Sholat Tarawih Pertama, Masjid Darunnajah Cipining Penuh Jama’ah
Menu

Sholat Tarawih Pertama, Masjid Darunnajah Cipining Penuh Jama’ah

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

“Ahlan wa sahlan Ya Sahro Romadhon, Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Saat ini kita bertemu kembali dengan bulan Romadhon 1432 H. Ini merupakan satu nikmat yang patut kita syukuri” ungkap pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc di depan jamaah sholat Isya dan sholat Tarawih perdana di masjid Jami’ Darunnajah Cipining, Ahad (31/7).

Secara sengaja, kehadiran Bapak Kyai guna menjadi imam sholat malam ini sedikit terlambat. Hal ini diungkapkannya karena selepas Maghrib beliau mengikuti pengumuman resmi dari kementerian agama guna penetapan awal bulan Ramadahan 1432 H. Setelah beliau yakin dengan jatuhnya awal bulan Ramadhan 1432 H pada hari Senin (1/8), barulah beliau mengumumkan kembali di hadapan keluarga besar Darunnajah Cipining.

Menurut pemaparan Bapak Kyai, Pesantren Darunnajah Cipining dalam penetapan awal bulan Ramadhan selalu mengikuti jumhur ulama yang secara resmi dilakukan oleh kementerian agama RI. Hal ini dilakukan sebagai sikap bahwasannya Darunnajah Cipining meyakini bahwa pemerintah telah melakukan telaah dan penetapan secara hati-hati dengan berbagai pertimbangan.

Selanjutnya, Bapak Kyai juga menceritakan dengan singkat hal-hal terkait Ramadhan dan ibadah-ibadah yang berada di dalamnya. “Rosulullah bersabda bahwasannya barang siapa yang berpuasa dengan dasar iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Namun beliau juga menegaskan bahwa siapa yang bangun (sholat) di bulan Romadhon juga akan diampuni dosa-dosa masa lalu. Hal ini mengisyaratkan, tidak saja shoum di siang hari namun ada pula ibadah malam hari seperti sholat Tarawih dan sholat sunnah lainnya”

Lebih spesifik terkait sholat Tarawih (dan witir), beliau tidak mempermasalahkan jumlah rokaatnya. Bagi yang ingin melaksanakan 11 rokaat atau 23, asal mengetahui dasarnya, tidak menjadi soal. Yang salah adalah yang tidak mengerjakan sholat Tarawih. Namun, sebagai lembaga pendidikan, Bapak Kyai memberikan pertimbangan bahwasannya di Darunnajah Cipining melaksanakan sholat Tarawih sebanyak 23 rokaat. “Insya Allah, semakin banyak rokaatnya, semakin banyak pula pahalanya” intermezzo Bapak Kyai kepada para jamaah.

Padatnya jamaah sholat Isya dan Tarawih pada malam perdana tadi malam dikarenakan seluruh santri putra dan putri kampus 1, 2, dan 3 sengaja dipusatkan di masjid utama, ditambah lagi dengan masyarakat sekitar serta para wali santri yang kebetulan mendampingi putra-putrinya yang hendak sahur perdana di pesantren. Menurut Bapak Kyai, dipusatkannya para santri karena beliau hendak memberikan arahan dan uraian terkait bulan Ramdhan ini. Namun pada jamaah Tarawih selanjutnya, para santri akan menempati masjid masing-masing.

Bertindak sebagai penceramah serta Imam sholat adalah KH Jamhari Abdul Jalal, Lc sedangkan bilal yaitu Ustadz Husnul Mubarok. Malam kedua dan berikutnya, imam sholat akan dijadwal dari para Pembina LTQ (lembaga tahfizh Qur’an). Untuk kultum juga juga akan diisi oleh dewan asatidz yang akan menyampaikan seputar amalan dan ibadah shoum. (Wardan/Billah)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Keilmuan dan Keimanan, Kunci Mencapai Kebenaran

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ