Siswa Sekolah Dasar, Siapa Mereka?
Menu

Siswa Sekolah Dasar, Siapa Mereka?

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Jakarta/DNKids_Masa usia sekolah dasar sebagai masa kanak-kanak akhir yang berlangsung dari usia enam tahun hingga kira-kira usia sebelas tahun atau dua belas tahun. Karakteristik utama siswa sekolah dasar adalah mereka menampilkan perbedaan-perbedaan individual dalam banyak segi dan bidang, di antaranya, perbedaan dalam intelegensi, kemampuan dalam kognitif dan bahasa, perkembangan kepribadian dan perkembangan fisik anak.

Erikson mengatakan bahwa anak usia sekolah dasar tertarik terhadap pencapaian hasil belajar. Mereka mengembangkan rasa percaya dirinya terhadap kemampuan dan pencapaian yang baik dan relevan. Meskipun anak-anak membutuhkan keseimbangan antara perasaan dan kemampuan dengan kenyataan yang dapat mereka raih, namun perasaan akan kegagalan atau ketidakcakapan dapat memaksa mereka berperasaan negatif terhadap dirinya sendiri, sehingga menghambat mereka dalam belajar. Jean Piaget seorang ahli psikologi kebangsaan Perancis berdasarka penelitiannya tentang perkembangan kognitif anak menyimpulkan ada lima tahap perkembangan kognitif yaitu :

  1. Tahap sensori motor (sensory motor stage) usia 0 – 2, pada masa ini bayi dapatmembedakan dan mengetahui nama-nama benda.
  2. Tahap pra-operasional (pre-operasional stage) usia2 – 7 tahun, perkembangan bahasa dengan pemikiran yang sederhana dan masa berfikir khayal.
  3. Tahap operasi konkrit (concrete operational) usia 7 – 11 tahun, kemampuan berfikir anak telah lebih tinggi tetapi masih terbatas pada hal-hal yang konkrit ia sudah menguasai operasi hitungan seperti menambah, mengurang, membagi, menyusun dan lain-lain.
  4. Tahap opeasi formal ( formal operation) usia 11 tahun keatas , pada tahap ini kemampuan berfikir anak sudah sempurna ia dapat berfikir abstrak, berfikir deduktif dan induktif, berfikir analisis dan sintesis.

Berdasarkan uraian di atas, siswa sekolah dasar berada pada tahap operasional kongkrit, pada tahap ini anak mengembangkan pemikiran logis, masih sangat terikat pada fakta-fakta perseptual, artinya anak mampu berfikir logis, tetapi masih terbatas pada objek-objek kongkrit, dan mampu melakukan konservasi.

Bertitik tolak pada perkembangan intelektual dan psikososial siswa sekolah dasar, hal ini menunjukkan bahwa mereka mempunyai karakteristik sendiri, di mana dalam proses berfikirnya, mereka belum dapat dipisahkan dari dunia kongkrit atau hal-hal yang faktual, sedangkan perkembangan psikososial anak usia sekolah dasar masih berpijak pada prinsip yang sama di mana mereka tidak dapat dipisahkan dari hal-hal yang dapat diamati, karena mereka sudah diharapkan pada dunia pengetahuan.

Pada usia ini mereka masuk sekolah umum, proses belajar mereka tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, karena mereka sudah diperkenalkan dalam kehidupan yang nyata di dalam lingkungan masyarakat. Pada masa keserasian bersekolah ini secara relatif anak-anak mudah dididik dari pada masa sebelumnya dan sesudahnya.(anggra)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

DAUROH BAHASA ARAB UMM AL QURA MAKKAH KSA 1441/2020

Pondok Pesantren Darunnajah dan Ikatan Pengajar Bahasa Arab (IMLA) Indonesia menghaturkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Dauroh Bahasa Arab bagi Pengajar Indonesia Teriring ucapan terima