Malam kemarin, Rabu (31/1) langit dihiasi ‘supermoon’ yang diikuti dengan gerhana bulan total. Di balik fenomena yang ditunggu-tunggu itu, ada beberapa mitos yang banyak dibicarakan.

Pembahasan tentang mitos gerhana bulan sebenarnya sudah terjadi sejak dulu. Ada yang percaya gerhana bulan berpengaruh pada Bumi bahkan kesehatan tubuh. Kepercayaan itu bahkan bukan hanya ada di Indonesia, tetapi juga berbagai negara di dunia.

1. Gerhana Bulan Menyebabkan Bencana

Fenomena supermoon terjadi karena jalur orbit bulan tidak berbentuk lingkaran sehingga jarak bulan dengan Bumi tak selalu sama. Saat bulan dekat dengan Bumi, bulan menghasilkan gaya gravitasi yang lebih kuat sekitar 42 persen daripada Bumi.

Fenomena pasang surut air laut di seluruh dunia pun jadi sangat fluktuatif. Meski begitu, pusat geologi Amerika Serikat membantah fenomena itu akan menimbulkan bencana.

“United State Geological Survey (USGS) dan lembaga penelitian lain sudah melakukan banyak studi tentang hal ini. Mereka tidak menemukan sesuatu yang signifikan tentang fenomena tersebut [kaitan supermoon dengan bencana alam],” kata Ahli Geofisika USGS John Bellini.

2. Wanita Hamil Dilarang Melihat Gerhana Bulan

Beberapa orang di India menyarankan wanita hamil untuk tidak melihat gerhana bulan. Mereka percaya anak yang berada dalam kandungan bisa cacat bila ibu melihat fenomena langka itu.

Wanita hamil juga disarankan tidak makan dan tidak keluar rumah saat gerhana bulan.

Namun Obstetri dan Ginekologi dari Rumah Sakit Rajan Dhall, Neema Sharma mengatakan gerhana bulan bisa berbahaya bagi semua orang. Apalagi bila melihat dengan mata telanjang. Sehingga, hamil atau tidak, melihat gerhana secara langsung memang bisa berbahaya.
“Radiasi matahari [saat gerhana] berbahaya untuk mata. Lakukan penanganan yang tepat bila melihat gerhana [dengan mata telanjang],” kata Sharma.

3. Bulan Dimakan Raksasa

Masyarakat Tidore percaya gerhana bulan terjadi karena raksasa memakan bulan. Zaman dahulu, Tidore memiliki tradisi memukul kentung dari bahan bambu untuk mengusir raksasa. Ritual itu dikenal dengan nama Dolo-Dolo.

Namun seperti yang sudah dijelaskan secara ilmiah, gerhana bulan terjadi karena fenomena alam, bukan adanya raksasa yang ‘memakan’ bulan sehingga bentuknya menjadi tidak umum.
4.Jaguar memakan bulan

Bukan hanya masyarakat Tidore yang punya kepercayaan bahwa bulan bisa ‘dimakan.’ Suku Inka juga percaya bahwa gerhana bulan total terjadi karena jaguar memakan bulan. Mereka percaya warna merah pada bulan adalah darah bulan yang keluar setelah dimakan jagur.

Setiap gerhana bulan terjadi, suku Inka takut karena jaguar akan turun ke Bumi untuk juga memangsa manusia. Untuk menangkal itu, suku Inka pun menodongkan tombak ke arah bulan dan membuat suara berisik.

“[Suku Inka] tidak melihat gerhana bulan sebagai hal yang baik,” kata peneliti Lawrence Livermore National Laboratory David Dearborn.

5. Kehadiran Iblis

Bangsa Mesopotamia kuno juga melihat gerhana bulan sebagai pertanda negatif. Mereka percaya gerhana bulan terjadi karena diserang oleh tujuh iblis. Sementara di Bumi, dipercaya bahwa gerhana bulan adalah waktu yang tepat untuk menyerang raja.

Untuk mengantisipasi itu, selalu ada raja pengganti untuk menerima serangan tersebut. Mereka tetap akan diperlakukan dengan baik meski bukan raja yang sebenarnya. Namun setelah gerhana bulan berakhir, mereka akan dihilangkan. Konon, mereka dibunuh dengan diracun.

Sementara ada penggantinya, raja yang sebenarnya menyamar di antara masyarakat biasa.

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 berada di Pabuaran Serang Banten. Pondok Pesantren Modern terbaik ini memiliki dua jenjang pendidikan, yaitu SMP (Sekolah Menengah Pertama), dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) jurusan Multimedia. Pondok Pesantren Nurul Ilmi khusus menerima santri putra dan menyediakan beasiswa bagi santri berprestasi. Nurul Ilmi memiliki banyak kegiatan ekstrakulikuler seperti pramuka, seni bela diri, public speaking (latihan pidato), kursus programming, robot, desain, dan bebagai cabang olah raga seperti futsal, basket, volly, badminton. Pondok Pesantren Modern Nurul Ilmi memiliki banyak prestasi dalam bidang IT (Informasi dan Teknologi), sering menjadi juara dalam perlombaan dari taraf regional sampai nasional. Nurul Ilmi memiliki fasilitas lengkap seperti asrama, masjid, koperasi, laboratorium komputer, lapangan futsal, lapangan basket, lapangan badminton, guest house (penginapan), perkantoran, gedung sekolah, ruang rapat, kantor organisasi santri, dll.