Menu

SIAPA BILANG, SANTRI TIDAK PEDULI LINGKUNGAN?

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Santri masa kini mestinya tidak terjangkiti ‘virus dikotomi’ ilmu penegetahuan agama dan umum. Baginya, semua ilmu yang baik merupakan anugerah dari Allah, untuk membantu dan mempermudah dalam memperoleh kenikmatan temporal (mataa’uddunya) dan kebahagiaan permanen (ni’matul akhirah).

Berpijak dari fikrah tersebut, 6 santri Darunnajah Cipining; Taufiq Anwar (kelas XI A), Bahrul Ulum (kelas XI C), Neng Tia Hestianah (kelas X C), Muhammad Syaikhul Islam (kelas VIII A), Ahmad Humaidi (kelas VIII B) dan Hamalatul Qur’ani (kelas VIII C) berperan aktif dalam ‘Training Dan Sosialisasi Lingkungan Hidup Sehat’ yang diselenggarakan oleh Yayasan Islam Al Ikhlas di SLTA Antam Bina Insani Nanggung Bogor.

Jum’at pagi, 13 Maret 2009, mereka berenam diantar oleh salah-satu staff Biro Pengasuhan Santri berangkat menuju tempat pelatihan yang notabene binaan sebuah PT yang bergerak dalam penambangan emas di gunung Pongkor, Naggung Bogor, PT. Antam. Para peserta lainnya merupakan utusan dari pengurus OSIS SLTP dan SLTA di kecamatan Nanggung, Leuwiceuri, Leuwiliang, Cigudeg dan Jasinga, yang berjumlah mencapai 300 pelajar putra dan putrid.

Dalam sesi pembukaan, para peserta dan tamu undangan -termasuk penulis-, mendapat tambahan motivasi dalam berislam secara kaffah, yang disampaikan dengan full spirit oleh Drs. H. Asep Husri, ketua yayasan tersebut yang juga wali santri dari Muhammad Zakky Saifurrahman, santri kelas VIII A TMI Darunnajah Cipining.

Kegiatan yang bertema “Pelajar Peduli LIngkungan Hidup Srhat Dari Bahaya Pencemaran Lingkungan Hidup Dan Penyakit Sosial” ini bertujuan menjalin slaturrahmi antar pelajar SLTP dan SLTA di Bogor Barat. Juga sebagai tahap awal memnumbuhkan kesadaran para remaja terhadap bahaya limbah industri yang telah mencemari lingkungan, terutama sungai-sungai yang banyak dibutuhkan dalam kehidupamn sehari-hari.

Agar para peserta mendapatkan gambaran yang memadai tentang wawasan lingkungan, maka diantara materi yang dibahas dalam sosialisai tersebut adalah: Upaya Menciptakan Lingkungan Sekolah Yang Sehat dan Bersih (Didi Sugianto, Dinas Kesehatan Bogor), Bahaya Pencemaran Mercury dan Sianida (Dr. Salahudddin), Pentingnya Pembentukan Organisasi Pelajar dan Kader Peduli Lingkungan (Ujang Supendi) dan Kewirausahaan Pelajar Dalam Memanfaatkan Lingkungan Hidup (Drs. H. Asep Hudri).

Dalam forum tersebut, para remaja harapan agama dan bangsa ini juga diajak umtuk mengkritisi hasil peneletian ilmiah tentang bahaya Mercury dan Sianida oleh kepala laboratorium Kimia LIPI, Gunawan Pratama Yoga.

Pada malam hari, tepatnya selepas sholat isya, para peserta juga dibuat terperangah dengan pemutaran film documenter ‘Tragedi Minamata’ di Hokoido Jepang. Kedahsyatan senyawa mercury dalam segala bentuknya seperti: Elemental/Metallic, Quick Silver, Liquid Metal, Readly Vaparise dan Inorganic Mercury adalah gangguan keseimbangan (Alaxia), terganggunya system kerja syaraf, menurunnya daya dengar, berkurangnya kemampuan berbicara (Dhysantya), rabunnya penglihatan, bahkan terjadinya kelumpuhan otak pada tingkat akut, akibat Blomagnesifasi (peningkatan kandungan mercury dalam tubuh manusi). Dan disinyalir, akibat penggunaan senyawa berbahay tersebut oleh para pendulang emas illegal (para gurandil-bahasa Sunda), telah menimbulkan pencemaran air sungai yang tidak bisa dianggap ringan di wilayah daerah aliran sungai (DAS) Nanggung dan sekitarnya.

Di samping peningkatan wawasan lingkungan, dalam kegiatan tersebut mereka juga dikondisikan untuk lebih menghayati pengamalan ajaran agama Islam, antara lain dengan sholat berjama’ah dan ta’lim yang dibimbing langsung oleh ketua panitia, Muhammad Asror, S.Th.I, yang notabene alumni LIPIA Jakarta.

Sebagai follow up dari kegiatan ini, maka dibentuklah Organisasi Pelajar Peduli Lingkungan dibawah binaan PT. Antam. Dan terpilihlah Bahrul Ulum sebagai ketua organisasi tersebut untuk tingkat SLTA. “Pelatihan ini membawa dampak yang signifikan terhadap diri saya. Sebelumnya saya tidak tahu-menahu tentang bahaya Mercury dan Sianida. Insya Allah, saya akan menjadi lebih peduli lingkungan. Komentar saya terhadap pelatihan ini, hanya satu kata: Luar Biasa!” ungkap remaja asal Lebak Wangi yang juga ketua Organisai Siswa Darunnajah Cipining (OSAD) tersebut.

Kebahagiaan dan kebanggaan delegasi darunnajah Cipining semakin bertambah, dengan terpilihnya salah satu kawan mereka menjadi peserta terbaik, yaitu Muhammad Syaikhul Islam. Santri yang sedang mulai menghafal Al Qur’an ini, juga terpilih menjadi ketua Organisasi Pelajar Pedulil Lingkungan untuk tingkat SLTP. “ Diadakannya acara ini sungguh menarik. Terutama pemutaran film ‘Tragedi Minamata’, semoga hal tersebut tidak akan terjadi di Indonesia. Kepada kawan-kawan pelajar, ayo kita lebih peduli terhadap lingkungan dan mulailah dari diri sendiri!” kesan dan pesan Syaikhul yang disampaikan kepada WARDAN, disela-sela belajar di Masjid.

Seusai mengikuti pelatihan dua hari tersebut, mereka juga berbagi pengalaman kepada para santri lainya, melalui forum ta’lim yang sudah rutin dilakukan di masjid asrama putra, masjid asrama putrid dan juga masjid kampus non asrama.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Putri Al-Manshur Darunnajah 3 Serang Banten

Praktek Manasik Haji

Serang, (18/02/20) seluruh santriwati kelas 3 Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah melaksanakan kegiatan Praktek Manasik Haji. Kegiatan Praktek Manasik Haji adalah salah satu materi dalam

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

STAI Darunnajah Gelar Lomba Dakwah Haji Se-Jabodetabek,

STAI Darunnajah Jakarta akan menggelar Lomba Dakwah Haji se-Jabodetabek pada tanggal 7 Maret 2020. Dalam menggelar acara ini, STAI Darunnajah bekerjasama dengan Forum Komunikasi Alumni