Jakarta Selatan, Mei 2026 Pondok Pesantren Darunnajah menggelar audiensi resmi ke Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta sebagai tindak lanjut Surat Permohonan Nomor 12.01/DN/V/2026 tertanggal 13 Mei 2026. Audiensi dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka. Mabigus) Jakarta Selatan.
Delegasi Darunnajah yang hadir terdiri dari Dr. Bustomi Ibrohim (Ketua Yayasan), Ust.Fajar Suryono (Wakil Rektor Universitas Darunnajah), Ustaz Imam Khairul Annas (Pembina Pramuka), Kak Nakyla Anandhika Burhanudin (Ka. Gugus Depan), serta delegasi pembina dan santri Penegak.
Meski Ketua Kwarda DKI Jakarta, Kak Dr. Drs. H. Isnawa Adji, M.A.P., berhalangan hadir karena kondisi kesehatan, audiensi tetap berlangsung produktif dan diterima oleh Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kak Risna, bersama Andalan Daerah Kak Zulkifli (Pinkonda Jamnas) dan Kak Samsul Huda (Waka Orgakum).
Jambore Nasional: Meski Terlambat, Peluang Tetap Terbuka
Kwarda DKI Jakarta telah menetapkan 466 peserta dari enam Kwarcab untuk Jambore Nasional (Jamnas) tahun berjalan, dengan pendaftaran resmi yang sudah ditutup pertengahan Mei 2026. Namun Kak Risna menyatakan kesediaannya berkomunikasi langsung dengan Kwarnas untuk mengupayakan kuota tambahan bagi Darunnajah.
Sebagai syarat, Darunnajah diminta segera menyiapkan daftar nama calon peserta lengkap dengan NTA, KTA aktif di aplikasi Ayo Pramuka, surat keterangan sehat, dan izin wali dalam waktu maksimal tiga hari. Seluruh kontingen juga diundang hadir dalam Latihan Gabungan Jamnas pada 6 Juni 2026 di Gedung Dispora DKI Jakarta.
Jambore Dunia 2027 Polandia: Santri Masih Bisa Mendaftar
Meski tenggat pernyataan kesediaan peserta secara resmi telah berakhir 15 Mei 2026, Kak Risna memastikan Darunnajah masih dapat mendaftarkan calon peserta. Target awal 3–4 santri, dengan harapan bisa mencapai 10 regu. Persyaratan utama: usia 12–16 tahun (kelahiran 2009–2013), KTA aktif, paspor berlaku, dan kondisi fisik sehat.
Kwarda juga mengingatkan agar Darunnajah mulai mempersiapkan diri secara dini untuk Raimuna Nasional 2028 agar tidak mengulang keterlambatan registrasi yang sama.
Saka Bhayangkara, Pramuka Garuda, dan Agenda Lainnya
Darunnajah memaparkan rekam jejak kuat di bidang Satuan Karya. Saka Bahari telah berjalan rutin bersama TNI AL hingga ke Papua dan Batam. Saka Bhayangkara sudah berjalan dengan 20 anggota aktif bersama Polres Metro Jakarta Selatan, dan kini sedang direncanakan pendirian Pangkalan Saka Bhayangkara mandiri yang didukung penuh oleh Kwarda.
Untuk Pramuka Garuda, Kak Samsul Huda menyatakan kesiapan Kwarda membimbing santri Penggalang dan Penegak dalam menyelesaikan SKU, SKK, dan SKT secara sistematis.
Audiensi juga membahas sinergi pengelolaan sampah organik Darunnajah (±0,5 ton/hari dari 6 titik di Jakarta) melalui Saka Kalpataru/Wana Bakti, serta potensi Darunnajah sebagai tuan rumah sambutan delegasi Pramuka asing dari negara-negara Arab pada Jamnas mengingat pesantren ini rutin menyambut tamu negara seperti Grand Syaikh Al-Azhar dan Mufti Kroasia dengan formasi Pramuka.
“Pramuka di Darunnajah bukan sekadar ekstrakurikuler, ia adalah bagian dari kurikulum resmi pesantren sejak era 1960-an. Pramuka adalah wasilah pembentukan karakter santri yang bertaqwa, berakhlak, berbadan sehat, terampil, dan cinta tanah air.” Ujar K.H. Sofwan Manaf, Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah
Audiensi ditutup dengan komitmen dua arah: Kwarda menempuh jalur Kwarnas untuk membuka peluang Darunnajah di Jamnas, sementara Darunnajah harus bergerak cepat memutakhirkan data peserta dan memastikan kehadiran pada Latihan Gabungan 6 Juni mendatang. Kwarda DKI Jakarta mengakui Darunnajah dengan 23 cabang dan jejaring internasional sebagai mitra strategis kepramukaan Indonesia, khususnya dalam diplomasi dengan dunia Arab dan Timur Tengah.
