Sholat Gerhana Bulan Di Darunnajah Cipining

Kamis (16/8), Setelah Sholat Isya’ berjama’ah di masjid, Pimpinan Pesantren, K. H. Jamhari Abdul Jalal L.c. mengumumkan kepada santri dan dewan guru untuk bersiap diri menyambut gerhana bulan. K. H. Jamhari menghimbau untuk sholat gerhana bulan (Sholat Khusuf) secara berjamaah yang diperkirakan pukul 03.00 WIB dini hari. Sebagai pembekalan, beliau mengupas bagaimana tata cara sholat, hukum melaksanakannya, manfaat dan faedahnya melaksanakan sholat gerhana bulan.

Pukul 03.00 WIB dini hari, (17/8) para santri, baik putra maupun putri berbondong- bondong menuju masjid sambil menyaksikan bulan purnama yang mulai melewati imbra atau gelap Bumi. Tanpa dikomando shof mulai tersusun rapi, dan tepat pukul 03.30 WIB Sholat gerhana bulan dilaksanakan secara berjamaah di Darunnajah II Cipining. K. H. Jamhari selaku imam dan Ustadz Ahmad Rosichin S. Pd. I sebagai khotib.

Dalam khutbahnya Ustadz Rosichin  menggambarkan proses terjadinya Gerhana bulan. Gerhana bulan terjadi disebabkan matahari, bumi dan bulan pada posisi segaris lurus, akibatnya bulan melewati bayangan gelap Bumi atau umbra. Namun demikian pada Gerhana Bulan kali ini tidak semua wajah bulan masuk bayangan umbra Bumi sehingga Bulan yang sedang purnama akan terlihat gelap di salah satu sisinya. Gerhana semacam ini disebut sebagai Gerhana Bulan Sebagian (GBS).

Beliau juga mengingatkan untuk memperbanyak memohon ampunan pada Allah dengan beristighfar. “ Anak-anakku, gerhana bulan ini adalah kejadian alam yang biasa terjadi dan merupakan bukti Keagungan Allah Yang Maha Mengatur alam jagat raya ini, bagi diri kita yang merasa kerdil, lemah tiada daya, nista berlumur dosa, marilah sepertiga malam ini kita beristighfar bersama-sama, memohon ampun pada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun segala dosa. “ Himbau beliau dengan penuh ketundukan hati.