyusuri Selat Bosphorus, perairan yang memisahkan benua Asia dan Eropa. Dari atas kapal, peserta dapat menikmati panorama istana, benteng, dan bangunan bersejarah yang berdiri megah di sepanjang selat.
Setelah perjalanan yang mengesankan, peserta menikmati makan siang di Burhara Baklava, restoran terkenal dengan hidangan khas Turki. Sajian khas, seperti baklava dan hidangan Turki lainnya, menjadi pengalaman kuliner yang tidak terlupakan.
Sebagai bagian dari perjalanan spiritual, peserta kembali ke Blue Mosque untuk melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar. Kesempatan ini memberikan pengalaman religius yang mendalam, sembari mengagumi keindahan masjid yang dibangun pada masa Sultan Ahmed I ini.
Perjalanan hari pertama di Istanbul ini memberikan wawasan berharga tentang sejarah, budaya, dan peradaban Islam di Turkiye. Dengan bimbingan Ustadzah Sabrina Tri Nur Cahyo, peserta semakin memahami kekayaan sejarah Islam yang masih lestari hingga saat ini. Perjalanan ini diharapkan dapat menginspirasi peserta untuk terus belajar dan memperkaya wawasan keislaman mereka.
