Di pesantren yang menerapkan sistem bilingual, santri tidak hanya belajar dua bahasa asing — mereka menggunakannya secara bergantian dalam kehidupan sehari-hari. Pekan ini seluruh percakapan di luar kelas harus dalam bahasa Arab. Pekan depan bergeser ke bahasa Inggris. Terus bergantian sepanjang tahun.
Seperti apa rasanya berpindah bahasa setiap pekan?
Di awal, sangat membingungkan. Santri baru mungkin baru mulai nyaman dengan bahasa Arab, tiba-tiba harus pindah ke Inggris. Otak belum sepenuhnya terbiasa berpindah-pindah. Banyak yang terbata-bata, banyak yang salah bahasa, banyak yang frustrasi.
Tapi seiring waktu, sesuatu yang menarik terjadi. Otak mulai terbiasa dengan perpindahan ini. Santri mulai bisa berpikir dalam bahasa yang sedang digunakan tanpa harus menerjemahkan dari bahasa Indonesia dulu. Ini kemampuan yang cukup langka — dan proses pembentukannya hanya bisa terjadi lewat praktik yang konsisten setiap hari.
Apakah semua santri akhirnya fasih di kedua bahasa? Tidak semuanya. Ada yang lebih kuat di Arab, ada yang di Inggris. Ada yang nyaman di keduanya, ada yang masih berjuang. Hasilnya memang tidak seragam — dan itu kenyataan yang perlu diterima.
Salah satu pesantren bilingual di Bogor
Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining menerapkan sistem bilingual Arab-Inggris bergantian setiap pekan. Ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di pesantren. Fondasi yang terbentuk cukup terasa — meskipun kami tidak mengklaim semua santri akan fasih. Hubungi lewat WhatsApp 0812111180.