SEMANGAT SANTRI DARUNNAJAH 2 CIPINING SAMBUT MALAM PERTAMA RAMADHAN 1446 H SEMANGAT SANTRI DARUNNAJAH 2 CIPINING SAMBUT MALAM PERTAMA RAMADHAN 1446 H

SEMANGAT SANTRI DARUNNAJAH 2 CIPINING SAMBUT MALAM PERTAMA RAMADHAN 1446 H

Lebih dari 700 santri dan guru Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining melaksanakan shalat tarawih perdana Ramadhan 1446 H pada Jumat malam (28/2/2025). Suasana khusyuk terasa di masjid utama pesantren meski hujan mengguyur area Asrama. Ibadah tarawih diimami oleh Ustadz Ahmad Rosichien, M.Pd. yang memimpin jamaah dengan lantunan ayat suci dengan tartil, menghadirkan kekhusyukan tersendiri bagi para santri.

Antusiasme santri dari kelas 1 hingga kelas 6 TMI terlihat jelas dari kedatangan mereka yang tepat waktu meski kondisi cuaca kurang bersahabat. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat mereka mengawali momentum ibadah di bulan suci Ramadhan. Selain menjalankan kewajiban shalat, para santri juga menjadikan momen ini sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar penghuni pesantren.

Kekhusyukan tersebut semakin terasa saat Ustadz Ahmad Rosichien membacakan ayat-ayat Al-Quran dengan tartil. Lantunan ayat suci yang bergema di seluruh sudut masjid menambah atmosfer spiritualitas yang kental. Makna ayat-ayat yang dibacakan turut diresapi oleh para jamaah, menjadi penanda dimulainya perjalanan spiritual selama satu bulan penuh.

“Alhamdulillah, para santri menunjukkan semangat yang luar biasa pada malam pertama Ramadhan ini. Mereka memahami bahwa momentum awal ini sangat berarti untuk membentuk keistiqomahan ibadah sepanjang bulan suci Ramadhan,” ujar Ustadz Ahmad Rosichien usai memimpin shalat tarawih. Beliau menambahkan bahwa ibadah di awal Ramadhan menjadi landasan penting bagi keberlanjutan semangat beribadah hingga akhir bulan.

Kegiatan shalat tarawih di Darunnajah 2 Cipining bukan hanya sekadar ritual ibadah tahunan, melainkan bagian dari pembentukan karakter para santri. Melalui ibadah berjamaah, nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan ketaatan secara tidak langsung tertanam dalam diri setiap santri. Pesantren menjadikan momentum Ramadhan sebagai media penguatan spiritualitas dan kepribadian.

Menurut pengamatan, selama shalat tarawih berlangsung, para santri tampak tertib dan mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan khidmat. Kondisi ini merefleksikan hasil pendidikan karakter yang ditanamkan pesantren dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kekhusyukan yang tercipta juga menggambarkan tingkat kematangan spiritual para santri yang telah terbentuk selama belajar di pesantren.

Shalat tarawih perdana ini menjadi tonggak awal rangkaian kegiatan Ramadhan yang akan dijalani santri Darunnajah 2 Cipining. Serangkaian program seperti tadarus Al-Quran, kultum, dan sahur bersama akan mewarnai aktivitas pesantren selama bulan suci. Setiap kegiatan dirancang untuk menciptakan suasana Ramadhan yang penuh makna dan memberikan pengalaman spiritual mendalam bagi para santri.

Semangat beribadah yang ditunjukkan santri pada malam pertama Ramadhan diharapkan terus terjaga hingga akhir bulan suci. Momentum Ramadhan menjadi kesempatan emas bagi pesantren untuk menanamkan nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan kedisiplinan melalui berbagai rangkaian ibadah. Mari jadikan bulan Ramadhan sebagai sarana pembenahan diri dan penguatan spiritualitas untuk menghasilkan generasi santri yang tangguh secara mental dan spiritual.