Sejenak Bersama Guru Utusan Al-Azhar

Untuk yang ke sekian kalinya, Darunnajah Cipining kembali dikunjungi ulama dari Timur Tengah. Namun ada yang istimewa dari kunjungan kali ini, pasalnya ulama yang bernama lengkap Syeikh Sya’ban Abdul Hamid Sayyid Al Ma’ali ini benar-benar seorang motivator handal. Hal ini jelas terlihat dari gaya bersosialisasi beliau dengan seluruh lapisan warga Darunnajah. Tidak salah rasanya bila ada ungkapan bahwa beliau itu asyik dan gaul. Berikut liputan aneka kegiatan beliau di Darunnajah Cipining.

Ulama Mesir yang bertugas mengajar di Pesantren Darunnajah Jakarta ini datang pada hari Senin,15 Januari 2007 (menjelang Ashar) dengan didampingi dua orang rekannya sesama ustadz/guru di Darunnajah Jakarta. Usai melepas lelah di kediaman Pimpinan Pesantren dan melaksanakan sholat Ashar berjama’ah di masjid, Syeikh Sya’ban berorasi di hadapan seluruh santri dan dewan guru. Para santri terkesima dan termotivasi untuk menguasai bahasa Arab lebih dalam lagi.

Malam harinya usai sholat Isya’ Syeikh yang telah hafal Al Qur’an sejak umur 9 tahun ini mengadakan dialog interaktif dengan dewan guru di Gedung Sekretariat Pesantren. Suasana dialog cukup hidup karena banyak permasalahan keagamaan yang dibahas. Para ustadzah juga tidak mau ketinggalan, Mereka menanyakan permasalahan tentang fiqih wanita. Sang Syeikhpun memberikan jawaban secara jelas dan gamblang.

Keesokan harinya Selasa siang,16 Januari 2007 Syeikh bertandang ke Kampus II untuk berjumpa dengan siswa-siswi TMI Non Asrama yang telah berkumpul di Masjid Sekolah,menyambut kedatangan beliau sekaligus menunggu waktu sholat Dzuhur. Syeikh Sya’ban menyampaikan tausyiah untuk mereka. Tampak para siswa antusias mendengarkan.

Adzanpun berkumandang, Syeikh mengakhiri tausyiahnya lalu sholat dzuhur berjamaah dengan para siswa.Usai melaksanakan sholat,siswa-siswi SMP mendapat giliran untuk bisa berjumpa dan mendapat ‘hal baru’ dari Syeikh Sya’ban. Merekapun mendengarkan tausyiah dengan seksama.

Malam harinya usai sholat Isya’ Syeikh ‘mampir’ ke masjid asrama putri.Seluruh santri putri tampak belum beranjak dari masjid. Sedikit berbeda dengan pertemuan sebelumnya, kali ini Syeikh tidak hanya menyampaikan tausyiah tapi juga mengadakan dialog interaktif dengan santri putri. Ketika Syeikh memberi kesempatan santri putri untuk bertanya, kontan pertanyaan demi pertanyaan muncul ditujukan kepada beliau meski menggunakan bahasa Arab yang masih alakadarnya. Ini menjadi salah satu kesan bagi Syeikh bahwa semangat Thalabul ’ilmi santri Darunnajah patut diacungi jempol.

Pagi harinya Rabu,17 Januari 2007 Syeikh silaturrahmi ke Asrama Tahfidz.Seperti masuk ke lingkungannya sendiri beliau langsung bertindak sebagai musammi’ bagi para huffadz yang ingin menyetorkan hafalannya. Cukup menjadi motivasi bagi mereka untuk lebih meningkatkan kualitas hafalan masing-masing.

Agenda selanjutnya, Syeikh bertandang ke Danau Darunnajah didampingi Ust.Nashrullah Nashrudin yang setia menjadi guide beliau selama tiga hari ini.Dengan mendayung perahu sederhana, Beliau betul-betul menikmati nuansa pagi di danau tersebut. Selain refreshing di danau beliau juga menikmati suasana Goa Gudawang yang letaknya sekitar 1 Km dari Darunnajah. Beliau juga melihat-lihat proses pemecahan batu di Gunung Siwaluh yang terletak tak jauh dari Goa Gudawang.

Tiga hari ini menjadi hari-hari indah bagi beliau karena ada kepuasan batin yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Sebaliknya, dewan guru dan segenap santri mendapatkan ‘sesuatu yang sangat berharga’ dari kehadiran beliau.

Kunjungan Syeikh Sya’ban ini merupakan program silaturrahim ke seluruh Pesantren Darunnajah Group. Usai sholat zhuhur beliau bertolak ke Pesantren Al Mansur Serang Banten. Selamat jalan Syeikh Sya’ban