LAMPUNG TIMUR – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menggelar kampanye peduli lingkungan hidup di Pondok Pesantren Darunnajah 16, Lampung Timur, pada Sabtu, 8 Maret 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB ini dihadiri oleh Ibu Hanifah Dwi Nirwana S.T., M.T., sebagai Staff Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bersama lebih dari 150 santriwan dan santriwati serta seluruh civitas akademika pesantren dan dilanjutkan acara buka bersama.
Kampanye lingkungan hidup ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda, khususnya para santri, tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Menteri menekankan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi penjaga alam dan tidak merusak lingkungan, sehingga kampanye ini sangat relevan dengan nilai-nilai yang diajarkan di pesantren.
Acara kampanye ini dikemas dalam bentuk dialog interaktif, penyuluhan tentang pengelolaan sampah, penanaman pohon bersama, dan pembagian bibit tanaman kepada para santri. Para santri Darunnajah 16 berperan aktif sebagai mitra dalam kegiatan ini, mulai dari menjadi moderator dialog, membantu koordinasi acara, hingga menyiapkan pertunjukan seni bertema lingkungan yang menggugah kesadaran hadirin.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program nasional “Generasi Hijau Indonesia” yang menargetkan edukasi lingkungan di 1.000 pesantren se-Indonesia pada tahun 2025. Menteri memilih Darunnajah 16 Lampung Timur karena pesantren ini telah menunjukkan komitmen dalam penerapan program ramah lingkungan, seperti pengelolaan sampah mandiri dan pengembangan pertanian organik di lingkungan pesantren.
Sebagai tindak lanjut dari kampanye ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan memberikan bantuan fasilitas pengelolaan sampah modern dan program pelatihan berkala kepada santri tentang teknologi ramah lingkungan. Pihak pesantren juga berkomitmen untuk menjadikan Darunnajah 16 sebagai pesantren percontohan dalam penerapan gaya hidup berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh santri sebagai duta lingkungan di masyarakat sekitar.

