SEMINAR PENANGGULANGAN NARKOBA DI DARUNNAJAH

{mosimage}Jakarta/.dn.com Biro kemasyarakatan pondok pesantren Darunnajah bekerjasama dengan PBNU dan LKNU mengadakan seminar sehari penanggulangan narkoba pada hari ini Ahad 13 Januari 2008 dari mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00 yang akan diikuti oleh sekitar 30 orang santri putra dan putri utusan Darunnajah dan undangan – undangan dari luar.

Seminar direncanakan akan di bukan pagi ahad oleh Ust Sulaiman Effendi dilanjutkan dengan berbagai materi yang akan di berikan oleh tutor yang telah di tentukan. Di akhir acara akan di pilih 3 santri terinteraktif dalam seminar untuk mengikuti seminar Nasional tanggal 29 januari 2008 di hotel San Pasific dan Manila.

Narkoba pembunuh bangsa

 Menurut informasi Badan Narkotika Nasional (BNN), sekitar 1,5 persen penduduk Indonesia telah menggunakan narkoba. Bahkan, sekitar 572.000 orang diperkirakan menggunakan narkoba suntikan. Penggunaan narkoba membahayakan kesehatan jasmani dan rohani, bahkan juga berdampak pada kehidupan sosial. Adiksi (ketergantungan) terhadap narkoba sukar dihilangkan.

Pengaruh buruk narkoba dapat secara langsung, seperti overdosis (yang dapat menimbulkan kematian), gangguan paru, serta kemunduran proses berpikir. Selain itu, penggunaan jarum suntik bersama juga berisiko menularkan hepatitis C dan HIV.
Jumlah kasus baru HIV/AIDS di negeri kita meningkat tajam karena penularan melalui hubungan seksual tak aman belum terkendali, sedangkan penularan melalui penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkoba amat tinggi.
Hampir semua orang di negeri kita merasa khawatir dengan peningkatan penggunaan narkoba di Indonesia. Karena itu, kita semua harus bersatu menanggulangi narkoba. Keluarga dan sekolah merupakan benteng yang kuat untuk melindungi remaja dari penularan narkoba.
Perbincangan mengenai bahaya narkoba di keluarga perlu diadakan agar anak memahami dengan benar bahaya narkoba. Komunikasi di dalam keluarga perlu ditingkatkan agar anak mau menceritakan kesulitannya kepada orangtua. Cukup banyak remaja yang terjebak dalam opini bahwa menggunakan narkoba adalah bagian dari kehidupan modern. kita dapat menekankan bahwa kehidupan modern ditandai dengan pemanfaatan ilmu dan teknologi. Jadi, kita perlu menguasai ilmu dan teknologi. Karena itu, dorongan agar anak-anak belajar sungguh-sungguh amatlah penting.

Sekolah hendaknya dapat menerapkan program penanggulangan narkoba terpadu. Siswa dilibatkan dan dibangkitkan kesadarannya untuk menjauhi narkoba. Jangan hanya mengeluarkan anak dari sekolah karena menggunakan narkoba, tetapi sekolah perlu mengupayakan penyuluhan, pencegahan, konseling, dan jika perlu rehabilitasi. Untuk itu, memang diperlukan kepedulian dan keterampilan guru.